Hutan Tropis Bertema Integrated Habitat di Belantara Beton

Rancangan taman tropis bertema integrated habitat itu menyatukan rumah dengan dunia luar

tanaman2

Tiga kamboja bali Plumeria sp berdiri tegak di halaman gersang sebuah rumah di bilangan Blok M, Jakarta Selatan. Pagar besi setinggi 1,5 m memisahkan rumah bertingkat 2 itu dengan dunia luar. Sejak setahun silam, kesan angkuh rumah itu tak lagi kentara. Rancangan taman bertema integrated habitat menyatukan rumah itu dengan dunia luar. Daun pisang hias Calathea lutea nan lebar berpadu Alpinia zerumbet menyamarkan pagar besi. Kediaman Helmut Paasch itu bagaikan sebuah taman tropis mini di tengah “sangarnya” ibukota.

Taman di rumah pria berdarah Jerman itu patut diacungi jempol. Lahan di bagian luar pagar yang berbatasan langsung dengan jalan raya turut dipercantik. Tanah selebar 2,5 m di luar pagar ditanam pisang hias sebagai tanaman utama. Itu dipadukan dengan Alpinia zerumbet yang juga berdaun lebar. Sebagai penutup tanah dipilih Axonopus compressus yang tumbuh baik di tanah ternaungi.

Menurut Thorsten d’Heureuse, perancang taman, tanaman utama memang dipilih berdaun lebar. Tujuannya agar pagar yang memisahkan rumah dengan lingkungan luar tersamar. Lazimnya, pagar besi disamarkan dengan tanaman merambat seperti srigading. Sementara pagar beton disembunyikan dengan penanaman rapat bambu cina berdiameter kecil.

taman tropis yang Teduh dan nyaman
Teduh dan nyaman

Penataan taman hingga ke balik pagar memiliki keuntungan lain. “Halaman rumah terkesan luas,” ujar Henny Paasch, istri Helmut, yang menyambut kedatangan Trubus. Mata pejalan kaki yang melewati ruas jalan di depan rumah Henny pun dimanjakan oleh keindahan taman.

Table of Contents

Sistim Integrated habitat

Rancangan taman yang dibuat oleh Thorsten itu dikenal dengan sebutan integrated habitat alias penyatuan dengan alam. Ciri umumnya ialah menyatukan taman dengan lingkungan sekitar. Pembuatan taman juga mesti melihat kondisi dan tanaman asli yang tumbuh di tempat itu. Tanaman yang dipilih sebisa mungkin tanaman yang sudah ada.

Tengok saja taman di rumah Helmut. Di depan pintu gerbang, berdiri tegak sebatang Plumeria rubra berbunga merah menyambut setiap tamu datang. “Itu tanaman asli yang ada di pekarangan rumah ini sebelumnya,” kata Henny. Sementara 2 kamboja lain dicabut dan dipindahkan ke halaman belakang. Pemindahan dilakukan semata-mata agar komposisi taman sesuai dengan keinginan.

Itu berbeda dengan rancangan taman pada umumnya. “Biasanya desain dibuat, lalu tanaman asli ditebang dan diabaikan. Pada integrated habitat, diusahakan tidak menebang pohon besar satu pun. Rancangan diupayakan untuk memanfaatkan sela-sela tanaman besar itu,” tutur Thorsten.
taman1

Jenis tanaman tropis untuk taman tropis

Menurut pemilik Tropland Studio itu, jenis tanaman tropis untuk taman bertema integrated habitat tak memerlukan tanaman mahal. “Yang penting penataannya baik,” ujar kelahiran Jerman 45 tahun silam itu. Ia mencontohkan keluarga pinang-pinangan, pandan-pandanan, dan pisang-pisangan merupakan elemen taman yang murah’, mudah didapat, tapi cantik. Selain itu perawatan minimal, tak perlu sering dipangkas.

Yang terpenting justru penempatan di taman. pada taman tropis mini, Keluarga pinang yang bersosok tinggi mengesankan tanaman berumur tua. Pandan pantas ditanam mendampingi tiang beton penyangga beranda. Sementara tanaman berdaun lebar cocok sebagai sekat yang memisahkan satu desain dengan desain lain. Jadi, ada kejutan di titik-titik tertentu.

Di halaman belakang misalnya, Thorsten menyekat kolam renang yang berpadu kolam tropis dengan keluarga talas-talasan.

Begitu juga hamparan rumput dengan kolam renang dipisahkan dengan pisang hias berdaun lebar.

Agar tak membosankan, warna hijau yang dominan dipadukan dengan warna merah dan tanaman berbunga kuning. Thorsten memilih beragam heliconia dan iris yang berbunga sepanjang tahun. Ia meletakkannya di bawah naungan tanaman berdaun lebar. Ahh, taman berpadu dengan alam seperti di rumah Helmut Passch meredam angkuhnya ibukota.

Tinggalkan komentar