Daun pegagan Sembuhkan Disfungsi Ginjal

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Akhir tahun 2018 merupakan puncak derita Abdul Baki. Rasa mual disertai muntah dan nafsu makan hilang. Kondisi fisiknya berangsur-angsur menurun. Bobot badan anjlok menjadi 60 kg dari 74 kg. Itu efek dari disfungsi ginjal. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kadar serum kreatinin 18 mg/dl, idealnya 0,8-1,1 mg/dl. Tiada jalan lain kecuali ia harus cuci darah. Kesehatan pensiunan pengawas pendidikan guru itu berangsur membaik setelah mengkonsumsi 8 tanaman obat.

Warga Ketintang, Surabaya itu tidak menyangka penyakit yang diderita sejak 1997 berakibat fatal. Lantaran nyeri pinggang kian menjadi ia memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada batu di ginjal sebelah kiri. Meski mengkonsumsi obat pemberian dokter selama 4 bulan, batu tetap “terpendam.” Oleh dokter ia disarankan untuk operasi.

Vonis itu membuat pria kelahiran Besuki 15 Mei 1930 gundah. Ia memilih pergi ke pengobat tradisional. Ramuan yang diberikan dikonsumsi rutin setiap hari. Delapan hari setelah mengkonsumsi obat, Baki tidah lagi mengeluh sakit pinggang. Itu diperkuat dengan hasil tes laboratorium dan rontgen Baki pun beraktivitas seperti biasa. Anjuran dokter untuk periksa setiap 2 bulan diabaikan.

Kejadian 15 tahun silam terulang pada Desember 2001. Setelah dicek dokter, muncul batu di kedua ginjal. Keputusan dokter untuk operasi ditolak untuk kedua kali. Justru ia ramuan Cina. Namun, sekian lama meminum rebusan itu bukannya sembuh, derita Baki malah berkepanjangan. Ia mengeluh, lidah terasa pahit. “Untuk mencicipi makanan saja tidak bisa. Ketika menggosok gigi atau makan selalu muntah,” ucap kakek 7 cucu itu. Ia hanya bisa terbaring tak berdaya di ranjang. Berjalan saja harus dipapah istrinya, I Gusti Ayu Raka Riris.

Harus cuci darah

cuci darah
dialisis

Melihat kondisi semakin parah, anak keduanya, Didik Haryadi memboyong Baki ke Jakarta. T^asil diagnosis dokter di Jakarta Barat, ai; racun dalam darah. Kadar serum kreatif 18 mg/dl. Padahal, idealnya hanya 0,8-1,1 mg/dl. Akibatnya, ginjal tidak berfungsi normal. Yang paling mengejutkan dokter menyodorkan 3 alternatif penyembuhan : cangkok ginjal, operasi, atau cuci darah.

Baki menjalani cuci darah beberapa kali. Cuci darah pertama gagal karena saluran vena tidak ditemukan. Cuci darah kedua berhasil meski hanya bertahan 2,5 jam. Cuci darah berikutnya mampu bertahan hingga 3,5 jam. “Yang terakhir memang kuat sampai 4 jam, tapi untuk mencari vena rasanya saya sudah ngga kuat lagi. Bagaimana tidak, saluran darah itu ditemukan di sekitar paha sedalam 2,5 cm,” katanya.

Baki minta surat rujukan untuk berobat ke rumah sakit di Abdul Baki, tetap tegap menghadapi penyakit Surabaya agar dekat rumah. Sesampai di Surabaya ia menceritakan semua keluhan pada Prof Dr. Made Sukahatia, ahli penyakit dalam di rumah sakit Dr Sutomo Surabaya. Hasil pemeriksaan kadar serum kreatinin 4 mg/dl.

Dokter menyarankan untuk mengakhiri cuci darah. Sebagai gantinya ia harus rutin mengkonsumsi obat. Daging ayam, kacang-kacangan, merica, cabai, lengkeng, dan rambutan harus dipantang. Baki juga harus rajin kontrol kesehatannya secara berkala.

Hanya dalam hitungan hari serum kreatinin terkontrol pada 4 mg/dl. Namun, suatu ketika kadar serum kreatinin naik menjadi 10 mg/dl. Melihat kondisi itu ia mendatangi Wahyu Suprapto, pengobat tradisional di Batu.

“Kasus yang dialami Baki berawal dari batu ginjal. Batu itu selalu berubah posisi menyebabkan peradangan di saluran ureter. Ginjal tidak bekerja sesuai fungsinya. Akibatnya, obat-obatan yang diminum tidak dapat diproses dengan baik,” kata mantan kepala Balai Materia Medika itu. Oleh karena itu Wahyu memberi ramuan untuk memulihkan fungsi ginjal.

Dr Adrianta Suryadhana dari Pusat Penelitian Obat Tradisional Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya juga menduga kasus yang dialami Baki disebabkan batu ginjal sehingga menyebabkan iritasi di saluran kencing. Bila tidak segera diobati akan berakibat disfungsi ginjal. “Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obat kimia juga bisa meracuni ginjal,” kata Adrianta.

Akhirnya sembuh

Kentang superjohn
tumbuhan pegagan

Penderitaan Baki berangsur-angsur berkurang setelah meminum ramuan dari Wahyu. Ramuan itu berisi 8 tanaman terdiri dari daun tempuyung 20%, kumis kucing 15%, meniran 10%, pegagan 10%, sembung 15%, trawas 10%, besaran/ murbei 10%, dan bunga sidowayah 10%. Semua bahan dicampur menjadi satu dalam bentuk serbuk.

Menurut Wahyu Suprapto ramuan 8 tanaman obat untuk Abdul Baki wajar. Sebab, sakit yang dialami Baki cukup kompleks. Aneka tanaman itu bekerja saling mendukung untuk mengikis batu dan memulihkan ginjal. Tempuyung berfungsi menggempur dan melarutkan batu ginjal. Daya kerjanya dibantu kumis kucing yang bersifat diuretik, pelancar urine.

Daun pegagan ditambahkan untuk menetralisir racun dalam darah. Kehadiran daun besaran (Morus alba) murbei dan bunga sidowayah membersihkan darah dan melarutkan racun. Sehingga kadar serum kreatinin turun. Tugas memperlancar peredaran darah diemban oleh daun sembung.

Untuk meningkatkan fungsi ginjal dibutuhkan daun meniran. Ia juga antivirus dan meningkatkan kekebalan tubuh. “Untuk mempercepat kesembuhan ditambah daun trawas. Tanaman itu berfaedah mencegah mual dan meningkatkan nafsu makan,” ucap Wahyu.

Aturan minum ambil 2 sendok teh, lalu diseduh 1 gelas air panas. Aduk, endapkan, dan airnya diminum sekaligus. Frekuensi konsumsi 2-3 kali hari. Ramuan berupa serbuk itu bisa diganti daun kering atau segar. “Kalau memanfaatkan daun kering sebanyak 5-6 gr daun segar, 50-60 g. Rebus dengan 2 gelas air sisakan 1 gelas. Rebusan itu disaring dan minum setiap hari,” jelas Wahyu. L

Ramuan itu benar-benar manjur. Rasa sakit hilang hingga sekarang Meski demikian ia masih minum ramuan itu hingga sekarang. Bobot Baki berangsur-angsur naik. Untuk menjaga kondisi tubuh, ia rajin berjalan kaki mengitari rumahnya sebanyak 20 kali atau setara 2 km.