Jintan Hitam Liliput Penjinak Kanker

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Namanya cukup singkat, MCF-71. Namun, efeknya bisa begitu panjang, la adalah pemicu kanker payudara. Dengan ekstrak biji jintan hitam, keganasannya dapat dijinakkan.

Itu bukan isapan jempol belaka. Farah Ibrahim O AU dan Begum Rowshan A AU membuktikannya melalui serangkaian riset ilmiah2. Kedua peneliti Jackson State University, Amerika Serikat, itu mula-mula memperbanyak sel kanker MCF-7 dengan teknik kultur sel. Setelah itu, mereka membuat larutan dari ekstrak air dan ekstrak etanol dari jintan hitam.

Sebanyak 6 sampel larutan: larutan ekstrak air, ekstrak etanol, campuran ektrak air dan etanol, campuran ektrak air dan peroksida, campuran ekstrak etanol dan peroksida, serta campuran ekstrak air, etanol, dan peroksida diujikan. Peroksida zat penekan oksidatif. Masing-masing larutan itu diteteskan pada sel kanker yang dibiakkan di cawan petri. Indeks toksisitas (LC50) diukur dari persentase jumlah sel kanker yang selamat setelah ditetesi larutan.

Khasiat Jintan hitam Terbukti  Secara ilmiah

ekstrak jintan
Jintan hitam

Hasilnya? Ekstrak etanol jintan hitam, campuran ekstrak etanol dan ekstrak air, serta campuran ekstrak etanol dan peroksiad, paling efektif menonaktifkan sel-sel kanker. Itu terlihat dari nilai LC50  jumlah sel kanker yang tersisa mencapai 377,16 sampai 573,79 IU. Larutan peroksida mampu menyisakan sel kanker sebanyak 460,94 IU.

Sedangkan larutan ekstrak air, campuran ekstrak air dan peroksida, serta campuran ekstrak air, ekstrak etanol, dan peroksida, hanya mampu menyisakan masing-masing 940,5, 725,79, dan 765,94 IU. Namun pada dasarnya, penggunaan kalonji alias jintan hitam secara tunggal maupun dicampur dengan zat penekan oksidatif, efektif menonaktifkan sel kanker MCF-7 sehingga berpotensi untuk mencegah dan mengatasi kanker payudara.

Faedah Nigella sativa tak hanya mengatasi sel kanker. Ekstrak jintan hitam juga ampuh meredakan kadar gula darah penderita diabetes. Hal itu telah teruji secara klinis oleh Harijanto Achmad dan M Mulky Yasin A, dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang.

Uji klinis dilakukan terhadap 5 pasien diabetes yang tidak tergantung insulin. Setelah puasa 10 jam, kelima pasien diukur sampel darahnya (sampel I sebagai kontrol). Tiga puluh menit kemudian, pasien kembali diambil darahnya (sampel II). Setelah itu, pasien diberi asupan karbohidrat berupa segelas nasi putih isi 300 cc atau setara 1.700 kalori.

Sejam berselang, kelima pasien diukur kadar gula darahnya (sampel III). Pengambilan sampel IV dilakukan dua jam berikutnya untuk mengetahui post prandial atau kadar gula setelah makan. Selama sepekan pasien istirahat. Setelah itu, pasien kembali mendapat perlakuan seperti sepekan sebelumnya. Bedanya, sesaat setelah pengambilan sampel I, pasien mendapatkan asupan 60 ml ekstrak jintan hitam.

Setelah perlakuan dengan dan tanpa pemberian ekstrak jintan hitam dibandingkan, hasilnya menunjukkan ekstrak jintan hitam berefek hipoglikemik alias meredakan kadar gula darah yang signifikan setelah pengukuran pada menit ke-90. Efeknya semakin meningkat setelah menit ke-150.

Obat kuno

Pedagang Rempah di turki sedang mengekstrak minyak dari jintan hitam

Secara tradisional, jintan ireng sebutan jintan hitam dalam bahasa Jawa digunakan untuk mengobati aneka penyakit seperti asma, bronkhitis, diabetes, meningkatkan produksi air susu ibu, infeksi, sakit perut, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Khasiatnya telah dikenal sejak era peradaban Mesir kuno. Konon, biji jintan hitam pernah ditemukan dalam peti jenazah Tutenkhamen, salah seorang raja Mesir kuno.

Jintan hitam merupakan tanaman berbunga tahunan dengan tinggi tanaman 20 sampai 30 cm. Bentuk daunnya seperti jarum yang bercabang. Anggota famili Ranunculaceae itu memiliki bunga dengan 5 sampai 10 petal. Warna bunga menarik yaitu gradasi biru muda hingga putih. Siyah daneh begitu orang Persia menyebutnya  menghasilkan buah berupa kapsul yang di dalamnya berisi 3 sampai 7 biji.

Meski digunakan secara luas oleh pengobat tradisional di India dan Timur Tengah, pengobatan dengan jintan hitam juga merebak di Indonesia. Selain karena khasiatnya yang secara empiris mengatasi aneka penyakit, fakta itu kini diperkuat dengan maraknya riset ilmiah di lembaga pengobatan modern.

  1. Comşa, Şerban, et al. “The Story of MCF-7 Breast Cancer Cell Line: 40 Years of Experience in Research.” Anticancer Research, vol. 35, no. 6, June 2015, pp. 3147–54.
  2. Farah IO, Begum RA. Effect of Nigella sativa (N. sativa L.) and oxidative stress on the survival pattern of MCF-7 breast cancer cells. Biomed Sci Instrum. 2003;39:359-64. PMID: 12724920.