Vonis kanker rahim dari dokter di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, pada akhir 2004 membuat Ussy Sulistiawaty seperti terempas ke batu karang.

Kesibukan sebagai bintang sinetron, iklan, dan presenter pada berbagai acara sempat melalaikan Ussy. Jadwal syuting padat membuat putri pasangan Sulaeman Musri dan Nilla Rosita itu mengabaikan gejala awal serangan kanker. Lina Mardiana, herbalis khusus kesehatan reproduksi di Yogyakarta, menyebutkan tumor ganas pada rahim biasanya ditandai dengan siklus haid tidak normal dan dalam jumlah banyak.

Selain itu terjadi pendarahan abnormal di luar 2 siklus menstruasi. Pada wanita di atas usia 40 tahun dan yang sudah menopause ada pendarahan pada vagina dalam waktu lama.

Manfaat Buah Merah Papua Melawan Prekanker

Saat kondisi gejala dirasakan kian menghebat barulah Ussy memeriksakan diri pada dokter ahli penyakit dalam di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Saat itulah dokter pemeriksa menjatuhkan vonis kanker. Terbayang di depan mata nestapa yang bakal dihadapi. Maklum bagi kaum hawa, rahim penting karena menjadi identitas kesempurnaan seorang perempuan. Ancaman tidak memiliki keturunan terasa memilukan. Pada stadium lanjut sel abnormal itu bisa menyebar ke leher rahim, rongga panggul, bahkan kandung kemih.

Ussy pun syok. “Ini kan kanker. Saya takut tidak bisa disembuhkan,” tutur perempuan yang menghabiskan masa kecilnya di kawasan Walang, Jakarta Utara. Meski sempat down, bintang sinetron Cintaku di Rumah Susun itu kembali tenang setelah mendapat keterangan dari dokter. “Menurut dokter ini baru prekanker. Ibaratnya baru jentik dan sudah ketahuan sejak awal sehingga tidak sulit diobati, lanjut Ussy.

Jalan kesembuhan dengan operasi pun diputuskan. Ussy direncanakan masuk ruang bedah pada pertengahan November 2004. Kala menanti saat-saat menegangkan itulah seorang teman memberi informasi untuk mencoba sari buah merah. Sebuah artikel di media cetak menyebutkan anggota famili Pandanaceae itu menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Artis yang pertama kali mengadu akting dalam sinetron Cintaku Seputih Melati itu sebelumnya sempat meminum ramuan herbal dari pengobat di Sukabumi. Pengobatan dengan jamu cuma bertahan sebentar karena Ussy tak suka rasa pahitnya.

Kempis

Ussy, kini bebas dari kanker rahim

Sari buah merah mulai diminum 2 kali sehari sesudah makan pada awal November. Mulanya presenter Kontes Dangdut Indonesia itu sempat merasa enek. Maklum rasa sari buah merah seperti minyak sayur. Toh, itu tak mengurungkan tekad Ussy untuk mencari kesembuhan. Sebuah peristiwa bak mukzijat terjadi 2 minggu kemudian. Saat pemeriksaan sebelum operasi, ditemukan benjolan di rahim pemain sinetron Juragan Lenong itu mengecil hingga setengahnya.

Dokter di Rumah Sakit Mount Elizabeth pun terkaget-kaget. Sayang janji operasi yang kadung dibuat mengharuskan perempuan bertahi lalat di hidung itu tetap menjalani pembedahan. Kini melihat efeknya selama 2 minggu, Ussy berandai-andai bila sari buah merah dikonsumsi lebih lama, bisa jadi kanker bakal lenyap tanpa harus operasi.

Berkaitan dengan efektivitas sari buah Pandanus conoideus pada kanker, dr Dody Ranuhardy, SpPD, KHAOM, ahli kanker pada RS Dharmais, mensyaratkan perlunya penelitian lebih lanjut. Dimulai dengan riset skala laboratorium dengan mengadu ekstrak buah merah dan sel kanker. Terakhir baru dicobakan pada manusia,” tutur spesialis alumnus Universitas Indonesia itu.

Bahan alami

Kesembuhan pada kanker pun sangat dipengaruhi faktor pencetusnya. Patogenetis alias kejadian kanker dapat disebabkan oleh efek bahan karsinogenetik, seperti pewarna sintetis pada makanan dan minum, bahan radioaktif, misal radiasi, obat-obatan kimia, virus, dan rendahnya sistem kekebalan tubuh. “Bila pada proses pengobatan tidak tepat mengena pada patogenetisnya, mungkin sekali tidak ada kesembuhan,” kata Dody.

Meski tidak menyarankan karena belum ada penelitian lebih lanjut, pakar virus dari sebuah universitas di Belanda itu menyebutkan sah-sah saja bila pasien meminum sari buah merah. Maklum sampai kini berbagai riset untuk mencari obat tepat mengatasi kanker terus dilakukan di berbagai negara.

Buah merah bisa jadi mengungkap tabir misteri itu. Riwayat penemuan obat kanker tercanggih bernama taxon pun berawal dari pemanfaatan kulit cemara oleh penduduk di daerah Amerika dan Eropa. Di Jakarta, Ussy menggantungkan harapan pada sari buah merah. Meski benjolan di rahim telah diangkat penghujung tahun silam, sampai sekarang sebotol buah merah setia mengiringi ke mana pun Ussy melangkah.