Anton-Nb
Membersihkan alga aquarium

Ikan Hias Laut Sering Mati? Berikut Cara Pencegahannya

Inilah kebiasaan yang lazim dilakukan para hobiis anyar akuarium laut. Mereka sering kebanyakan memberi pakan ikan. Maksud hati ingin mengenyangkan perut sang klangenan, tapi apa daya rasa sayang itu justru berujung maut.

Nurcahyo Widodo adalah contohnya. “Masak belum seminggu, sudah harus beli ikan lagi,” ujar bujangan pada Trubus ketika bergegas memboyong 6 ekor clown fish dari gerai Ifan’s Aquarium di Surabaya. Sang empunya gerai, Ifu, sudah mengira penyebab ajal itu. “Biasanya karena kebablasan ngasih pelet ikan,” ujar Ifu.

Ikan hias laut memang rakus. Pakan yang diberikan selalu disantap meski kenyataannya banyak yang terbuang percuma. Sisa-sisa pakan itu sebetulnya secara alami akan diuraikan oleh terumbu karang sebagai filter biologis. Namun, pada kondisi tertentu terjadi akumulasi amonia akibat pemberian pakan berlebih. Amonia yang seharusnya terurai pada siklus nitrogen urung menjadi nitrat. Alhasil dalam hitungan hari seluruh ikan pun mati lemas.

Perlu diet ketat

Menurut Jimmy Kuncoro Wardana, perancang akuarium laut di Surabaya, kejadian ikan mendadak mati paling sering dikeluhkan para pelanggan. “Mereka sudah diberi tahu dosis pakan, tapi kerap dilanggar,” ujar Jimmy. Meski akuarium dilengkapi protein skimmer sebagai pengurai amonia, tapi bila akumulasi sisa pakan dan kotoran berlebih, hasilnya serupa, ikan pun meregang nyawa.

Bencana itu dapat dihindari dengan diet ketat. Tujuannya mengurangi beban kerja filter biologi sehingga kinerja ekosistem tidak terganggu. Contoh, akuarium sepanjang 2 m yang berisi 20 sampai 30 ikan cukup diberi pakan pelet 1,5 sendok makan per hari. “Kalau mau ditambah, bisa diberi beberapa lembar selada air,” ujar Darmawan, hobiis di Jakarta Selatan.

persiapan Ikan Hias Laut Sering Mati? Berikut Cara Pencegahannya
Protein skimmer dibersihkan secara berkala dari busa amonia

Beberapa parameter air perlu diukur untuk memastikan ekosistem berjalan baik, seperti pH, 8 sampai 8,3; salinitas, 1,023 sampai 1,025ppm; suhu, 24 sampai 26°C; dan kalsium 350 sampai 450 ppm. “Untuk suhu perlu pertimbangan, mana yang diprioritaskan, ikan atau terumbu karang?” ujar Suryo, pemilik Modem Aquarium di Surabaya. Maklum penyetelan suhu untuk ikan dan terumbu karang berbeda. Ikan dapat hidup pada kisaran 22 sampai 30°C sedangkan terumbu karang lebih spesifik 25,8°C.

Ganti air aquarium secara berkala

Air laut pun perlu diganti agar sumber plankton baru selalu terjamin. Setidaknya 20% air laut diganti setiap sebulan. Usahakan pergantian air tidak dilakukan langsung, tapi diatur sehingga kecepatan aliran air keluar-masuk seimbang. Kondisi itu perlu diterapkan pada akuarium yang didominasi terumbu karang jenis sponge dan akar bahar. Maklum, mereka cepat mati pada kondisi tanpa air. Pengaturan aliran itu juga meminimalisasi fluktuasi salinitas yang berujung stres.

“Air laut perlu diberi kalsium setiap hari,” ujar Jimmy. Kalsium berguna memacu pertumbuhan terumbu karang. Setiap liter air laut perlu 0,02 g kalsium. Artinya, bila akuarium bervolume 100 liter, membutuhkan 2 g kalsium bubuk setara kira-kira 1/4 sendok makan. Encerkan kalsium dalam 1 liter air dan diamkan beberapa saat sehingga terlihat endapan. Yang digunakan larutan beningnya saja. Larutan itu ber pH tinggi. Sebab itu saat digunakan ia tidak boleh dituang sekaligus, tetapi bertahap untuk mencegah perubahan pH.

Kekuatan arus air di akuarium perlu diukur. Arus dibutuhkan untuk mensirkulasi air laut agar terekspos ke permukaan karang. Tujuannya ikut membantu peran terumbu sebagai media filter biologis. Arus idealnya mampu berputar sebanyak 6 kali kapasitas akuarium selama sejam. Pada akuarium volume 200 liter, misalnya, supaya jumlah putaran itu tercapai, dibutuhkan pompa berkekuatan 1.200 liter/jam.

Karena melakukan fotosintesis, terumbu karang pun perlu cahaya sebagai pengganti matahari. Kekuatan cahaya yang diperlukan adalah separuh dari volume akuarium. Pada akuarium 100 liter membutuhkan lampu 50 watt. Lampu neon atau lampu metal halide bisa dipakai. Kelemahan lampu neon, sinarnya tidak bisa menembus hingga kedalaman 60 cm. Padahal habitat terumbu karang di akuarium di kedalaman itu.
aquarium air Ikan Hias Laut Sering Mati? Berikut Cara Pencegahannya

Disuapi

Seperti ikan hias, beberapa jenis terumbu karang perlu diberi pakan secara langsung karena tidak memiliki zooxanthellae. Jenis-jenis itu seperti anemon, cerianthus, karang daging, kolang-kaling, karang melati, jamur besar, dan polip matahari. Pakan seperti udang segar dicacah terlebih dahulu, lalu disuapkan memakai penjepit kayu.

Beberapa ikan hias laut ternyata suka menyantap terumbu karang. Ikan-ikan itu antara lain angelfish, kepe-kepe, dan trigerfish. Pemula memang disarankan tidak memelihara para pemangsa itu bila terumbu karang menjadi komponen utama dalam akuarium.

Untuk menjamin ekosistem berjalan normal, secara berkala seluruh sistem filterisasi perlu dicek dan dibersihkan. Protein skimmer contohnya tabung bagian kepala seperti kerucut perlu dibersihkan dari busa-busa sisa amonia. Untuk bak filter, cukup filtermat yang dibersihkan. Caranya dengan menyemprotkan air. Filter berisi bioball tidak perlu diutak-atik karena banyak mengandung bakteri pengurai yang berjasa menguraikan amonia.

Ikan Hias

  • pH 8,0 sampai 8,3
  • Suhu 22 sampai 30°C
  • Salinitas 1,023 sampai 1,025
  • Amonia 0,1 sampai 1,0 mg/L
  • Nitrit 0 sampai 0,3 mg/L

Terumbu Karang

  • pH 8,2 sampai 8,3
  • Suhu 24 sampai 26°C
  • Salinitas 1,023 sampai 1,025
  • Nitrat 5,0 sampai 20 mg/L
  • Kadar Kalsium 350 sampai 450 ppm
  • Alkalinitas 7 sampai 10dKH

(Sunandar Agus)

Sunandar Agus

Add comment

Most popular

Most discussed