Sabtu, 19 Oktober 2019

Gejala Dan Pencegahan Wabah Penyakit demam berdarah

Penyakit demam berdarah momok menakutkan masyarakat. Bagaimana tidak? Dengan cepat mewabah, mengenai ribuan orang dan merenggut puluhan jiwa manusia. Tiada pesan lain, waspadai penyakit yang bisa menyebabkan kematian ini!

Sejak Januari hingga akhir Februari 2018 lalu, jumlah kasus DBD atau demam berdarah dengue melonjak cepat. Dalam hitungan hari, rumah sakit dibanjiri pasien DBD dan meminta banyak korban. Di provinsi DKI Jakarta, pada Januari 2018 terdapat 1215 kasus dengan korban meninggal 12 orang.

virus dengue

Februari 2018 tercatat 1303 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 5 orang. Dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, jumlah kasus DBD kali ini sangat tinggi. Menurut catatan Dinas Kesehatan DKI, 10 wilayah di DKI Jakarta yang dikategorikan rawan terjangkit DBD, yaitu Kemayoran, Tanah Abang, Koja, Tanjung Priok, Kebun Jeruk, Palmerah, Kebayoran Baru, Pasar Minggu, Ciracas dan Kramat Djati.

Tentunya, wabah demam berdarah ini harus diwaspadai masyarakat di penjuru Indonesia. Lebih mengerikan lagi, karena siklus virus DBD tampaknya mengalami pergeseran. Tidak lagi 5 tahun sekali seperti biasanya. Namun, wabah DBD berlangsung dari Januari hingga April, diperkirakan memuncak pada Maret.

Disebarkan Nyamuk


Menurut dr Alan R Tumbelaka, Sp A (K), Kepala Divisi Infeksi dan Pediatri Tropis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue. Proses penyebaran virus ini melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina, yang keluar dari sarangnya pada siang hari, antara pukul 10.00-12.00 Wib.

Namun, tidak semua nyamuk membawa virus dengue. Jadi, jika Anda digigit nyamuk tidak membawa virus dengue, tidak serta merta Anda terkena DBD. Andai Anda digigit nyamuk yang membawa virus dengue pun belum tentu langsung jatuh sakit bila daya tahan tubuh Anda baik. Melihat pergeseran siklus penyebaran wabah DBD, dr Alan mengingatkan agar masyarakat selalu mewaspadai perkembangbiakan nyamuk ini. Selain itu, kalau tahun ‘80-an penyakit DBD umumnya menyerang anak-anak usia 5-18 tahun, kini ternyata bisa mengenai semua tingkat usia, kanak-kanak maupun orang dewasa.

Panas Tinggi

Virus demam berdarah umumnya berkembangbiak di daerah tropis, seperti Indonesia dan negara-negara tetangga, termasuk Malaysia, Brunei maupun Thailand. Namun di negara tetangga kesadaran masyarakat dan kerjasama dengan pemerintah sangat baik sehingga penyakit DBD mampu ditekan semaksimal mungkin.

Apapun kondisinya, yang terpenting melakukan upaya pencegahan swadaya. Penting pula memperhatikan gejala penyakit DBD: Tiga hari pertama, fase panas tinggi berkisar antara 38-40° Celcius. Mungkin diiringi timbulnya bercak-bercak merah di kulit.

Setelah hari keempat, fase shocked, terjadi pendarahan, ditandai dengan menurunnya trombosit. Pendarahan terjadi di bagian tubuh, seperti hidung, gusi, usus atau saluran kencing. Diikuti dengan terganggunya sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

Fase shocked sangat berbahaya jika penderita tidak segera ditangani dokter. Karenanya, saran dr Alan, setiap penderita DBD segera dirawat di rumah sakit. Bila pasien dirujuk pada stadium dini, langkah pengobatannya mudah. Sayangnya, kasus DBD baru bisa dipastikan setelah memasuki hari keempat. Saat itu trombosit darah sudah turun. Kematian tak terelakkan jika pendarahan mengenai usus bagian dalam.
Virus demam berdarah

Pertolongan pertama untuk penderita DBD adalah dengan meminumkan banyak air putih, lalu segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Berdasarkan tingkat kegawatan penyakit, dokter memberikan cairan infuse, lalu transfusi darah jika pasien mengalami pendarahan. Dalam skala ringan, gejala berupa demam atau pusing, diberikan obat demam yang mengandung para-setamol. Jangan meminum obat yang mengandung asetosal karena dapat menimbulkan pendarahan.

Tip Mencegah Demam Berdarah


1. Sangat efektif menerapkan ‘Program 3M’ sebagai pola hidup keseharian: yaitu
  • Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali di rumah, seperti bak mandi, vas/ pot bunga, tempat minum burung atau dispenser
  • Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak
  • Mengubur atau membuang barang-barang bekas yang potensial menjadi sarang nyamuk, seperti kaleng bekas, pecahan Jaotol dan gelas pecah.

2. Stamina tubuh seharusnya terus terjaga, dengan rajin berolahraga, makan panganan bergizi dan minum vitamin.
3. Ketika wabah terjadi di sekitar tempat tinggal, pakai kelambu saat anak tidur siang. Semprotkan obat nyamuk pagi dan sore hari menjelang tidur.
4. Segera laporkan pada petugas kelurahan jika ada keluarga atau warga sekitar terkena DBD guna dilakukan penyemprotan (fogging)

Gejala Dan Pencegahan Wabah Penyakit demam berdarah Diposkan Oleh: Anton