Anton-Nb

Dari Panorama Dasar Samudra

Berjam-jam duduk selonjor, mata Darmawan tak jemu menatap blue star, pidana, puRp1e tang, dan yellow tang. Ikan hias laut itu lalu lalang di antara batu hiodan anemon piring yang tertata apik di akuarium berkapasitas 1.500 liter. Begitulah sang pengusaha kerap menghabiskan waktu di depan akuarium senilai Rp50-juta. Pesona dasar samudera yang kini berpindah ke akuarium persegi panjang itu memberinya kenikmatan.

Isi akuarium 240 cm x 80 cm x 75 cm itu memang indah. Keindahan terlihat dari harmonisasi letak karang hidup seperti kolang-kaling kembang, anemon, batu hio cabang, dan anemon jagung. Semua diatur sedemikian rupa hingga menyerupai bukit di bagian tengah akuarium. Beberapa karang besar seukuran piring makan ditata seperti lubang gua di salah satu sudut akuarium. Dari lubang gua itu pula, ikan-ikan seperti yellow tang, puRp1e tang, pidana, dan clown fish, asyik menerobos keluar-masuk.

Layar tampilan dalam akuarium itu dirancang 3 dimensi. Dari sudut pandang semua sisi panjang akuarium, depan dan belakang, panorama kehidupan dasar laut tetap bisa dinikmati. Tak ada spesies ikan dan karang yang dominan . Seluruh kehidupan laut di akuarium berketebalan kaca 19 mm itu dibuat bersinergi secara seimbang seperti habitat aslinya.

Dari pameran

Menurut Darmawan, kesenangan pada akuarium laut muncul ketika menemani sang istri ke pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta Selatan.

“Kebetulan di pelataran mal itu diadakan pameran akuarium laut. Pas dilihat kok langsung suka,” ujar Darmawan. Di sana akuarium berukuran 240 cm x 80 cm x 75 cm yang dipajang memikat banyak pengunjung. Lantaran terpikat keindahannya usai pameran, akuarium itu segera diboyong Darmawan seharga Rp50-juta. “Sampai perlu 11 orang untuk menggotongnya ke luar,” ujarnya.

Agar kemolekan akuarium tahan lama, seperangkat mesin dikerahkan untuk menjaga. Tugas menjernihkan air dan mengenyahkan zat-zat beracun diserahkan pada filter. Terdiri dari 4 tangki fiber glass dengan beragam ukuran, mulai dari 60 cm x 60 cm sampai 70 cm x 10 cm. Filter pertama berisi bioball diletakkan di dalam akuarium. Air yang tersaring selanjutnya mengalir masuk ke-3 filter lain masing-masing berisi bioball, filtermat, dan karbon aktif adent, semuanya ditaruh dalam kabinet.

Kerja filter itu disokong oleh protein skimmer JS-150L sebagai pengurai amonia.

Untuk menjaga suhu air ideal, 24 sampai 26°C, chiller lokal berkapasitas 1 PK dipasang. Kapasitas pendingin itu sudah naik 2 kali lipat dibanding chiller sebelumnya, PK, yang perlu berkerja selama 24 jam penuh. “Chiller baru secara periodik akan mati saat suhu lebih rendah.

Keunggulan lain suaranya lebih halus karena kompresor terletak di luar seperti AC,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Katholik Parahyangan, Bandung itu. Fotosintesis karang hidup dibantu prosesnya oleh 4 lampu metal halide yang diletakkan setinggi 30 cm di atas permukaan air.

aquarium Dari Panorama Dasar Samudra
Hobi baru yang menyentuh kalangan menengah dan atas

Meski akuarium air laut sudah dilindungi seperangkat mesin, tapi Darmawan tetap memakai jasa perawat akuarium. Sebulan 4 kali, 2 orang dari perusahaan penyedia jasa perawatan akuarium laut di Jakarta Barat, datang untuk merawat mesin, mengganti air, dan mencemerlangkan hamparan karang di dasar akuarium yang kusam. “Saya sendiri cukup memberi pakan. Kalaupun tak sempat, ada automatic feeder yang sudah disetel dosis dan interval waktunya,” kata ayah 1 putra itu.

Gara-gara Nemo

Kegemaran masyarakat perkotaan pada akuarium laut belakangan ini sedang menanjak. Itu tak melulu di Jakarta. Namun juga di kota besar seperti Medan, Surabaya, Makassar, Palembang, Banjarmasin, dan Balikpapan. Indikasi itu terlihat dari penjualan aksesori seperti protein skimmer, pakan, dan obat. “Pedagang-pedagang di luar Jawa sudah rutin mengambil perlengkapan akuarium laut dari sini,” ujar Laurence Suryanata direktur manajer operasional Aquarista, spesialis akuarium tawar dan laut di ITC Roxy, Jakarta Barat.

Salah satu penyebab maraknya akuarium laut, antara lain turunnya tren lou han yang ramai di awal 2001 hingga medio 2003. “Banyak pengemar lou han yang bingung mengisi akuariumnya,” ujar Jimmy Kuncoro Wardana dari Akuaris, konsultan, pendekor, dan penyedia sarana akuarium laut di Surabaya.

Pilihan hobiis pada akuarium laut lebih disebabkan karena faktor keindahan dan nuansa warna-warni dari ikan penghiasnya. “Warna ikan-ikannya cantik ndak membosankan,” ujar Suryo, pemilik Modern Aquarium di Pasar Kembang, Wonorejo, Surabaya. Hal senada diungkapkan pula oleh Laurence Suryanata,”80% pengunjung yang masuk ke toko kami langsung melirik akuarium laut. Padahal di sampingnya juga dipajang akuarium besar air tawar,” ujarnya

Jasa perawatan

Dari lacakan Trubus di sentra-sentra ikan hias di Surabaya dan Jakarta, terjadi lonjakan permintaan untuk dekorasi, penjualan aksesori, ornamen laut termasuk ikan, dan jasa perawatan. “Paling terasa setelah film Nemo (kisah petualangan ikan laut bernama Nemo, red) diputar di bioskop,” ujar Ifu pemilik Ifan’s Aquarium, penyedia aksesori dan ikan hias laut di bilangan Raya Patuha, Surabaya.

Ibu 1 putra itu menggambarkan, setahun lalu di Raya Patuha, hanya ia sendiri yang menjajakan karang hidup dan ikan hias laut bagi pedagang di Irian Barat dan Kayun (sentra ikan hias lain di Surabaya, red). Begitu film Finding Nemo diputar di bioskop, setidaknya 6 pedagang lain turut mengais rezeki menjual akuarium laut. “Untuk eceran saja, sehari bisa laku 40 sampai 50 ikan yang harganya Rp7.500 sampai Rp 10.000 per ekor” ujar Ifu. Yang paling diminati tentunya sang maestro nemo, ikan clown fish. Jenis lain yang laku dijual seperti piyama, skorpion, kepe-kepe, blue devil, zebra, dan dakocan.

Di sentra ikan hias di Jakarta, seperti Sumenep dan Barito, pemandangan serupa juga tampak. Di Sumenep misalnya, kini berdiri 1 sampai 2 toko baru penyedia aksesori dan ornamen laut. “Sekarang banyak yang datang ke sini. Dari hanya lihat-lihat sampai membeli aksesori dan ikan,” ujar Trisno, salah satu pedagang. Meski demikian, diakui Mahmud di Barito, pesanan pembuatan akuarium laut agak jarang. “Sebulan dapat 1 sampai 2 pemesan saja sudah bagus,” ujar ayah 2 putra itu.

Di Jakarta, pangsa terbesar justru pada perawatan akuarium. “Kebanyakan sudah punya tapi ngga mau repot merawat,” ujar Budi, pemilik Aquanda yang memiliki 70 pelanggan itu. Akuarium ukuran 1 meter butuh biaya Rp200.000 per bulan dengan 4 kali kunjungan.

air laut Dari Panorama Dasar Samudra
Gara-gara film Nemo, akuarium laut bangkit

Harga itu hanya meliputi pembersihan akuarium dan pemberian pakan ikan. Untuk perawatan khusus karang dan ikan harga melonjak mencapai Rp700.000 sampai Rp2-juta per bulan.

Kalangan menengah

Kesan hobi mahal pada akuarium laut kini berangsur ditepis. “Pasar terbesar sebetulnya kalangan menengah ke bawah,” ujar Jimmy Kuncoro Wardana. Pasar itulah yang kini dibidik alumnus Sekolah Tinggi Teknik Informatika Surabaya itu. Tak tanggung-tanggung untuk berpromosi agar akuarium laut lebih memasyarakat, Jimmy rela menggelontorkan dana hingga Rp 16-juta.

Menurut Jimmy, hobiis pemula dapat memiliki akuarium laut sederhana dengan harga sangat terjangkau. Modal yang dibutuhkan berkisar Rp500.000.

Perinciannya, akuarium berukuran 60 cm x 30 cm x 36 cm seharga Rp90.000 sampai 120.000; pasir kali 2 sak, Rp 18.000; batu karang 2 buah, Rp30.000; pompa submersible SP100, Rp26.000; lampu AA50 sampai 60 10 watt, Rp78.000; populasi ikan 10 ekor, rata-rata Rp 10.000 per ekor; protein skimmer, Rp16.500 sampai Rp70.000; dan 60 liter air laut, Rp9.000. “Dengan akuarium kecil dan tanpa terumbu karang hidup, chiller tak perlu dipakai,” ujarnya.

Bila perlu jasa pendekor, Ita di Raya Patuha, Surabaya, mematok haiga Rp 1,5-juta. Harga itu tidak termasuk filter, lampu, dan akuarium. “Biasanya sebelum dimasukkan ikan, akuariumnya didekor dulu,” paparnya. Jika pembeli tak mau direpotkan membikin akuarium, Ita juga menjual akuarium bekas siap pakai berukuran 100 cm x 80 cm x 75 cm seharga Rp500.000. Soal penampilan isi, harap mafhum tentu tak semolek yang puluhan juta rupiah.

“Kalau mau meniru seperti habitat asli dan berumur panjang memang perlu dana besar,” ujar Suryo. Hal senada diungkapkan Laurence. Untuk mendesain akuarium berukuran 150 cm x 60 cm x 60 cm setidaknya butuh biaya Rp 16-juta. Perinciannya, akuarium, Rp3,5-juta: filter, Rp3,5-juta; lampu metal halide, Rp4,8-juta;karbon aktif, Rp4,85-juta; dan jasa dekor, Rp4,5-juta.

Jumlah itu akan membengkak hingga Rp28-juta bila ditambah perlengkapan optional seperti chiller 1/2PK, Rp4,75-juta; calsium reaktor CAI00, Rp1,24-juta; pH control, Rp1,75-juta; atau kabinet, Rp6-juta. “Mahal tapi sebanding dengan penampilannya,” ujar Laurence. Seperti Darmawan yang seolah-olah dapat ikut menyelam menikmati panorama dasar samudera dari balik dinding akuarium. (Sunandar Agus)

Sunandar Agus

Add comment

Most popular

Most discussed