Anton-Nb

Kafe Organik: Lezat di Lidah, Sehat di Badan

Sekilas tidak ada yang istemewa dengan menu miso ramen ala Yogi House. Namun cobalah mulai menyantapnya. Potongan wortel dan sawi putih di dalamnya terasa lebih enak, renyah, dan mantap, berbeda dengan jenis umumnya. Campuran tahu sutera dan bihun berpadu rasa dengan kelezatan saus spesialnya. Yang istimewa lagi, masakan khas Jepang itu terbuat dari bahan-bahan organik. Wajar jika banyak konsumen memesannya saat berkunjung ke kafe ini.
Di tengah menjamurnya kafe-kafe baru, kehadiran Yogi House (YH) seperti oase di padang pasir bagi kalangan penganut gaya hidup organik. Maklum, sebelumnya bahan-bahan nirpestisida hanya tersedia di gerai pasar swalayan dalam bentuk mentah, belum sampai ke taraf penyajian. Tak heran jika setiap akhir pekan kafe di kawasan Kebonjeruk, Jakarta Barat, itu ramai pengunjung.
Uniknya lagi, konsumen yang datang tidak hanya untuk makan, mereka juga bisa berdiskusi seputar makanan organik. Mulai dari manajer, pegawai hingga koki siap melayani. Dapur terbuka di sudut ruangan menjadikan konsumen bebas melihat proses pembuatan makanan, sekaligus berinteraksi dengan sang koki.
“Beda lho rasanya kalau habis makan makanan organik, perut tidak enek (penuh, red),” kata seorang konsumen yang sudah 6 bulan beralih ke gaya hidup organik. “Setelah 3—4 bulan mengkonsumsi secara kontinu, badan»terasa lebih segar, muka lebih berseri, tidak lekas capai, dan lebih aktif bergerak,” tambahnya.

Makanan Organik Dan Gaya hidup sehat

yogi Kafe Organik: Lezat di Lidah, Sehat di Badan
Seperti diakui Riani Susanto. General Manager YH kepada Trubus, YH bukan laiknya kafe biasa. Ada idealisme untuk menyebarluaskan gaya hidup sehat dengan organik di masyarakat. “Karena itulah kami bersifat terbuka. Kalau mau melihat dan bertanya-tanya, silakan, tidak ada larangan,” tuturnya. Satu lagi, “Kami ingin membuktikan, bahan organik juga bisa diolah menjadi masakan yang lezat,” ujar wanita yang pernah menetap di Amerika Serikat itu.
Ide pendirian kafe organik sejak 2 tahun silam. Saat itu, Riani yang berprofesi sebagai ahli detoksifikasi, sering menerima keluhan sulitnya menemukan konter makanan organik. Kalaupun ada, jaminan keaslian organiknya meragukan. Idenya sendiri baru terlaksana awal 2004.
Buka 7 hari seminggu, dari pukul 09.00—21.00, YH tidak hanya menyediakan masakan siap saji, tapi dilengkapi konter penjualan bahan baku berlabel organik. Mulai dari sayuran beras, kopi sampai bubuk bawang putih organik ada.
Selain sayuran dan beras, semua masih berlabel impor. Sayuran dipasok dari kawasan puncak dan sekitarnya. Standar menjadi masalah yang krusial. Jaminan organik dibuktikan dengan hasil laboratorium. “Biasanya setiap 6 bulan ada pemeriksaan ulang oleh lembaga sertifikasi untuk mengecek proses budidaya, masih memenuhi standar organik atau tidak,” ungkap Dewi Nuryani, Humas YH.
Kendala yang dihadapi menyangkut suplai sayuran. Walaupun sudah mengandalkan 5 pemasok, tapi tetap saja jenis sayuran yang didapat masih terbatas.
Maklum, budidaya organik berbeda dengan cara biasa. Pergiliran tanam menyebabkan satu komoditas tidak bisa ditanam 2 kali berturut-turut. Akibatnya, sering terjadi kelangkaan produk.
“Bahkan pernah tidak ada stok untuk dijualfresh. Untuk kebutuhan kafe sendiri terbatas,” ujar Debby, panggilan akrab Dewi Nuryani. Pasokan sayuran datang setiap Selasa dan Jum’at. Biasanya pelanggan sudah mengetahui jadwal ini. Tidak sampai sehari, sayuran sudah tandas diserbu.

Menu Hidangan Organik Nan lezat

yogi2 Kafe Organik: Lezat di Lidah, Sehat di Badan
Di YH bahan-bahan nirpestisida itu diolah menjadi serangkaian menu lezat. Selain miso ramen masih ada yang lain. Sebagian besar bercitarasa oriental. Maklum YH berinduk di Taiwan. Ada hot pot dan veggie karre. Disajikan hangat-hangat, hotpot cocok untuk menu santap malam. Sedangkan veggie karre perpaduan antara citarasa lokal dan sayuran dan rempah-rempah organik.
Bagi penggemar mi, ada Fried Wheat Noodles. Mi ramen cina yang digoreng menggunakan minyak biji anggur. Minyak berwarna hijau itu digunakan sebagai pengganti minyak goreng biasa. Setiap hidangan disajikan dengan air putih yang mengandung antioksidan. Segar dan menyehatkan. Harga menu berkisar Rp12.000 sampai Rp45.000.
Ada lagi yang istimewa. Pengunjung bisa memesan menu pilihan mereka. Ingin menikmati rendang tapi takut kadar kolesterol naik? Pesan saja rendang organik, rasanya tidak kalah dengan rendang biasa. Bedanya rendang organik dimasak dengan bahan baku organik plus bonzoy, pengganti santan yang terbuat dari biji kedelai.

Sunandar Agus

Most popular

Most discussed