Manfaat chlorella sebagai aditif untuk pakan unggas

manfaat chlorella

Selama puluhan tahun,antibiotik digunakan sebagai aditif pakan (feed additive) untuk memicu pertumbuhan(growth promoters) pada ternak unggas. namun dalam perjalanan waktu.

Disinyalir penggunaan AGPs menimbulkan berbagai efek negatif terhadap konsumen yang mengkonsumsi produk ternak.

Salah satunya perpindahan bakteri resisten yang bersifat patogen dari ternak ke manusia c. vulgaris mengandung klorofil dalam konsentrasi tinggi dibandingkan spirulina atau lucerne

Dalam pencarian alternatif antibiotik,berbagai bahan dicoba,dan kebanyakan hasilnya belum menunjukan konsistensi yang mantap.Asam-asam organik (organic acids) misalnya,diketahui dapat mereduksi komponen-komponen toksik yang dihasilkan oleh bakteri.

Chlorella sp

Chlorella pyrenoidosa (Chlorella pyrenoidosa) adalah sejenis ganggang air tawar. chlorella juga dikenal sebagai rumput laut. chlorella sp digunakan secara umum baik sebagai makanan dan obat-obatan.

Chlorella termasuk golongan ganggang air tawar hijau dengan sel tunggal. Ada sekitar 30 spesies chlorella yang berbeda, tetapi dua yang paling sering digunakan dalam penelitian adalah Chlorella vulgaris dan Chlorella pyrenoidosa .

Protein yang dihasilkan chlorella antara lain Protein, lipid, karbohidrat, serat, klorofil, vitamin, dan mineral semuanya berlimpah di C.pyrenoidosa. Mayoritas c. vulgaris yang tersedia di Amerika Serikat ditanam di Jepang atau Taiwan. Ekstrak chlorella sp biasanya berbentuk pil dan ekstrak cair.

Manfaat ganggang

chlorella sp banyak digunakan sebagai aditif untuk mencegah kekurangan zat besi pada wanita hamil. C. vulgaris juga digunakan untuk mengobati depresi, kram menstruasi, fibromyalgia, kolesterol tinggi, dan berbagai penyakit lainnya, tetapi banyak dari klaim ini tidak memiliki dukungan ilmiah. ganggang hijau ini banyak digunakan sebagai bahan bakar biodiesel selain sebagai suplemen nutrisi.

Kandungan nutrisi

Beberapa orang menjuluki c. vulgaris sebagai “makanan super” karena kandungan nutrisinya yang luar biasa. Meskipun kandungan nutrisi spesifik bervariasi sesuai dengan kondisi pertumbuhan, spesies yang digunakan, dan pemrosesan suplemen, Namun secara umum species ganggang hijau ini terbukti mengandung sejumlah nutrisi penting.

Mereka adalah sebagai berikut:

  • Protein: Chlorella memiliki 50-60% protein. Gangang air Ini juga merupakan sumber protein lengkap, yang berarti memiliki sembilan asam amino esensial (3, 5).
  • Beberapa kultivar chlorella mungkin juga mengandung vitamin B12, meskipun penelitian tambahan diperlukan.
  • c. vulgaris bisa menjadi sumber yang kaya zat besi dan vitamin C. Tergantung pada suplemen, Anda bisa mendapatkan 6-40% dari kebutuhan harian Anda. Ini juga tinggi vitamin C, yang membantu penyerapan zat besi.
  • Antioksidan dari sumber lain: Sel hijau kecil ini mengandung berbagai macam antioksidan
  • Vitamin dan mineral lain yang ditemukan di c. vulgaris termasuk magnesium, seng, tembaga, kalium, kalsium, asam folat, dan vitamin B lainnya dalam kadar sedang .
  • Seperti ganggang lainnya, termasuk asam lemak omega-3. 100 mg omega-3 ditemukan hanya dalam 3 gram c. vulgaris.
  • c. vulgaris bisa menjadi sumber serat yang baik bila dikonsumsi dalam jumlah tinggi. Sebagian besar suplemen, di sisi lain, bahkan tidak mengandung 1 gram serat per dosis.

 

Zat aditif untuk pakan unggas

Caranya? dengan mengubah morfologi dinding usus sehingga menghalang-halangi kolonisasi dari bakteri-bakteri patogen.

Namun demikian,penggunaan asam organik dapat minumbulkan problem-problem korosi,keamanan pekerja,stabilitas vitamin pada premiks,dan stabilitas dari pakan

Alga mikro Ganggang air

Para peneliti kemudian melirik bahan-bahan alami yang tersedia di alam.Alga mikro yang dapat berkembang dengan pesat (bisa dipanen hanya dalam waktu seminggu sejak dikultivasi) mendapat perhatian untuk diteliti dan digunakan dalam pakan ternak lantaran memiliki banyak keunggulan

Alga mikro adalah tanaman yang bersel tunggal (single cell) dapat tumbuh dengan baik diperairan air tawar maupun di laut contohnya ialah ganggang air.

Tumbuhan renik ini dapat tumbuh 10-20 kali lebih cepat dari tanaman tingkat tinggi,Selain merupakan sumber nutrisi, kultivasi alga mikro ini juga sangat ramah lingkungan.

Ditempat tumbuhnya,diketahuai bahwa alga mikro ini dapat mengurangi pencemaran atau polusi air,misalnya akibat pembuangan air limbah industri,Tercatat, Alga mkro terdiri dari setidaknya kurang lebih 3.000 species.

Tanaman super kecil ini (berukuran 2-10 mikrometer atau setara dengan partikel debu) menyimpan potensi sebagai aditif pakan ternak untuk berbagai jenis ternak.

chlorella sp

Bukan penemuan baru

Penggunaan C.pyrenoidosa Bukanlah “barang baru” didunia ilmu nutrisi ternak, pada tahun 1924 ilmuwan dari negara jerman Garder dan Ultsh telah mencoba memanfaatkan ganggang hijau untuk imbuhan pakan ternak domba dan pada tahun 1961 nakamura seorang ilmuwan dari jepang pun menggunakan ganggang hijau ini sebagai aditif pakan untuk berbagai jenis hewan.

Selain itu nakamura juga mencoba berbagai bentuk pemberiannya. Diketahuinya bahwa ganggang air hijau yang diberikan dalam bentuk pasta lebih mudah dicerna dibandingkan dalam bentuk serbuk. Dalam takaran atau dosis tertentu,pemberian c. vulgaris mampu meningkatkan performa ternak.

Akhirnya,nakamura membuat semacam standar untuk takaran pemberiannya. Misalnya takaran ganggang air tawar tersebut dalam bentuk pasta,untuk unggas diberikan 20 gram per ekor,untuk kambing diberikan 1.5 kg per ekor dan untuk pakan ternak sapi diberikan 2 sampai 3 kg per ekor,sedangkan dalam bentuk bubuk atau powder harus diberikan lebih dari 5% dari diet harian.

C.pyrenoidosa dalam bentuk pasta memberikan pertambahan berat badan 2 kali lipat dibandingkan dalam bentuk serbuk

Mampu Meningkatkan Bobot Ternak

Penambahan ganggang air tawar ini pada makan ayam petelur pun ternyata dapat meningkatkan kualitas telur tetas Sebuah penelitian yang dilakukan Oleh Dharmayanti memperlihatkan pemberian chlorella sp dalam pakan dengan konsentrasi 0.05 sampai 0.15% mampu meningkatkan pertambahan berat badan,meningkatkan tampilan dan komposisi karkas dan efisiensi nilai ekonomis pemeliharaan ayam kampung dan broiler.

Hal ini tidak terlepas dari peran fisiologis chlorella sp yang mampu meningkatkan biomorfometri usus halus ayam yang meliputi panjang, berat absolut dan lainnya