Meski Harry mengkonsumsi obat kimia penurun gula darah, tetapi hasilnya kurang signifikan. Kerabatnya menyarankan konsumsi PCO (Pandanus Cocos Oil) campuran antara VCO dan ekstrak buah merah. Selang 10 hari dibarengi perbaikan pola makan, kadar gula darah Harry stabil, 130 mg/dl. Tubuhnya pun bertambah bugar.

Diabetes memang penyakit turunan yang tidak bisa disembuhkan, tetapi bukan berarti tak bisa dikendalikan. Empat penyebab timbulnya hiperglikemia kadar gula darah tinggi yaitu peningkatan konsumsi karbohidrat, penurunan sekresi insulin, peningkatan luaran glukosa hati, dan peningkatan asupan glukosa periferal (resistensi insulin). Pengobatan diabetes berdasarkan masing-masing penyebab.

Diabetesi penderita diabetes penting mengetahui penyebab timbulnya hiperglikemia untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Sebagai contoh, peningkatan konsumsi karbohidrat diatasi dengan pemberian obat jenis inhibitor alfa-glukosidase. Jika penyebabnya penurunan sekresi insulin, dokter memberikan sulfonilurea. Sementara bila diabetes akibat peningkatan resistensi insulin diatasi dengan obat jenis biguanida (metformin).

Khasiat Antioksidan

Olahraga
Olahraga kurangi risiko diabetes

Penderita diabetes tipe 2, sebaiknya memperbaiki pola hidup sebelum melirik obat-obatan dan herbal. Pola makan yang baik dan sehat, kunci sukses manajemen diabetes. Diabetesi wajib diet pembatasan kalori, terlebih diabetesi tipe 2 yang mengalami kegemukan. Pemilihan makanan harus secara bijak dengan pembatasan kalori, terutama pembatasan lemak total dan lemak jenuh untuk mencapai normalisasi kadar glukosa dan lipida darah.

Tak ada satu patokan menu diet yang dipakai oleh diabetesi. Pasalnya, menu dibuat dengan menghitung jumlah kalori berdasarkan kondisi individu pasien. Namun, secara umum komposisi menu yang direkomendasikan terdiri dari 60-65% karbohidrat, 25-35% lemak, dan 10-20% protein.

Konsumsi alkohol harus dibatasi atau lebih baik dihindari. Penyerapan glukosa oleh sel dapat terganggu nikotin. Untuk itu sebaiknya diabetesi yang merokok segera menghentikan kebiasaan buruknya.

Di samping upaya penurunan kadar gula darah, asupan antioksidan juga penting untuk mencegah timbulnya komplikasi seperti jantung koroner, hipertensi, kolesterol tinggi, dan stroke.

Komplikasi mungkin terjadi karena umumnya diabetesi mengalami kekurangan mineral penting seperti kromium, seng, magnesium, selenium, dan kalium. Padahal, mineral-mineral itu dibutuhkan untuk meningkatkan kepekaan insulin dan toleransi glukosa.

Pengaturan pola makan dapat menstimulasi sel-sel beta pankreas dalam memproduksi insulin. Terutama melalui asupan karbohidrat kompleks dan serat tinggi, pembatasan kalori (rendah protein dan lemak jenuh), asupan antioksidan alami terutama vitamin E dan D (buah-buahan dan sayuran), serta asupan asam-asam lemak esensial tak jenuh.

Asupan lemak terutama berpengaruh pada kepekaan insulin. Hindari lemak jenuh karena memperburuk kepekaan insulin. Asam jenuh rantai sedang yang terkandung dalam minyak kelapa baik dikonsumsi diabetesi. Penerapan pola makan vegetarian terbukti sangat efektif membantu diabetesi, terutama yang berkaitan dengan komplikasi neuropati.

Khasiat PCO

Olahraga teratur mengurangi resistensi insulin sehingga dapat digunakan secara lebih baik oleh sel-sel tubuh. Jenis olahraga yang dianjurkan tergantung penderita dengan mempertimbangkan minat, kondisi fisik, kapasitas, dan motivasi. Olahraga harus teratur, 5—6 kali seminggu untuk mengurangi bobot badan bagi yang gemuk.

Diabetesi yang tidak aktif, dapat memulai olahraga secara perlahan mulai dari yang ringan seperti jalan kaki atau bersepeda dan ditingkatkan perlahan untuk menghindari cedera, hipoglikemia, dan masalah jantung.

Sebuah studi menunjukkan peningkatan aktivitas fisik 30 menit/hari mengurangi risiko diabetes. Bila manajemen pola hidup belum mampu menstabilkan kadar gula darah normal, penggunaan obat atau herbal menjadi langkah berikutnya. Salah satunya dengan PCO yang memiliki sifat-sifat kimia, fisika, biologis, toksisitas, dan farmakologis lebih baik dibandingkan minyak penyusunnya.

PCO mengandung gabungan aanyak kekuatan untuk mengendalikan kadar glukosa darah, terutama inhibitor a-glukosidase dan tokoferol asal minyak buah merah dan asam lemak jenuh rantai sedang dari VCO (virgin coconut oil).

Inhibitor a-glukosidase memperlambat kecepatan dekomposisi karbohidrat menjadi glukosa, sedangkan asam lemak jenuh rantai sedang dapat mengaktifkan pankreas. Akibatnya produksi insulin meningkat.

Efek utama dari tokoferol vitamin E  dalam mengendalikan gula darah berkaitan dengan aktivitas antioksidan lipofilik yang kemungkinan berpengaruh terhadap glikasi protein, oksidasi lipida, kepekaan dan sekresi insulin, serta metabolisme glukosa non-oksidatif. Gabungan ketiga mekanisme itu membuat PCO lebih baik dalam pengendalian gula darah dibandingkan minyak buah merah maupun VCO.

PCO juga mengandung mineral-mineral seperti kalsium, seng, dan kalium penting yang membantu mengendalikan gula darah. Kalsium dapat meningkatkan kepekaan insulin, sedangkan pasokan seng dan kalium cukup dapat mencegah timbulnya resistensi insulin. Di samping itu, PCO juga mengandung vitamin C untuk mengurangi glikosilasi dan menyediakan aktivitas antioksidan.

Kandungan nutrisi dan senyawa aktif PCO lebih lengkap dibandingkan minyak buah merah dan VCO. Senyawa-senyawa antioksida (0-karoten, tokoferol, vitamin C dan flavonoid), steroid, triterpenoid, asam lemak tak jenuh, dan mineral (Ca, Fe, P, Na, K, Z) dalam PCO membantu mengatasi penyakit komplikasi diabetes. Perlu diingat, diabetesi tetap harus mengatur pola makan dan aktif berolahraga. Keduanya tidak dapat tergantikan oleh apa pun.