Manfaat Minyak Tawi Si Penuntas Kista

Sakit tiba-tiba menjalar dari perut bagian bawah sebelah kanan ke sekujur kaki kanan Lisye Iriana Zebua. Ketika itu ia sedang mengajar di depan kelas. Tak kuasa menahan sakit, kedua tangannya spontan meraih kursi di belakang meja dosen, la pun terduduk seraya merasakan sakit yang kian menggigit. Sepuluh menit berselang, ia mencoba kembali berdiri dan mengajar. Lagi-lagi sakit mendera. “Kenapa ini?” batin Lisye.

Sejak tahun lalu, sakit itu seolah tak pernah hengkang. “Kalau kecapaian, sakitnya minta ampun. Bisa kram sampai ke kaki,” tutur Lisye. Apalagi profesinya sebagai dosen di Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, menuntut mobilitas tinggi. “Selain di jurusan Biologi, saya juga mengajar di Fakultas Kedokteran,” katanya. Akibatnya, sakit itu kian akrab menemani wanita keturunan Nias itu. Selain saat kecapaian, rasa sakit itu juga datang ketika menstruasi.

Bacaan Lainnya

Mendengar keluhan sang istri, Triwiyono suami Lisye langsung membawanya ke dokter spesialis penyakit dalam Rumahsakit Dian Harapan, Waena, Jayapura, Papua. Perut bagian bawah sebelah kanan Lisye dipindai dengan ultrasonografi hitam berdiameter 3 cr bersarang di sekitar indung telur sebelah kanan. “Kata dokter, itu adalah kista,” tutur Lisye. “Namun, itu kista jinak. Jadi ngga perlu dioperasi,” kata Lisye menirukan ucapan dokter. Oleh dokter, ia hanya diberi beberapa resep obat yang harus ditebus diapotek

Beralih Pada Pengobatan Alternatif

Meski tak dioperasi, toh tak membuat batin Lisye menjadi tenang. “Sakitnya ngga hilang-hilang,” katanya. Namun, Lisye bergeming. Resep obat dokter pun tak juga ia tebus. “Saya takut berefek samping,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mencoba pengobatan alternatif kepada pengobat tradisional Oleh sang pengobat, master Biologi Konservasi itu diberi ramuan dari beberapa jenis tanaman obat. Salah satunya kunyit. Ramuan itu direbus dengan setengah liter air. Air rebusan disaring lalu diminum tiga kali sehari masing-masing 1 gelas.

Dua bulan kemudian Lisye kembali memeriksakan diri ke RS Dian Harapan, tempat ia diperiksa pertama kali. Hasil pemeriksaan USG, kista itu telah mengecil, diameternya tinggal 1,7 cm. Namun, kabar baik itu tak disambut gembira oleh wanita berusia 40 tahun itu. “Perut saya masih sering sakit,” katanya.

Tak terasa, hampir setahun derita , akibat kista menemani keseharian Lisye. “Kalau ngga sembuh-sembuh, saya berobat di Jakarta saja,” katanya. Ketika itu, ia berencana menempuh studi S3 di Universitas Indonesia.

Dalam sebuah bincang-bincang ringan di kantor, keluhan akibat penyakit yang kerap mendera kaum hawa itu pun ia sampaikan pada Drs I Made Budi MS. Tokoh yang mempopulerkan buah merah di Papua itu kebetulan sekantor dengannya. Oleh Made, ia dianjurkan mengkonsumsi minyak buah merah.

Meski anjuran dari rekan seprofesi, toh tak membuat Lisye lekas percaya. Apa benar buah merah menghancurkan kista? batinnya ketika itu. Namun, setelah mendapat penjelasan tentang khasiat dan keamanan mengkonsumsi buah merah, “Apa salahnya dicoba!” katanya. Minyak tawi sebutan buah merah dalam bahasa Papuaku dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Sejak mengkonsumsi minyak buah merah, ramuan herbal dari pastor tak lagi dikonsumsi.

Rasa Sakit Mulai Menghilang

Setelah setahun mengkonsumsi minyak buah merah, kondisi tubuhnya kian membaik. “Sakit di bagian kanan perut saya hilang,” katanya. Akhirnya, Lisye kembali mendatangi RS Dian Harapan. Untuk ketiga kalinya ia diperiksa dengan USG. Hasilnya, kista sebesar kelereng itu tak tampak lagi di layar komputer. Menghilangnya kista di sekitar indung telur itu pertanda kesembuhan bagi Lisye.

Menurut dr Edwin Perdana,dokter umum yang juga menjadi konsultan produk di salah satu perusahaan farmasi di Jakarta, penyebab kista indung telur belum jelas. Namun, beberapa teori menyebutkan, kista disebabkan oleh tidak seimbangnya produksi hormon dan aliran darah tidak lancar. Akibatnya, ketika sel telur matang, tidak pecah secara sempurna.

Folikel selubung sel telur itu mestinya terisi darah. Karena peredaran darah tidak lancar, darah dalam folikel itu berubah menjadi kista. Penyebab lainnya, sel telur yang sudah matang gagal keluar dari folikel. Lama kelamaan, terbentuklah kista.

Tingkat keparahan kista tergantung ukuran. “Jika kurang dari 5 cm, biasanya tidak perlu dioperasi. Kista itu akan luruh dengan sendirinya,” kata dr Edwin. Namun, meski berukuran kurang dari 5 cm, jika menyebabkan sakit, mau tidak mau harus dioperasi. Dokter Edwin menuturkan, rasa sakit akibat kista itu diduga lantaran peredaran darah kurang lancar.

Kandungan Omega 3 dan 6

Bagaimana peran minyak buah merah memerangi kista? Menurut dr Edwin, peran buah merah mengatasi kista indung telur disebabkan oleh kandungan antioksidan yang tinggi dan asam lemak esensial seperti omega 3 dan omega 6.

Kombinasi kedua senyawa itu berperan membantu sintesis hormon estrogen dan progesteron. Keseimbangan kedua hormon itu menyebabkan sel telur yang semula gagal pecah menjadi pecah secara sempurna. Kista yang terbentuk akibat kegagalan sel telur melepaskan diri dari folikel dapat disembuhkan.

Selain membantu sintesis hormon, kedua senyawa itu memperlancar peredaran darah. Menurut Drs I Made Budi MS, betakaroten yang terkandung dalam buah merah berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada pembuluh darah.

Aliran darah lancar tanpa sumbatan. Gumpalan darah penyebab kista pada folikel sel telur yang pecah tidak sempurna, secara perlahan kembali mencair sehingga dapat diserap tubuh. Oleh sebab itu, kista mengecil dan kemudian menghilang.

Tahun 2006, menjadi tahun istimewa bagi Lisye. Selain lulus seleksi ujian masuk ke jenjang S3 di Universitas Indonesia, ia juga mendapat anugerah kesembuhan kista. Berkat buah merah, ia bertekad, “Saat penyusunan disertasi, saya akan meneliti lebih lanjut tentang buah merah,” kata Lisye kepada Kami.

Pos terkait