Sabtu, 26 Oktober 2019

Cincau Hitam, Obat Tradisional Dan Minuman Menyegarkan

Cincau hitam bahan pangan alami yang banyak digunakan sebagai makanan dan minuman. Rasanya segar, sekaligus tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan, seperti darah tinggi, radang usus, ‘panas dalam’ dan disentri.

Cincau Hitam

Di Indonesia terdapat beberapa jenis tanaman penghasil gelatin cincau, yaitu cincau hitam (Mesona palustris BL), cincau hijau (Cylea barbata Miers) dan cincau perdu (Melastoma polyanthum B'). Namun kali ini fokus pembahasan kita mengacu pada cincau hitam.

Sesuai namanya, cincau hitam menghasilkan gelatin berwarna hitam. Tanaman ini termasuk dalam famili Labiate. Di daerah Jawa, orang menyebut tanaman cincau hitam dengan nama Janggelan. Bentuk fisiknya berbatang kecil dan ramping. Pada ujung batang, tumbuh mencuat cabang-cabang pohon. Ada yang tumbuh menjalar ke tanah atau yang tegak, dengan daun yang lonjong, berujung lancip atau tumpul. Bunganya mirip kembang kemangi berwarna merah muda atau putih keunguan. Gelatin hijau kehitaman didapat dari bagian daun dan batangnya.

Menurut sejarah, tanaman cincau hitam berasal dari Asia. Daerah penyebarannya mulai dari India, Birma, Indocina, Philiphina sampai ke Indonesia. Tumbuhan ini sudah lama ditanam dan dibudidayakan di Indonesia, seperti di daerah Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi dan Sumbawa. Tanaman ini tingginya antara 30-60 cm, tumbuh baik di daerah dengan ketinggian 75-2300 m di atas permukaan laut.

Bagian daun dan batang tanaman cincau hitam ini menghasilkan gelatin berwarna hitam, yang bisa dimanfaatkan sebagai minuman segar dan obat tradisional. Pengolahan daun dan batang tanaman cincau hitam dilakukan melalui proses pemanasan, sehingga dihasilkan gelatin padat berwarna hitam dan licin. Gelatin cincau hitam dapat disimpan lebih lama dibanding gelatin hijau. Umumnya masyarakat hanya menggunakan cincau hitam sebagai bahan makanan atau campuran minuman yang menyegarkan, walaupun ternyata cincau bisa digunakan sebagai tanaman obat.

Kini cincau hitam dibuat secara tradisional, meski ada juga yang mengolahnya secara moderen. Dalam pembuatan gelatin cincau hitam dibutuhkan beberapa bahan pengekstrakdan pengental. Fungsi materi ini untuk mengeluarkan karbohidrat pembentuk gelatin dari daun, sedangkan bahan pengental untuk mengentalkan larutan menjadi gelatin. Untuk menambah cita rasa dan aroma yang segar pada gelatin cincau hitam biasanya ditambahkan essence beraroma jeruk manis atau jeruk nipis.

Gelatin cincau hitam selain dikonsumsi secara langsung, juga dapat diproses menjadi bubuk atau tepung. Sekarang Anda dapat memperoleh bubuk gelatin siap saji di pasar tradisional atau pasar swalayan. Anda tinggal mengolahnya menjadi gelatin atau agar-agar sesuai kepekatan dan kekentalan yang diinginkan. Entah untuk pencampur berbagai minuman, puding dan makanan lainnya.

KHASIAT OBAT CINCAU HITAM

Cincau hitam mengandung komposisi gizi yang baik sebagai sumber makanan, seperti karbohidrat, terutama mineral, seperti fosfor dan kalsium, serta vitamin A, BI dan C. Kandungan kalorinya sangat rendah. Jadi, cocok bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Kandungan airnya sangat banyak, antara 66 - 98%.

Melihat kandungan pada batang dan daun cincau hitam, Anda bisa memanfaatkannya sebagai obat. Misalnya, untuk menurunkan panas badan, panas dalam, pencegah gangguan pencernaan dan penurunan tekanan darah tinggi. Anton nb menyarankan Tak ada salahnya Anda menghadirkan tanaman cincau hitam di pekarangan rumah. Selain rumah menjadi asri, Anda bisa mengolah daunnya untuk minuman segar atau memanfaatkan daunnya yang segar untuk kompres. Menarik, bukan?

Cincau Hitam, Obat Tradisional Dan Minuman Menyegarkan Diposkan Oleh: Anton