Kamis, 03 Oktober 2019

Perkembangan Kamera Digital Terbaik dari masa ke masa

IBARAT Si Malin Kundang, kamera digital telah memperdaya induknya sendiri. Kelahiran kamera terbaik justru mengancam kemapaman pabrik-pabrik alat foto raksasa seperti Nikon dan Kodak. Sampai hari ini, gelar juara, penjual terbanyak Kamera Digital memang masih berada di tangan Canon, pemain lama industri ini.

kamera terbaru
canon eos 1100d
Namun, setiap saat posisi Canon sebagai merk produsen Kamera Digital Terbaik bisa di guncang pemain-pemain baru yang selama ini tak pernah "bau" kamera, seperti Nokia, Sony Corp, bahkan Hewlett-Packard, Dell, dan Gateway yang dikenal sebagai pembuat komputer.

Kamera digital memang bukan lagi "kamera" yang kita kenal. Ia lebih mirip barang elektronik ketimbang produk yang selama ini terkungkung oleh keterbatasan film seluloid. Kamera masa kini tidak lagi musti dibuat tebal untuk menyesuaikan dengan ukuran film. Tak heran jika hari-hari ini kita mudah menemukan kamera setipis tumpukan kartu kredit.

Dengan ukuran seramping itu, kamera terbaik dan termurah mudah di selipkan ke kantong saku tanpa terlihat mencolok dan di jadikan alat mata-mata, peranti mengintai atau senjata andalan bagi paparazzi. Kamera digital juga membuka kemungkinan berbagai trik pemotretan, seperti gradasi warna sephia (coklat muda) atau permainan efek-efek khusus.

Pada awal kelahirannya, kamera digital amat bergantung pada komputer sebagai tempat menyimpan, editing, dan wahana pencetak. Kewajiban memiliki komputer bagi para pemilik kamera digital sama wajibnya dengan keharusan fotografer zaman dahulu memiliki kamar gelap.

Namun sejalan perkembangan teknologi, kamera digital pelan-pelan terlepas dari jerat komputer pribadi. Kedai-kedai digital di pinggir jalan kini menawarkan jasa perekaman foto kedalam cakram CD atau kalau perlu, dicetak sesuai pesanan. Sejumlah kamera digital terbaru bahkan bisa dihubungkan langsung ke mesin cetak.

Perkembangan ini menyuburkan bisnis kamera digital. Peminat meledak, terutama karena harga kamera dslr terbaik yang kian murah, mutu kian baik dan makin mudah di oprasikan. Tahun ini, penjualan kamera digital di seluruh jagat di perkirakan melampaui kamera konvensional.

Kamera yang nyantol ke pesawat telepon seluler (biasa disebut cameraphone) sejauh ini merupakan ladang tersubur penjualan kamera-digital. Tahun ini di perkirakan ad 125 juta kamera handphone yang terjual. Angka ini meningkat dua kali lipat dari pada tahun lalu.

Semua cameraphone dibuat terutama untuk menambah rezeki operator telekomunikasi. Hasil jepretan kamera HP tidak dibuat di cetak, tapi untuk di kirim melalui fasilitas MMs. Dengan tujuan itu, cameraphone tak dirancang untuk menghasilkan mutu gambar yang "proper": lensa seadanya, ketajaman dan mutu fasilitas pencahayaan juga minimal.

Tapi belakangan, produk "asal-asalan" ini berubah total. Orang ternyata tak begitu gemar mengirim MMS sebagaimana mereka keranjingan mengirim SMS. Pelan-pelan produk cameraphone menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar: mau tak mau ia harus menjadi kamera betulan.

Dan, itulah yang kita lihat sekarang. Kamera HP dengan ketajaman dua megapiksel (cukup untuk membuat cetakan gambar ukuran 15 cm x 10 cm) sudah bukan barang asing lagi. Fasilitas zoom, autofocus bahkan tambahan flash, segera menjadi lumrah. Pelan, tapi pasti, cameraphone benar-benar menjadi kamera betulan sekaligus mengundang masuk Nokia (produsen handphone) sebagai salah satu "pangeran" dalam bisnis kamera. Ladang subur kamera digital yang kedua terletak pada pasar "pecinta" fotografi. Lazimnya, pabrik alat foto membuat dua kelas alat mutu. Kamera kacang untuk pemula dan kamera SLR untuk profesional dan pecinta fotografi.

Di dunia digital pembagian ini juga berlaku. Namun, kamera digital SLR terbaik  (kala itu) begitu mahal sehingga pecinta foto tak mampu menebusnya. Hanya kaum profesional yang sudah berpindah ke kamera digital, sedangkan para pecinta bertahan dengan kamera SLR konvensional. Atau, ini pilihan kedua: memilih kamera digital menengah (dulu tak pernah ada) yang disebut kelas "prosumer" (profesional-consumer).

Kamera prosumer sesungguhnya adalah kamera kacang "plus" atau bahasa kerennya kamera kacang high-end. Namun belakangan, kamera prosumer sudah mendekati mutu kamera digital SLR. Perhatikan misalnya Sony DSC-F828 yang mengusung sensor 8 megapiksel dan 7 kali zoom, dengan harga kamera hanya US$1.200. Sementara itu, harga digital SLR juga mulai merosot. Tahun lalu Canon, misalnya, meluncurkan digital Rebel dengan harga di bawah US$1.000. Perkembangan ini agaknya menandai satu hal: tembik yang membatasi kamera kacang dengan kamera digital SLR profesional agaknya mulai runtuh. Inilah masa-masa sulit bagi pabrik alat foto, namun sekaligus merupakan masa-masa manis bagi konsumen.

Perkembangan Kamera Digital Terbaik dari masa ke masa Diposkan Oleh: Anton