Manfaat Alpukat Sebagai Buah Penurun Tekanan Darah Tinggi

manfaat alpukat buah penurun darah tinggi

Buahnya lezat, daunnya berkhasiat herbal sebagai penurun tekanan darah tinggi. Itulah manfaat alpukat.

Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan buah Alpukat untuk di konsumsi, sedangkan daun dibiarkan gugur berserakan. Padahal, daun Persea americana itu bermanfaat bagi kesehatan sebagaimana hasil riset Dra Azizahwati Ms. Apt .

Overview

Buah Alpukat (Persea americana) adalah tumbuhan buah tropis atau subtropis asli dari Amerika Selatan yang telah dijuluki “yang paling bergizi dari semua buah.” buah Ini tidak hanya dikenal karena teksturnya yang berbeda, rasa dan aroma yang indah, dan kandungan nutrisinya, tetapi juga karena banyak manfaat kesehatan yang diberikannya.

Alpukat kaya akan riboflavin, niasin, folat, asam pantotenat, magnesium, dan kalium, serta vitamin C, E, K, dan B6. Lutein, beta karoten, dan asam lemak omega-3 juga ditemukan di dalamnya.

Alpukat kaya akan lemak sehat dan bermanfaat, yang dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Mengkonsumsi lemak menunda pencernaan karbohidrat, memungkinkan untuk menurunkan kadar gula darah agar tetap stabil.

Manfaat Buah Alpukat

Alpukat cukup populer di dunia kesehatan dan kebugaran karena sangat bergizi dan telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan salah satu manfaat dan khasiat yang cukup dikenal ialah sebagai buah penurun darah tinggi.

Berikut ini beberapa manfaat kesehatan dari buah alpukat, serta nutrisi, khasiat dalam penurunan berat badan, dan cara menyiapkannya.

  1. padat nutrisi
  2. menguatkan jantung dan penglihatan
  3. Mencegah osteoporosis .
  4. Mangandung zat antikanker.
  5. Mendukung kesejahteraan janin
  6. menurunkan risiko depresi
  7. Melancarkan sistem pencernaan
  8. Detoksifikasi alami
  9. Mencegah osteoartritis
  10. Sifat antimikroba
  11. Perlindungan terhadap penyakit kronis

Makanan penurun darah tinggi

Peneliti dari Departemen Farmasi Universitas Indonesia itu meriset daun Alpukat ketika Walikota Depok Dr Ir Nur Mahmudi Ismail mencanangkan program penanaman Alpukat pada 2010. Periset berusia 60 tahun itu menguji daun Alpukat untuk pengobatan tekanan darah tinggi secara praklinis pada tikus[1].

Azizah membagi sampel dalam 6 kelompok, masing-masing terdiri atas 6 ekor, la menginduksi natrium khlorida selama dua pekan agar tikus menjadi hipertensi bertekanan darah 212 mm/Hg Setelah itu barulah Azizah memberikan ekstrak etanol daun alpukat berdosis 10 g 20 g dan 40 g per kg bobot badan (BB) masing-masing kepada kelompok 4, 5, dan 6[2].

Adapun grup 1 sebagai kelompok kontrol normal atau tanpa perlakuan apa pun; kelompok 2, tikus hipertensi tanpa diobati. Pada kelompok 3, ia memberikan obat hipertensi berbahan seledri sebagai kontrol positif. Perlakuan pada masing-masing kelompok selama sepekan.
alpukat segar

Penelitian Ilmiah Tentang Khasiat Buah Alpukat

Agar hasil penelitiannya seragam dan terstandar, Azizah menggunakan daun alpukat dari pohon di Depok, Jawa Barat, yang menghasilkan buah bulat. Hasil penelitian membuktikan pemberian ekstrak daun pohon anggota famili Lauraceae itu menurunkan tekanan darah tinggi pada tikus.

Penurunan tekanan darah terbesar pada dosis 40 g per kg BB, yakni menjadi 154 mm/Hg; sedangkan pada dosis 20 g per kg BB, tekanan darah menjadi 173 mm. Dosis 40 gram pada tikus itu setara 2 g pada manusia.

Pada kelompok 4 yang mengonsumsi 10 g ekstrak menghasilkan tekanan darah 191 mm/Hg. Tekanan darah tikus normal 127 mm/Hg; tikus hipertensi, 212 mm/Hg. Tekanan darah kelompok 3 tidak berbeda jauh dengan ekstrak daun alpukat, yakni 128 mm/Hg. Artinya, manfaat alpukat adalah sebagai penurun darah tinggi.

Azizah menduga khasiat buah penurun darah tinggi itu karena kandungan senyawa apigenin, kalium, dan antioksidan yang terkandung dalam daun alpukat. Kalium bersifat diuretik alias peluruh urine dan antioksidan menekan pembentukan lemak jahat LDL-low density lipoprotein, penyebab kakunya pembuluh darah.

“Kandungan natrium (garam) dalam darah penderita hipertensi tinggi, dengan berkemih ion natrium terbawa keluar sehingga tekanan darah menurun,” ujar alumnus Universitas Indonesia itu.

Untuk menurunkan tekanan darah, biasanya penderita tekanan darah tinggi mengonsumsi obat kimia. Konsumsi obat kimia dalam jangka waktu lama biasanya menimbulkan kerusakan ginjal, hati, dan jantung. Efek samping yang sering muncul adalah batuk.

Buah Alpukat Berkhasiat Melawan Tiga penyakit

Meski berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, tetapi daun famili medang-medangan itu tidak menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah. Sebab, penurunannya masih dalam batas normal.

Manfaat buah alpukat selain sebagai buah penurun darah tinggi, Azizah juga mengarahkan riset daun Alpukat untuk mengatasi kolesterol dan diabetes mellitus, penyakit penyerta hipertensi. Azizah menghitung kolesterol tikus dan membandingkan dengan obat penurun kolesterol. Hasilnya ekstrak daun asal Meksiko itu mampu menurunkan kolesterol.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. Menurut dr Eliya MARS di Serang, Provinsi Banten, hipertensi akibat tingginya kadar garam dalam darah.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, pada 2010 hipertensi menduduki peringkat ke-7 dari 10 penyakit rawat inap di rumahsakit di Indonesia. Sebanyak 8.432 kasus pada laki-laki dan 11.451 perempuan [3].

Hipertensi biasanya menyerang usia lebih dari 40 tahun. Agar terhindar dari tekanan darah tinggi, dr Eliya menyarankan untuk menjaga pola hidup sehat dengan mengatur asupan makanan, olahraga dan mengkonsumsi buah penurun darah tinggi.

manfaat alpukat sebagai pengobatan tekanan darah tinggi

manfaat alpukat untuk pengobatan beragam penyakit

Manfaat buah alpukat Untuk Kesehatan

Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang sudah lama mengenal daun Alpukat sebagai herbal. Herbalis alumnus Universitas Diponegoro itu meresepkan daun kerabat kayumanis itu untuk hipertensi, diabetes mellitus, dan asam urat.

Manfaat buah alpukat lainnya ialah sebagai buah penurun tekanan darah tinggi, Lukas meresepkan 5-7 daun Alpukat. Pasien tinggal merebus 3-4 gelas air hingga mendidih baru memasukkan daun Alpukat dan didihkan kembali hingga tersisa setengahnya. Minum ramuan itu setengah gelas 2 kali sehari, tetapi jika sudah parah diminum 3 kali sehari.

Untuk penderita diabetes selama 1-3 tahun, Lukas meresepkan 5-7 lembar daun alpukat, 5 g daun kumis kucing, dan 2 ruas jari rimpang jahe merah.

Pasien merebus ramuan itu dalam 3-4 gelas air hingga mendidih dan tersisa setengahnya. Konsumsi ramuan 2-3 kali sehari. Buah Alpukat yang oleh orang Aztek menjadi buah kesuburan itu mengandung vitamin E, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan kalium.

“Buahnya baik untuk diet dan menghaluskan kulit,” ujarnya. Untuk diet, konsumsi buah secara langsung, sedangkan untuk menghaluskan kulit, manfaatkan daging buah sebagai masker[4].

Lukas menyarankan daun ke 3-4 dari pucuk, karena tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Pada daun muda, senyawa aktif kurang, sedangkan daun tua, terlalu pekat. Pohon Alpukat sebaiknya berumur lebih dari 5 tahun. Dengan demikian Alpukat tidak hanya enak dimakan buahnya tetapi juga daunnya berkhasiat obat

Referensi

[1] Ong, Anastasia Kristiani. “UJI TERATOGENIK EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea Americana Mill) PADA MENCIT BETINA (Mus Musculus).” CALYPTRA, vol. 2, no. 1, Mar. 2013, pp. 1–15. journal.ubaya.ac.id, https://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/163.

[2] Setyawan, Annaas Budi. “PENGARUH REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI.” Jurnal Ilmu Kesehatan, vol. 6, no. 1, July 2018, pp. 1–9. journals.umkt.ac.id, https://journals.umkt.ac.id/index.php/jik/article/view/91.

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/19051700002/hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat.html. Accessed 4 Dec. 2021.

[4] KRISTYANA, SEPTIAN. PENGARUH EKSTRAK BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS STRAIN WISTAR) YANG OBESITAS. University of Muhammadiyah Malang, 29 May 2013. eprints.umm.ac.id, https://eprints.umm.ac.id/28267/.