Melatih Anjing Bersalaman dan Bawa Barang

Dua wanita nasabah bank tampak meringis tatkala melihat seekor dalmatian duduk di ruang tunggu. Si empunya anjing segera mendekati dan berkata ”Tidak apa-apa, dia anjing baik, kok. Kalau tak percaya, coba mbak ajak berkenalan,” ujar …

Melatih Anjing Bersalaman

Dua wanita nasabah bank tampak meringis tatkala melihat seekor dalmatian duduk di ruang tunggu. Si empunya anjing segera mendekati dan berkata ”Tidak apa-apa, dia anjing baik, kok. Kalau tak percaya, coba mbak ajak berkenalan,” ujar Ny Nana Ziemens sambil memberi contoh.

Memang ketika hobiis di Cinere, Jakarta Selatan itu mengulurkan tangan, Commando, nama sang anjing, mengangkat kaki depan dan bersalaman.

Gerakan sama ia lakukan ke arah 2 wanita yang masih tampak ragu. Sambil kepala mendongak, telapak kaki depan dalmatian jantan itu diangkat perlahan. Salah satu di antara wanita itu akhirnya berani menggenggamnya. “Kok, bisa ya…,” ujarnya sambil melepaskan genggaman tangan.

Usai keperluan di bank, Ny Nana beringsut keluar. Mulut Commando cukup sigap menenteng tas majikan hingga masuk ke mobil.

Kepintaran anjing seperti itu tidak datang begitu saja, melainkan dilatih secara teratur.

Telapak tangan

Melatih Anjing bersalaman sebaiknya dilakukan setelah anjing memahami perintah duduk dan mengenal nama. Mudah saja cara melakukannya. Panggillah nama anjing, “Commando, come”. Anjing menghampiri lantas duduk sambil tengadah.

Tunggulah beberapa saat sampai terlihat tenang. Langkah berikutnya memperkenalkan perintah “salam” sambil mengulurkan tangan. Semula ia “ogah” karena belum mengerti perintah itu.

Ucapan “salam” diulangi sekali lagi sambil meraih kaki depan sebelah kanan. Angkatlah secara perlahan lalu beri pujian “bagus”. Berikan pula elusan yang lembut pada telapaknya.

Pada tahap perkenalan sebaiknya kaki anjing cukup diletakkan di atas telapak tangan. Gerakan ini diulangi beberapa kali hingga ia mau mengangkat kaki sendiri. Jika sudah mampu, kaki dipegang sambil digoyang ke atas-bawah, sebagaimana bersalaman. Berikan pujian “bagus” sambil mengusap tangannya.

Yang perlu diperhatikan dalam Melatih Anjing adalah frekuensi latihan. Sebaiknya latihan tidak lebih dari 5 kali ulangan setiap hari. Terlalu banyak dilatih membuat ia cepat bosan.
Melatih Anjing Bersalaman

Melatih Anjing Menggunakan Sarana Kertas koran

Anjing yang sudah bisa bersalaman dapat dilatih membawa barang. Caranya, pada tahap awal kenalkan barang yang bisa menarik perhatiannya. Kertas koran, misalnya. Selain mudah diperoleh, bahan itu lunak tidak merusak gigi. Koran digulung-gulung kecil menyerupai tulang-tulangan.

Panggillah anjing agar ia mendekat. Sebelum dilatih membawa barang, ucapan “salam” dapat diulang untuk menajamkan ingatan. Setelah itu gulungan koran disodorkan ke mulut anjing. Kemudian ucapkan “gigit”.

Biasanya ia belum mau membuka mulut karena belum tahu perintah itu. Agar ia mau buka mulut, tekanlah rahang anjing agak kuat. Akibat tekanan itu ia terpaksa buka mulut. Saat itu koran diselipkan di antara gigi. Dagu ditahan beberapa saat agar ia tidak melepas koran. Jika ia melakukan dengan baik, berikan pujian “bagus” sambil dielus bagian lehernya.

Ketahanan anjing menggigit koran diukur dalam satuan detik atau hitungan jari. Ketika ia akan melepaskan koran, perintahkan “lepas”. Secara naluri anjing menjatuhkan koran ke tanah. Ini tidak boleh terjadi.

Sebab, pada akhirnya anjing akan ingat bahwa bila diperintah “lepas” berarti membuang barang. Cara yang baik adalah dengan menarik koran dari mulutnya sebelum ia jatuhkan. Latihan itu diulang beberapa kali sampai gigitannya bertahan lama dan mau melepas ketika diperintah “lepas”.

Untuk melatih anjing membawa barang sambil berjalan, caranya sebagai berikut. Jika pada latihan awal posisi anjing berhadapan, ubah posisinya sehingga ia ada di sebelah kiri. Gulungan koran disodorkan ke mulut anjing agar digigit.

Lakukan gerakan mundur ke belakang atau bisa juga anjing melangkah ke depan. Setiap satu langkah ucapkan “tahan”. Jika ia tidak melepas koran, berikan pujian “bagus”. Demikian seterusnya sampai pada jarak tertentu.

Kertas koran bisa diganti potongan kayu atau tulang-tulangan (helter). Jika ia telah mahir, tas kecil atau barang lain yang ada di rumah boleh juga diperkenalkan.

Tinggalkan komentar