Anton-Nb

Anjing Jaga: Siaga Gaya Basenji

Akiong nylonong masuk pintu pagar rumah Martin Riady, salah satu rekannya di Citra Raya, Tangerang. Spontan, Taj anjing basenji yang duduk di teras langsung menyambutnya. Bukan suara salakan yang keluar dari moncong anjing asal Afrika Tengah itu. Namun, distributor elektronika di Manggadua itu langsung disergapnya. Spontan, ia mengelak dan berteriak minta tolong. Hampir saja tangannya tercabik. “Wah, anjing ini ngga main-main nih,” ucapnya.

Taj, adalah panggilan dari Hazhart Centre Break. Ia memang diandalkan Martin sebagai penjaga rumah. Anjing berbulu cokelat putih itu selalu siaga setiap saat. Ia tidak pernah diam dalam tempo lama, selalu mondar-mandir seperti satpam. Sorot mata tajam dan pendengaran sensitif. Kalau ada orang mendekati atau mengetuk pagar luar, anjing jantan itu langsung menyambut. Kami menyaksikan polahnya yang terus mencium-cium sesuatu dan tidak pernah diam.

Menurut Martin Taj memang tidak mudah percaya pada orang, apalagi yang belum dikenal. “Jangan membuat gerakan yang membuatnya semakin beringas. Biarkan ia mengendus-endus dulu sebagai perkenalan. Setelah itu silakan elus sesuka hati, ia pasti mau,” ujar pemilik Lambrou Chihuahua itu.

Ketika didatangkan 2 bulan silam, tangan Martin pun nyaris disambarnya. Niat hati ingin menyambut pendatang baru dengan elusan akhirnya ia urungkan. Padahal, ayah 1 anak itu sudah terbiasa memegang berbagai jenis anjing. Bullmastif, rottweiler, shetland shepdog, chihuahua, dan west highland terrier sangat ramah meski baru didatangkan.
anjing basenji 1024x576 Anjing Jaga: Siaga Gaya Basenji

Jago berburu

Belakangan Martin baru mengetahui kalau perilaku itu muncul akibat Taj dipisahkan dengan kelompoknya. Wajar, bila ia mudah curiga kepada siapa saja. “Ia juga akan bersifat destruktif atau merusak apa saja yang dijumpainya,” ujar alumni Chemeketta College, Oregon, Amerika Serikat itu. Gelas plastik air minum, selang, bahkan kandang boks rusak sebelum dilatih.

Itu kebalikan dengan sifat dasarnya. Di negara asal, Zambia, anjing yang dijuluki small game itu sangat disukai karena perilakunya tenang. Ia jadi teman bermain yang menyenangkan. Penampilannya gagah dan elegan. Tubuh ramping, bobot 10 kg, tinggi 40 cm, dan langkahnya terlihat ringan. “Gaya berjalannya seperti rusa,” ujar breeder belasan tahun itu.Anjing yang populer di Inggris pada 1941 itu merupakan perpaduan antara doberman dan german pinscher.

Dengan penampilan itu, basenji mampu lari cepat dan nyaris tanpa suara. Penduduk pribumi di Afrika menyukainya untuk berteman berburu selain pharoh hound dan ibizan hound 2 kerabat basenji. Itu lantaran penciuman dan sorot mata tajam. Kalau sedang memburu, mangsa jarang yang lolos dari sergapannya.

Untuk berburu tikus, basenji memang jagonya. Meski begitu, Martin tak menugaskan Taj untuk pengusir hewan pengerat. Alasannya, “Anjing ini kualitas show, sayang kalau untuk berburu binatang itu,” tutur mantan akuntan PT Sari Kebun Jeruk Permai itu. Buktinya, ia meraih best of group (BOG) di pameran all breed Semarang 31 Agustus. Dengan kualitas seperti itu dalam waktu dekat Martin mendatangkan basenji betina.

Anjing yang diakui American Kennel Club pada 1943 itu bersikap waspada, ditandai daun telinganya selalu berdiri tegak. Ia akan bergerak begitu mendengar suara pelan apa pun. Pernah suatu ketika seekor chihuahua milik Martin lepas dari kandang, Taj langsung menyergapnya karena dianggap tikus. Beruntung, sang empunya cepat bertindak dengan menarik leher Taj. Kalau tidak, si anjing termungil di dunia sudah menjadi sasaran gigitannya.
basenji breed 1024x576 Anjing Jaga: Siaga Gaya Basenji

Unik dan antik

Di luar keandalannya berburu, penampilan Congo dog itu memang unik dan antik. Mata sipit menjorok ke dalam kelopak. Itu mengingatkan bentuk mata orang primitif suku Hotentot di Afrika. Kerutan di jidat yang muncul sejak kecil menjadi ciri khasnya. Lipatan kulit jumlahnya tidak sama, ada yang banyak dan sedikit. Namun, sebaiknya harus proporsional karena terlalu banyak jelek.

Ciri khas lain, ekor melintir di atas pinggul. Itu yang membedakan basenji dengan anjing kampung umumnya. Saat rileks, seperti berbaring atau tidur, ekor akan terbuka dan lurus. Begitu berdiri ekor otomatis melintir kembali.

Yang unik lagi dari basenji, “Kaki seperti ada per-nya,” imbuh Martin. Anjing lain saat berdiri dari berbaring selalu bertumpu pada kaki depan, basenji tidak. Ia langsung bangun tanpa menekuk atau bertumpu pada salah satu kaki.

basenji habitat 1024x576 Anjing Jaga: Siaga Gaya Basenji
peta sebaran anjing basenji

Menurut Martin basenji pilihan tepat bagi hobiis yang tidak menyukai anjing bawel alias cerewet. Ia memperhatikan sejak didatangkan 2 bulan silam dari Australia tidak membuat kegaduhan. “Paling hanya mengeluarkan suara ngedumel atau yodel suara khas yang keluar dari mulut,” ucap pria berusia 33 tahun itu. Suara omelan itu muncul kala instingnya sedang jalan, mencium sesuatu yang dianggapnya baru, atau mencium anjing sedang lup.

Tanpa bau

Di Indonesia basenji belum begitu populer. Di luar negeri pun populasinya terbatas. Jumlah penangkar sangat minim. Di klaim sosoknya yang mirip anjing kampung membuat orang enggan memilikinya sehingga tidak punya daya jual. Kemampuannya beradaptasi di daerah panas, seperti Indonesia tak serta merta menambah jumlah penggemarnya.

Perihal daya adaptasinya, Martin membuktikan ketika mengajak anjing itu ke pameran di Semarang. Kendati cuaca di kota pinggir pantai itu panas mulut Taj tetap mengatup. “Anjing yang kepanasan biasanya menjulurkan lidah. Tapi Taj tetap tenang walau diajak berlari-lari 4 kali mengelilingi ring seluas 100 m2,” ungkapnyJ. Tahan panas ini didukung warna bulu cerah memantulkan sinar yang menerpanya.

Yang istimewa dari anjing kelompok hound itu bulu nyaris tanpa bau, meski diusap-usap beberapa kali. Diduga kebiasaan “mandi kucing” lidahnya selalu menjilati sekujur tubuh setiap malam membuat bulu selalu bersih.

Meski begitu, setiap 2 minggu Taj dimandikan dengan sampo. Bulu sebaiknya disisir setiap hari untuk menghilangkan yang rontok. Agar bulu mengkilap cukup dilap dengan kanebo basah. Jangan lupa, mata dan telinga secara berkala diperiksa.

Lantaran berbulu pendek dan kulit tipis, basenji sensitif terserang demodecosis. Untuk mengantisipasinya kandang harus tetap bersih. Lantai disemprot setiap hari dengan desinfektan, meski pup atau buang air kecil di luar kandang.

Sama halnya anjing jenis lain, basenji butuh olahraga untuk membentuk otot-ototnya. Terlalu lama di kandang menyebabkan badan loyo. Oleh karena itu ajaklah anjing berjalan-jalan keluar rumah setiap pagi. Pergantian suasana itu juga membuat anjing tidak jenuh sehingga bergairah untuk berlatih.

Pilihlah dogfood berkualitas untuk pakan basenji. Dosisnya 150 g/hari, dengan frekuensi pemberian 3—4 kali, tergantung kondisi anjing. Kalau anjing tampak kegemukan, kurangi porsinya. (Sunandar Agus)

Sunandar Agus

Add comment

Most popular

Most discussed