Anton-Nb
louhan uya

Kala Uya Tergoda UYA

Kesibukan sebagai presenter di 3 stasiun televisi membuat Surya Utama kerap pulang malam. Namun, begitu tiba di rumah bukan peraduan yang dituju. Ia justru lari ke ruang tamu. Di sana jemarinya asyik menggoda cencu berukuran 25 cm di dalam akuarium berukuran 60 cm x40 cmx 20 cm. Mantan anggota grup musik TOFU itu memang kadung jatuh hati pada lou han. Kini, 16 ikan pembawa keberuntungan mengisi rumahnya.

Uya begitu ia disapa bisa menghabiskan waktu berjam-jam kalau sudah “mencumbu” lou han-lou han kesayangannya. “Ikan ini tak dipandang, tapi juga bisa diajak bermain,” tuturnya sambil menempelkan telunjuk di depan kaca akuarium. Sang ikan dengan atraktif mengikuti gerakan telunjuk.

Tak hanya menjelang tidur, pagi hari sebelum pengambilan gambar atau manggung, pria kelahiran 4 April 1975 itu menyempatkan memberi pakan dan bercanda dengan kelangenannya. Satu per satu kesehatan ikan diperhatikan, kalau-kalau ada sesuatu yang tidak beres. Setelah dianggap “aman” barulah ia menuju Volvo hitam menjalani aktivitas rutin.

“Saya suka lou han. Ia bisa menjadi penghibur di kala suntuk dan menghilangkan stres,” ujar Uya. Makanya, suami Astrid Chaerunisa itu rela bolak-bolik ke rumah orang tua untuk sekadar melepas rindu pada red monkey, golden mercury, dan kemalau. Uya memang menitipkan sebagian lou han ke orang tua yang tinggal sekitar 200 m dari kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Rajah UYA

Perkenalan dengan lou han gara-gara Uya sering bergaul dengan hobiis lain setahun silam. Saat itu ia hanya senang memperhatikan, belum tertarik untul memelihara. Hatinya masih terpaut pads 4 diskus yang lebih dahulu menghuni akuarium. Namun, suatu hari ketika singgah di Cempakamas pusat penjualan lou han di Jakarta Pusat matanya tertambat pada unrival colourfull.

Ikan itu berukuran 7,5 cm, tipe short body, dan berwarna merah menyala. “Tapi bukan itu yang mengusik saya untuk memilikinya, melainkan kelincahan memainkan batu di dasar akuarium,” papar Uya. Tanpa pikir panjang Rp250-ribu dilepas demi memboyong unrival colourfull.

Sejak itu lou han menggeser posisi diskus. Setiapkali pergi jalan-jalan, ia tak lupa mampir ke kios ikan. Dalam waktu singkat belasan lou han menghias setiap sudut ruangan. Karena jadwal rekaman dan tur luar kota padat, pria asal Cimahi, Bandung, itu sempat mengerem membeli ikan. Bahkan beberapa ekor dihibahkan kepada sahabatnya. Sampai suatu hari seorang pedagang menawarkan lou han bermarking UYA.

Semula pria yang gemar berkacamata modis itu tak menanggapi tawaran itu. Berkali-kali si pedagang menghubungi tapi Uya tetap tak acuh. Keuletan “merayu”‘ Selama 2 bulan akhirnya membuahkan hasil. Pelantun lagu berirama pop itu bersedia melihat ikan yang ditawarkan. Pucuk dicinta ulam tiba. Begitu melihat lou han berajah UYA, alumnus Universitas Indonesia itu langsung kesengsem. Setelah tawar-menawar singkat, cencu berukuran 3 inci itu langsung Perpindah tangan.

“Dari proporsi tubuh ia tak stimewa. Kepala tidak nongnong, warna agak pucat, tubuh panjang, dan liar. Marking UYA yang membuat ikan itu spesial,”‘ujar penggemar kucing itu. Sekarang cencu itu sudah berukuran 25 cm dengan tato UYA terlihat jelas.

Lantaran bagus-bagus, lou han koleksinya kerap diincar sesama hobiis. Sebut saja unrival colourfull berukuran 25 cm yang ditawar puluhan juta rupiah. Uya enggan melepas karena kadung sayang. Maklum, itu lou han pertama yang dimilikinya.

Bukan berarti semua ikan disimpan. Ikan berkualitas kontes bisa saja dilepas asal peminat benar-benar serius. Buktinya lou han berukuran 4 inci peraih juara 3 Indofish 2020 di Semanggi berpindah tangan. “Ada yang ngambil seharga Rp 15-juta,” ucap Uya.

uya 1024x532 Kala Uya Tergoda UYA
Gara-gara marking UYA, jadi kesayangan

Itu jadi inspirasi untuk serius menekuni bisnis lou han. Bersama sang adik, ia berencana membuka gerai khusus lou han kontes. Tak tanggung-tanggung, pria jenaka itu berencana melakukan perburuan ke negara asal, Malaysia. Selain dikoleksi hasil perburuan juga dijual.

Rawat sendiri

Meski sibuk, Uya sedapat mungkin merawat sendiri louhan-lou hannya. Dari menguras akuarium hingga mengobati ikan sakit. “Toh, lou han bukan ikan rewel, perawatan tidak serepot ikan hias lain,” tuturnya

Pakannya pun cukup pelet atau cacing beku. Ikan kontes diberi pakan khusus agar kepalanya gede dan wama ngejreng,” ungkap pemilik 2 anjing pomerian itu menutup percakapan. (Sunandar Agus)

Sunandar Agus

Add comment

Most popular

Most discussed