Manfaat Rimpang Kunyit Hitam Dalam Mengobati Penyakit Radang Usus

Rimpang kunyit hitam Curcuma caesia berkhasiat antiradang

Herbal baru kunyit hitam terbukti ampuh untuk mengobati radang usus dengan kunyit. ekstrak kunyit hitam mengakhiri penderitaan 3 tahun Yasinta Lanny Susanto akibat radang usus

Dua jenis obat Ini: pereda diare maupun mag tak pernah menjauh dari Yasinta. Perempuan 52 tahun diare di kedai-kedai. Kedua obat itu selalu ia bawa karena konsumsi makanan pedas atau masam sedikit saja, memicu diare.

Celakanya kerap kali Yasinta tak kuasa menghindari makanan kegemarannya itu seperti soto mi pedas, tahu, dan sambal. Meski diare selalu datang usai menyantap makanan pedas, tetapi itu tak membuatnya jera.

khasiat kunyit hitam dalam mengobati radang usus

kunyit hitam segar

Buktinya hampir setiap hari Yasinta senantiasa menyantap makanan pedas, la merasakan dampaknya pada awal tahun. Sakit di perut bukan hanya saat berhajat, tetapi juga datang kapan saja meski kadang-kadang hilang.

Berpotensi kanker

Khawatir terhadap kondisi kesehatannya, Yasinta mendatangi dokter spesialis penyakit dalam di Kota Bandung. Sang dokter mendiagnosis, ia positif mengidap mag kronis.

Ahli medis itu meresepkan obat pereda mag dan tablet antibiotik. Ibu 3 anak itu disiplin mengonsumsi obat dua kali sehari. Namun, kondisinya tak kunjung membaik, bahkan semakin parah karena darah ikut keluar saat berhajat.

Itulah sebabnya ia kembali memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat kelainan pada organ dalam berupa radang usus besar. Yang mengagetkan Yasinta peradangan itu berpotensi kanker.

Radang usus terjadi bukan semata karena makanan yang dikonsumsi pasien. Namun, ketahanan tubuh dan stres turut berpengaruh. Penyebab lainnya karena kuman pemicu pembengkakan. Dokter menyarankan Yasinta untuk menjalani pemeriksaan endoskopi.

Menurut dr Sutarso SpPD dari Rumahsakit Maguan Husada di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, pemeriksaan endoskopi mesti dilakukan untuk mengetahui secara pasti adanya kelainan di saluran cerna, seperti radang usus.

Endoskopi dilakukan dengan dua cara bergantung pada keluhan pasien dan diagnosis dokter . Apabila dokter mendiagnosis radang itu terdapat di usus halus, maka endoskopi dilakukan lewat kerongkongan, sedangkan bila diagnosis radang terdapat di usus besar, endoskopi lewat anus.

Yasinta menolak saran sang dokter lantaran takut melakukannya. Oleh karena itu, ia memutuskan hanya menjalani cek darah. Hasil cek darah itu membuat dirinya sedikit lega sebab tidak ditemukan sel kanker dalam tubuhnya.

Selepas pemeriksaan, dokter memberikan tablet antibiotik dan puyer untuk pereda mag. Dokter melarangnya mengonsumsi makanan pedas maupun asam, la hanya boleh mengonsumsi bubur dan makanan halus lainnya.
ladang kunyit

Khasiat kunyit hitam

Yasinta mengonsumsi kedua obat itu setiap 12 jam. Empat hari disiplin konsumsi obat, ia belum juga merasakan perubahan.

Setelah konsumsi beragam obat tak kunjung membaik, Yasinta mencoba sup ala Jepang, la memperoleh informasi dari sebuah buku bahwa sup lima sayuran itu mampu mengobati mag dan diare.

Itulah sebabnya ia segera meracik 200 gram wortel, 400 gram umbi lobak putih, 200 gram daun lobak putih, 200 gram gobo, dan 3 keping jamur shitake dalam 4 liter air hingga tersisa 3 liter selama 1 jam.

la mengonsumsi air rebusan itu 1 liter setiap hari selama lebih dari setengah tahun. Ramuan tersebut cukup manjur karena Yasinta tak lagi mengeluarkan cairan dan darah saat berhajat, tetapi itu menjadi candu baginya.

Sehari saja tidak mengonsumsi sup 5 sayuran, maka kondisinya memburuk seperti semula. Pada suatu pagi di pertengahan 2011 ia mengalami kondisi terburuk, darah segar terus mengucur.

Pada akhir tahun di tengah kepasrahannya, Yasinta menghubungi Bambang Sudewo, herbalis di Yogyakarta yang ia kenal 3 tahun silam, la menyampaikan semua keluhan yang dirasakannya selama ini.

Bambang Sudewo meracik herbal dalam kapsul berbobot 500 mg dengan komposisi utama kunyit hitam untuk membantu meringankan keluhan itu. Kunyit hitam yang berpadu dengan sirih merah, jintan hitam, ginseng jawa, dan jahe merah baik digunakan untuk menyembuhkan peradangan pada organ tubuh .

Yasinta mengonsumsi sebuah kapsul masing-masing pada pagi dan sore. Selang tiga hari, ia merasakan perubahan signifikan.

Sepekan kemudian ia sengaja menyantap makanan pedas untuk memastikan kondisinya. “Saya tak lagi mengeluarkan air dan darah saat berhajat meski telah menyantap makanan pedas,” tuturnya.

Penelitian ilmiah terkait faedah kunyit hitam

Penyebab pasti mengapa kunyit hitam mampu mengatasi radang usus belum diketahui secara pasti. Namun, secara empiris membuktikan bahwa rimpang keluarga temu-temuan itu telah digunakan secara luas di India untuk obat antiradang dan antiasma.

Riset Krishna Raj dan rekan dari Centre for Advanced Studies in Botany, University of Madras, India, menunjukkan kunyit hitam memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi[1].

Khrisnaraj dan rekan membandingkan kandungan fenol antara kunyit hitam Curcuma caesia dengan kunyit mangga Curcuma amada.

Hasilnya menunjukkan kandungan fenol dalam ekstrak metanol kunyit hitam yakni 44,33 mg, sedangkan kunyit mangga, 37,64 mg. Kandungan utama kunyit hitam adalah camphor mencapai 28% sebagaimana hasil riset Ashok K Pandey.

Periset dari Tropical Forest Research Institute, Jabalpur, India, mengindentifikasi 30 komponen yang menjadi penyusun minyak volatil. Selain camphor, beberapa penyusun lain adalah ar-turmerone (12,3%), (Z)beta ocimene (8.2%), ar-curcumene (6.8%), 1,8-cineole (5.3%), p-elemene (4.8%), borneol (4.4%), bornyl acetate (3.3%) dan y-curcumene (2.82%)[2].

Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, menuturkan kunyit hitam memang memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit radang usus[3]. Rimpang anggota keluarga Zingiberaceae itu juga mampu menetralkan racun serta bersifat antiradang dan antibakteri.

Referensi

[1] VENUGOPAL, A. (2017). MEDICINAL PROPERTIES OF BLACK TURMERIC: A REVIEW. Innoriginal: International Journal of Sciences, 1–4. Retrieved from https://www.innoriginal.com/index.php/iijs/article/view/68

[2] Pandey, Ashok K., and Ashim R. Chowdhury. “Volatile Constituents of the Rhizome Oil of Curcuma Caesia Roxb. from Central India.” Flavour and Fragrance Journal, vol. 18, no. 5, 2003, pp. 463–65. Wiley Online Library, https://doi.org/10.1002/ffj.1255.

[3] Amhir, Ary. “Kisah Seorang Herbalis.” Othervisions, 9 Oct. 2013, https://othervisions.wordpress.com/2013/10/09/kisah-seorang-herbalis/.