Minggu, 03 November 2019

7 Mitos Yang Umum Tentang Perkawinan

Membuat komitmen seumur hidup kepada orang lain pasti akan datang dengan rintangan. Tidak ada jawaban mudah untuk bagaimana memiliki pernikahan yang bahagia, tetapi beberapa pasangan sepertinya sudah mengetahuinya. 

rumah tangga


"Perkawinan yang bahagia memiliki dua orang yang sangat saling mencintai dan berkomitmen untuk menghasilkan hubungan yang terbaik satu sama lain." Misalnya, jika pasangan Anda sedang mempunyai masalah di tempat kerja, Anda mendengarkan mereka, berbicara dan mencari solusi tentang situasi dan tanyakan bagaimana Anda dapat mendukung mereka, katanya. "Pada dasarnya kamu saling mendukung."

Pernikahan yang bahagia juga memiliki iklim energi positif, yang mencakup rasa terima kasih dan penghargaan, katanya.

Kebiasaan dapat menciptakan atau menghancurkan iklim positif ini. "Kebanyakan orang mungkin mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kebiasaan apa pun." Tetapi semua orang melakukannya. Anda mungkin tidak menyadarinya. Misalnya, mengeluh kepada pasangan Anda tentang tidak membuang sampah atau tidak menyiapkan makan malam bisa menjadi keluhan kebiasaan, katanya.

Philip McGraw, penulis sekaligus pengamat perkawinan, menengarai sekitar 50% penyebab kandasnya perkawinan akibat suami-istri terjerat oleh mitos. Misalnya cekcok dan perang mulut, yang semestinya dicurigai sebagai "lampu kuning" malah dianggap sebagai "bumbu" perkawinan. Agar hubungan kasih tetap manis, kenali mitos-mitos yang lain dan jangan sampai terjebak olehnya.


  1. Mitos 1: Perkawinan yang harmonis tergantung pada kesamaan visi suami-istri dalam segala hal. Salah besar! Sebab mustahil dua pribadi yang berbeda bisa klop satu sama lain dalam memandang hidup ini. Sebaliknya, perbedaan yang ada justru memperkaya batin suami-istri dan makin mendewasakan diri.
  2. Mitos 2 : Perkawinan yang membahagiakan adalah yang berjalan mulus, bebas dari pertentangan. Hubungan yang sehat memberikan ruang bagi suami-istri untuk berargumentasi. Andai suatu kali Anda dan dia bersikukuh mempertahankan pendirian masing-masing, sah saja. Ketidaksetujuan bukan suatu kelemahan. Yang penting, perhatikan cara ber-argumentasinya.4dindari ben-tak-membentak.
  3. Mitos 3: Orang sering terjerat pada pemikiran, bahwa untuk menyelamatkan perkawinan, api cinta harus membara mirip seperti pertama kali berjumpa. Wah, ini sih hanya cerita fiksi dalam novel percintaan. Realitanya, cinta bisa diwujudkan lewat kebersamaan meluangkan waktu dengan membaca koran atau makan malam berdua.
  4. Mitos 4: Hubungan yang selaras menuntut kesamaan interes, hobi dan kesukaan. Bila Anda dan si dia kebetulan punya hobi yang sama, bagus. Tapi bila tidak, Anda atau dia tidak harus berpayah-payah untuk "mencocokkan", sebab bukan tidak mungkin Anda atau dia akan tertekan dan kelak berbuntut pada kekesalan.
  5. Mitos 5 : Perkawinan bahagia adalah yang sepi dari keributan. Banyak suami-istri menduga perkawinan mereka tengah terancam gara-gara mereka beda pendapat. Argumentasi sama sekali bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Ketahuilah, berargumentasi sesuatu yang sehat dan pertanda 'dewasanya suatu hubungan.
  6. Mitos 6 : Hubungan yang rriesra tak ada kaitannya dengan seks. Anda percaya? Keliru! Seks momen penting bagi suami-istri untuk melepas ketegangan setelah lelah bekerja dan menghadapi tetek bengek rumah tangga. Bercinta, kegiatan khusus yang membedakan warna hubungan Anda dengan orang lain. Suami bukan hanya teman berbagi, melainkan juga belahan jiwa.
  7. Mitos 7 : Ada kiat yang benar dan salah dalam membangun hubungan yang harmonis. Suatu persepsi yang sangat menjebak. Di dunia ini tidak ada pasangan suami-istri yang sama satu dengan lainnya. Untuk melanggengkan hubungan maupun menyelesaikan konflik yang ada tentunya berbeda-beda. Saran: Gali kiat yang pas dan cocok bagi Anda berdua. Boleh konsultasi pada ahli perkawinan, tapi sikap yang ingin diambil, Anda berdualah yang tahu. (AN)

7 Mitos Yang Umum Tentang Perkawinan Diposkan Oleh: Anton