Jasa Penitipan Anjing Untuk Doggo Kesayangan

Lanny Lamiwangi tak perlu bingung bila berlibur ke luar kota selama beberapa hari. Hobiis yang tinggal di Setra Duta, Bandung itu selalu menitipkan kesayangannya ke salah satu penitipan anjing. Di sana si Giant, nama anjing …

Lanny Lamiwangi tak perlu bingung bila berlibur ke luar kota selama beberapa hari. Hobiis yang tinggal di Setra Duta, Bandung itu selalu menitipkan kesayangannya ke salah satu penitipan anjing. Di sana si Giant, nama anjing itu, aman dan terawat baik. Usai liburan, golden retriever itu tetap segar bugar.

Semula Lanny tidak tahu ada jasa penitipan anjing (dog day care). Ia berencana menitipkan anjing ke salah satu saudaranya. Namun, ada kekhawatiran si Giant merusak perabotan rumah. Beruntung, ia diberi informasi ada jasa penitipan anjing.

Contoh kasus sederhana ini kerapkali dialami hobiis. Muncullah beragam jasa menawarkan solusi lengkap dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan anjing. Berdasarkan lacakan Kami ke berbagai kota, jasa ini mulai banyak diusahakan para pemilik petshop, kennel, sekolah anjing, atau klinik satwa.
Jasa Penitipan Anjing

Jasa Musiman

Ade Sucipto, pemilik Itto petshop menangkap peluang bisnis penitipan anjing 2 tahun lalu. Atas permintaan para hobiis, ia menyediakan 15 kandang di petshopnya di Leuwipanjang, Bandung.

Menurut Ito jasa penitipan anjing masih jarang yang mengusahakan secara khusus. Alasannya, bisnis itu hanya musiman. Sebab, sebagian besar hobiis menitipkan anjing hanya saat liburan besar, seperti natal dan lebaran. Namun, “Sebenarnya ada saja yang menitipkan pada hari libur biasa,” ungkapnya.

Pada Sabtu, Minggu atau hari libur lain 15 kandang milik Ito hanya diisi 2 sampai 4 anjing. Begitu tiba Natal dan Lebaran, penuh. Bahkan tahun lalu ia menambah 5 kandang lagi. Kini ia sudah siap siaga menambah kandang untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penginap. “Saya perkirakan liburan akhir tahun ini lebih ramai dibanding yang lalu,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Anna Ekawati, pemilik Griya Satwa Lestari (GSL). Ia menerima jasa penitipan anjing 2 tahun silam di samping usaha klinik hewannya. Dokter hewan lulusan UGM itu sudah menyediakan 18 kandang di rumah prakteknya di Jalan Singosari, Semarang. ’’Saat lebaran tahun lalu, semua kandang terisi,” tuturnya. Ia berencana membangun 16 kandang lagi di areal 1.100 m2 di Boja, Semarang.

Pondok Pengayom Satwa (PPS) sudah “mengintip” celah usaha ini sejak 13 tahun silam. “Semula yayasan ini berorientasi ke penyayangan binatang, tapi berkembang menjadi penitipan,” tutur drh Oni Saaroni, pengelola PPS. Sejak berdiri PPS memiliki 84 kandang. Setiap tahun PPS selalu menjadi langganan hobiis yang akan menitipkan anjingnya.

Waktu natal dan lebaran tahun lalu kandang yang ada di PPS sudah penuh. Untuk mendapatkan jatah kandang, beberapa hobiis harus mem-booking 2 bulan sebelumnya. “Mereka leluasa memilih kandang yang sesuai keperluan,” jelas Oni.

Jasa Penitipan Anjing Dengan Beragam fasilitas

Banyak fasilitas yang ditawarkan para pengusaha jasa penitipan anjing. Yang umum adalah perawatan sehari-hari, seperti memberikan pakan, minum, dan mandi. Ito memasang tarif per hari untuk anjing besar Rp50.000 sampai Rp60.000; kecil Rp30.000 sampai Rp35.000.

Di tempat Ito anjing selalu dimandikan sebelum masuk penitipan untuk mengantisipasi penularan kutu. Kegiatan ini ia ulang seminggu sekali dan saat pemilik menjemput anjing. Untuk menjaga kesalahpahaman saat pengambilan ia memberikan surat perjanjian yang harus ditandatangani pemilik.

Isinya memberi dan merawat sesuai permintaan pemilik, tidak bertanggung jawab atas sakit atau mati. Jika anjing sakit dipanggilkan dokter hewan dengan biaya si pemilik. Bila mati ada surat keterangan dokter hewan, atau difoto bila si penitip tidak bisa dihubungi dan anjing yang mati dibuang. Pengecekan kesehatan anjing pun ia lakukan agar tidak menular ke anjing lain.

Hal serupa dilakukan GSL. Anna menetapkan tarif per hari untuk anjing kecil Rp20.000, sedang Rp25.000, dan besar Rp30.000. “Harga itu sudah termasuk biaya pakan dan mandi,” jelasnya. Kemudahan di GSL adalah anjing sakit bisa langsung diperiksa dan diobati. Kalau perlu malah bisa rawat inap.

Saat Kami berkunjung ke GSL terlihat kandang anjing sehat terpisah dengan yang sakit. “Anjing sakit harus dikarantina jangan sampai menyebar,” tegas Anna. Selain anjing, ditampung pula kucing, kelinci, dan monyet. Hobiis tidak harus membawa anjing sendiri. Sejumlah 3 perawat di GSL siap antar-jemput anjing di rumah.

Pondok Pengayom Satwa di Ragunan. Jakarta Selatan punya kiat untuk menerima titipan satwa. Biaya penitipan per hari untuk anjing sedang hingga besar Rp15.000 sampai Rp25.000, kucing Rp10.000. “Harga itu bisa negosiasi. Jika tidak ada uang, bisa diganti barang lain asal bisa dimanfaatkan di sini, seperti koran bekas atau beras,” papar Oni pada Kami.

Tinggalkan komentar