Anton-Nb

Ancaman Kesehatan Bernama Obat Palsu

Pemalsuan Obat terjadi pada sebagian besar jenis obat. Jika dibiarkan, obat palsu justru akan menjadi pembunuh tersembunyi.
JANGAN LANGSUNG SENANG bila membeli obat ternyata harganya murah. Justru hal itu harus diwaspadai karena mungkin saja obat yang Anda beli adalah obat palsu. Apalagi, salah satu ciri obat palsu yang mudah dikenali adalah harganya lebih murah.
Selain itu, ungkap Ketua Bidang Kajian Obat dan Pelayanan Kefarmasian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Amir Syarif, SKM, SpFK, obat palsu umumnya diperoleh dari tempat yang tidak resmi. Misalnya dari pasar gelap yang beredar di toko dan warung. Menurut Amir, secara kasat mata atau berdasarkan tampilan fisik, orang awam sangat sulit membedakan obat palsu dan obat asli. “Perbedaan harga menjadi salah satu tanda untuk meragukan keaslian dari obat tersebut,” katanya.
Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Dr. Marius Widjajarta, menegaskan, sangat sulit membedakan obat asli dan obat palsu. Hal penting yang harus diperhatikan konsumen adalah memperhatikan jenis obat dan tempat membelinya.

Membedakan Obat Palsu

Untuk obat bebas terbatas, dapat dibeli secara bebas, namun untuk obat resep dokter, jangan pernah membeli secara sembarang di toko obat, karena dikuatirkan obat yang dibeli adalah palsu. Amir menambahkan, mengacu pada Permenkes no. 949/Menkes/ per/VI/2000 [1]. obat palsu merupakan obat yang diproduksi pihak yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar. Sesuai Permenkes 917/Menkes/X/1993, obat palsu didefinisikan sebagai obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, obat yang tidak terdaftar, dan obat yang kadar khasiatnya menyimpang lebih dari 20% dari batas kadar yang ditetapkan.
Marius menambahkan, yang sering dipalsukan adalah obat yang sangat laku dipasaran (fast moving), obat yang sering digunakan dalam jangka panjang, seperti obat untuk penyakit darah tinggi, diabetes dan kolesterol.
“Pemalsuan obat terjadi pada obat ringan sampai berat, dari pemalsuan minyak telon sampai obat syok kardiogenik,” papar Marius.
Saat ini, jelas Marius, pemalsuan obat sudah semakin canggih, tidak seperti zaman dulu di mana obat isinya hanya tepung. Sekarang, isi obat palsu adalah obat generik dan diberi kemasan menyerupai obat yang hendak dipalsukan. Pemalsuan seperti itu memberi keuntungan 40-200 kali lipat.” Dapat dibayangkan kenapa pemalsuan obat marak terjadi,” ujar Marius.

Bahaya Obat Palsu

kapsulobat Ancaman Kesehatan Bernama Obat Palsu
Obat palsu sangat merugikan kesehatan. Misalnya bila seseorang terkena penyakit infeksi dan mengkonsumsi obat palsu, penyakitnya mungkin tidak sembuh karena kandungan zat aktif obat diragukan kualitasnya. “Hal itu berbahaya karena dapat memperparah penyakit yang diderita,” kata Amir.
Hal tersebut diamini Marius. Menurutnya, pemalsuan yang terjadi pada obat untuk syok kardiogenik sangat berbahaya. Obat itu hanya ampulnya saja yang sama, tetapi isinya cuma vitamin.
Obat Palsu Akan Tetap Ada Meski pemerintah berupaya keras meredam penyebaran obat palsu, tetapi diyakini obat palsu tersebut akan tetap eksis. Menurut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi) Anthony Charles Sunarjo, MBA, keberadaan obat palsu akan tetap ada. Karena itu, penting memikirkan bagaimana cara meminimalkan keberadaan obat palsu [2].
“Caranya semua stake holder harus menegakkan hukum. Karena bila kita bicara produksi obat palsu, berarti ada mesin dan kemasan. Mesin berarti didatangkan dari luar. Kemasan dipesan disini atau dibuat secara lokal. Bila ada pihak yang memesan bukan dari industri farmasi, janganlah dilayani,” ungkap Anthony.
GP Farmasi akan membina anggotanya untuk tidak terlibat dalam produksi obat palsu, produksi maupun pemasarannya..

Uji Sampling Secara Berkala

obat Ancaman Kesehatan Bernama Obat Palsu
Amir menghimbau agar Badan POM dapat melakukan sampling obat secara berkala, khususnya obat anti infeksi supaya kandungan berkhasiat yang terdapat di dalam obat dapat diketahui.
Selain itu, Amir juga menghimbau kepada para dokter praktik untuk memperhatikan secara cermat respons obat terhadap penyakit. “Dokter hendaknya tidak menuliskan resep obat yang pernah dipalsukan. Sementara masyarakat hendaknya membeli obat di tempat yang resmi,” saran Amir.
Mengatasi keberadaan obat palsu memerlukan peran semua kalangan. Perusahaan farmasi hendaknya membeli bahan baku yang murah tapi berkualitas dan dijual dengan harga dengan keuntungan yang tidak terlalu besar sehingga pemalsu enggan memalsukan obat tersebut.

Referensi

[1] EKON / Indonesia Trade RuleBook • 949/MENKES/PER/VI/2000. http://traderulebook.ekon.go.id/rulebook/document/78?lang=id. Accessed 24 Apr. 2021.

[2] Pom.go.id. 2021. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Republik Indonesia. [online] Available at: <https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/13719/GP-Farmasi-Kota-Bandung-Dukung-Berantas-Obat-Ilegal-dan-Penyalahgunaan-Obat.html> [Accessed 24 April 2021].

Most popular

Most discussed