Anton-Nb
louhan cinhua

Bengawan Solo Expo and Lou Han Competition 2019 Goyang Inul Luluhkan Juri

Suasana di Gedung Wanita Sasana Krida Utama, Solo semakin sore makin memanas. Ketiga juri kontes Han-Han, Budi, dan Hadi Senjaya tampak mondar-mandir dan berdebat seru di depan Inul. “Tubuh ngotak sempurna dan mutiara berkilau indah. Kombinasi keduanya sangat apik,” ujar Han-Han sambil menelisik kesempurnaan Inul. Tak pelak, ketiga juri mengganjar gelar grand champion pada cinhua andalan Halley WS dari Yogyakarta itu.

Kepala, tubuh, dan ekor tampak proporsional. Sirip atas dan bawah pun kekar,” kata Hadi Senjaya, juri lain.
Berbekal first impression yang luar biasa dan mutiara yang berkilau, Inul tampil cantik memikat mata juri. Gelar terbaik Bengawan Solo Expo and Lou Han Competition 2019 pun diraih.

Pengorbanan Inul meraih posisi terhormat pantas diacungi jempol. Pasalnya, di awal kontes penghuni akuarium nomor 23 itu tampak tak bergairah. “Kepala dan warna kurang ngeform. Kondisi ikan sedang drop,” kata Hadi mengomentari penampilan Inul di awal kontes. Namun, berbekal mental juara, cinhua yang kerap kali meraih gelar grand champion itu mampu menunjukkan performa terbaik di akhir penjurian.

Sebelum menuju puncak juara, cinhua bertubuh bongsor itu harus menekuk 10 pesaing lain di kelas cinhua A. Mereka adalah jagoan-jagoan dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Solo, Bandung, dan Jakarta yang berusaha menjegalnya. Namun, kelincahan dan keharmonisan gerak membuat ia semakin memikat juri. Berhasil masuk nominasi 5 besar, cinhua berumur 2 tahun itu menjadi jawara mengalahkan cinhua andalan Seng Tie, Jakarta.

Perjuangan meraih sukses ternyata belum berakhir. Untuk mendapatkan gelar terhormat, Inul harus beradu molek dengan jawara-jawara dari kelas lain, kecuali freehead, unik, dan bonsai.

Jawara golden base tampil memukau menyaingi perolehan nilai sang jawara. “Golden base memiliki kualitas bagus. Ia tampil percaya diri,” ucap Han-Han, juri asal Semarang. Menurutnya, lou han andalan Halley WS itu juga pantas meraih gelar terbaik bila warna merah ngejreng didukung oleh ukuran tubuh dan nongnong yang maksimal.

ikan louhan 300x215 Bengawan Solo Expo and Lou Han Competition 2019  Goyang Inul Luluhkan Juri
Kampiun freehead

Saingan lain, jawara kemalau pun tak kalah cantik. Kemalau andalan Seng Tie, Jakarta, memiliki mental bertanding bagus. Performa bertanding pun semakin sempurna lantaran didukung oleh kelincahan dan keserasian. Sayang, mutiara penuh di sekujur tubuh kurang menawan sehingga gelar terbaik luput dari genggaman.

Golden base seru

Semua peserta dan pengunjung yang memadati arena lomba seakan terhipnotis oleh warna ngejreng ikan-ikan golden base. Tak heran perlombaan adu cantik lou han di kelas itu berlangsung sangat ketat. Sebanyak 15 ikan dengan warna dasar berbeda tampil dengan kualitas di atas rata-rata.

Dengan warna tubuh merah menyala dipadu oranye, golden base peraih grand champion pada Alfamart Bandung Lou Han Competition 2019, Bandung, tampil luar biasa. Ia mengukuhkan diri sebagai golden base terbaik setelah meraih poin tertinggi, 254. “Persaingan sangat ketat. Memilih ikan yang masuk 5 besar saja sangat sulit. Semua tampil dengan kondisi terbaik,” tutur Han-Han. Saingan terberatnya, golden base jagoan Donny Perkasa, asal Semarang harus puas di posisi kedua lantaran warna kurang ngeform.

Kelas freemarking juga menyuguhkan pertandingan menarik. Di kelas itu, lou han andalan Sulistiyanto, Malang, berhasil menekuk 13 pesaing dari Tasikmalaya, Cilacap, Solo, Tulungagung, dan Nganjuk. “Mulai dari warna, mutiara, body, dan kepala semua hampir sempurna,” ucap Han-Han. Rival terkuat andalan Benny, Cilacap, juga tampil cantik. Sayang, penghuni akuarium nomor 117 itu belum mampu menyaingi mutiara kuning keemasan kombinasi merah menyala milik sang juara.

Dilaksanakan .di bilangan Manahan, Solo, kontes lou han yang bertajuk Bengawan Solo Expo and Lou Han Competition 2019 itu berlangsung meriah. “Antusias hobiis dan masyarakat sekitar Solo cukup besar. Setiap hari tak kurang 300 pengunjung berdatangan,” tutur Teguh Mulyadi, ketua panitia. Maklum, kontes yang diikuti 155 peserta yang terbagi 11 kelas itu dihadiri hobiis dari berbagai kota besar. Panitia harus menyediakan 280 akuarium. Perhelatan ketiga kalinya di Kota Bengawan Solo itu menobatkan ILM sebagai juara umum. (Sunandar Agus)

Sunandar Agus

Add comment

Most popular

Most discussed