Tak ada yang bisa menyalahkan jika penderita kanker payudara akhirnya menyerah pada pertumbuhan sel tak terkendali itu. Meski menurut World Health Organization (WHO) posisinya nomor 2 di bawah jantung, bagi penderita ia sangat menakutkan. Kanker menyebabkan derita berkepanjangan bila tak segera ditangani. Begitu tersiksanya, si sakit bahkan lebih baik memilih mati.

Bagi perempuan, pertumbuhan sel tak terkendali di payudara paling ditakuti. Ia momok nomor 2 di Indonesia setelah kanker leher rahim. Di Amerika Serikat setiap tahun 184.000 wanita didiagnosis menderita kanker itu.

Sebuah jurnal kesehatan majalah medis yang dikutip situs www.pu.go.id, mencatat penambahan 1 penderita kanker payudara di dunia per 3 menit. Yang lebih memiriskan hati, setiap 11 menit seorang perempuan meninggal akibat kanker itu.

Jenis kanker Yang Cukup Ganas

Kanker payudara ditemukan pada wanita muda dan tua. Pada pria tingkat kejadian hanya 1%, tapi harus segera ditangani. Kasus terjadi karena kelainan hormon atau pria itu dalam pengobatan hormon estrogen karena menderita tumor prostat.

Terjadi penebalan jaringan dan pelengketan tumor pada kulit dan otot dasar payudara. Itu kerap diikuti pendarahan dan keluarnya nanah dari tumor. Metastase kanker ini melalui getah bening di sekeliling payudara, atau pindah ke payudara yang kedua dan pada kelenjar ketiak.

Gejala awal kanker payudara sebenarnya mudah dikenali, hanya saja sebagian penderita mengabaikan itu. Begitu terlambat diketahui, penanganan lebih sulit bahkan menyebabkan kematian. Seorang pasien saya mula-mula merasa nyeri seperti ditusuk jarum di payudara kanan. Durasinya tak sampai 1 detik dan berulang 2 sampai 3 bulan sekali. Lama-kelamaan nyeri itu kian mengganggu karena terjadi berkali-kali dalam sehari.

Ketika diraba, ada penebalan dan benjolan kecil di sekitar puting. Puting melesak seperti ditarik ke dalam. Selang 4,5 bulan kemudian, ia mengeluh nyeri, pegal, dan panas. Payudara membesar 40% daripada yang kiri. Ketiak ikut membengkak, tanda kanker menyebar. Hanya dalam 4 bulan kondisi terus memburuk.

Ibu 2 anak itu akhirnya menyerah kalah. Kanker menggerogoti payudara dan bersarang hingga ke leher dan paru-paru. Derita itu membuat ia tak nafsu makan, sulit tidur, sesak nafas, dan batuk berat. Hanya dalam hitungan bulan kanker merenggut nyawanya.

Deteksi dini kanker payudara

temu putih kering
Ramuan herbal temu putih

Agar tak terlambat menyadari kehadiran kanker payudara, para wanita mesti mulai mengenali tubuhnya. Deteksi dini dapat dilakukan sendiri, paling mudah saat mandi.

Posisi tubuh berdiri tegak, lalu gunakan tangan kanan untuk menelusuri payudara besar sebelah kiri. Demikian sebaliknya. Raba dengan sedikit menekan menyusur hingga ke ketiak dan pinggir leher. Bila teraba ada gumpalan, benjolan di payudara, atau kelainan lain, patut dicurigai. Segeralah berkonsultasi ke dokter. Agar pasti, lakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Bila positif penderita memiliki pilihan untuk mengobati dengan herbal. Pengobatan itu nyaris tanpa efek samping dan tidak menyebabkan keracunan. Resep yang biasa saya berikan terdiri dari 30 g sargassum atau haizo dalam bahasa Mandarin, 30 g spica punellae (xiakucao), dan 15 g thallus laminariae (kunbu). Bahan-bahan mudah diperoleh di toko-toko obat cina.

Semua bahan dimasak dengan 4 gelas air hingga tinggal segelas. Minum 3 kali sehari 1 gelas selama seminggu. Kemudian lakukan USG ulang. Bila benjolan mengecil, lanjutkan pengobatan selama 10 hari. Obat dihentikan bila dalam USG berikut tonjolan dinyatakan hilang. Sebaliknya bila tak ada perubahan. Minumlah ramuan 1 ditambah dengan 15 g squama manitis, 12 g rhizoma zedoaria (ezhu) alias temu putih, 15 g flos chrysanthemi (juhua), dan 15 g radix rhaponciti (loulu). Cara mengkonsumsi sama.

Hindari Stress

Bila dari hasil pemeriksaan benjolan membesar, ganti ramuan dengan gabungan herbal pada resep 1 dan 2 dengan 6 g radix glycyrrhizae (ganzao), 20 g fructus trichosanthis (gualou), 30 g herba scutellariae barbatae (banzhilian), dan 30 g cocha ostreae (muli). Rebus seluruh herbal dengan 6 gelas air hingga bersisa segelas. Obat diminum 3 kali sehari 1 gelas selama seminggu. Selanjutnya lakukan pemeriksaan ulang dan begitu seterusnya.

Meski demikian, preventif tetap lebih baik daripada kuratif. Menjaga hidup sehat dengan pola makan tepat, berolahraga teratur, dan menghindari stres merupakan cara terbaik menghindari kanker. Poin terakhir perlu mendapat perhatian, karena berdasarkan pengalaman dan penelitian, pikiran dan jiwa sangat mempengaruhi kesehatan fisik.

World Health Organization. 2021. Breast cancer: prevention and control. [online] Available at: <https://www.who.int/cancer/detection/breastcancer/en/> [Accessed 11 February 2021].

Usman, Reni Devianti. (2009). Pengaruh terapi masase terhadap intensitas nyeri kanker payudara di Makassar. Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Keperawatan.