Menepis Mitos Seputar Khasiat Sarang Walet Untuk Kesehatan

Sup sarang walet disajikan bersama potongan daging ular dan 2 tetes racun ular. Sup bergengsi ini diyakini dapat mengembalikan tenaga. Ada yang percaya 100%, ada yang meremehkannya sebagai mitos. Sarang walet yang diyakini betul-betul berkhasiat …

Sup sarang walet disajikan bersama potongan daging ular dan 2 tetes racun ular. Sup bergengsi ini diyakini dapat mengembalikan tenaga. Ada yang percaya 100%, ada yang meremehkannya sebagai mitos.

Sarang walet yang diyakini betul-betul berkhasiat hanya sarang walet putih Aerodramus fuciphagus. Walet ini dulu dikenal sebagai Collocalia fuciphaga.

Orang Hongkong dan Singapura menyebutnya edible-nest swiftlet karena sebagai burung swift (layang-layang) tubuhnya termasuk kecil (12cm). Sarangnya diperdagangkan sebagai white nest. Kita menjualnya-sebagai sarang perak.

Mitos Sarang Walet Kaya Akan Yodium

Sajian paling mahal karena paling tokcer menegakkan orang loyo ialah sup sarana nerak. Sebagai penvedap sup ditaburi biji teratai, mahkota bunga seruni, dan daun sereh.

Sup bening yang mirip tom yam masakan Thai ini juga diberi beberapa irisan kecil daging ular. Sesaat setelah diantar ke atas meja dorong kecil ke tempat duduk pemesan, sup panas dalam mangkuk besar itu masih diberi dua tetes racun ular pula.

Diteteskannya langsung dari gigi taring ular berbisa yang dipegang kepalanya di atas mangkuk sup oleh seorang pawang. Barulah mangkuk dihidangkan di atas meja makan. Rasa dan tekstur sup yang aneh tapi nyata ini sangat seimbang. Lezatnya minta ampun, tiada tara!

Orang yang kecapaian kurang tenaga, atau yang lesu karena terganggu pikiran dan keseimbangan jiwanya, bisa normal kembali mood-nya. Badannya segar-bugar penuh vitalitas lagi.

Sup semacam itu so pasti berkhasiat. Syaratnya, sarang harus dimasak bersama irisan-irisan daging ular, daun sereh, dan ditetesi bisa ular. Daging ular terkenal memberi stamina yang besar kepada penyantapnya.

Sarang juga harus murni sarang walet putih mulus yang dipungut sebelum diteluri walet betina. Diambilnya dari celah-celah dinding batu karang pantai, atau gua tepi laut. Penghasil utamanya ialah gua besar di Laut Cina Selatan, gua Phangnga (Thailand), dan gua Gumatong pantai utara Sabah.

Kalau bukan itu khasiatnya diragukan. Sebab, biang keladi khasiat diyakini berupa unsur yodium dari air laut. Walet putih minum air laut sambil terbang.

Bahkan mandi juga sambil terbang, menembus kabut air yang muncrat dari ombak yang menghantam batu karang tepi laut. Minum dan mandi sambil terbang ini dilakukan setiap hari.

Ternyata kemudian, setelah dianalisis secara kimia, sarang walet itu tidak mengandung yodium sama sekali. Dan cerita tentang khasiat gara-gara yodium itu pun dianggap mitos.

Mitos obat Awet Muda

Dr. Kong Yun Cheung dan Universitas Hongkong hanya menemukan glikoprotein dalam sarang walet. Zat ini meningkatkan pembiakan sel-sel I pertahanan dalam sistem kekebalan tubuh. Inilah yang membuat orang bisa awet muda.

Penemuan glikoprotein mendorong orang-orang berita tambahan tambahan, sup sarang burung memulihkan gairah seks. Sebab tubuh dibuat awet muda.

Namun, orang setengah baya ternvata tidak dapat menemukan gairah yang diharapkan.

Dr. Kong menjelaskan, sarang selalu dicuci dulu sebelum dimasak. Karena dicuci, glikoprotein yang mudah larut dalam air itu ikut terbuang bersama air cucian. Jelas tak ada yang tersisa setelah sarang direbus. Lalu mengapa pada orang-orang tertentu sup sarang walet bisa menunjukkan khasiat?

Sarang walet putih
Sarang walet putih dalam gua tepi laut dan Sup manis sarang burung dengan bola-bola semangka (inzet)

Dr. Kong menduga bahwa khasiat itu karena sugesti mumi dari orang-orang yang menyantapnya. Bagi yang percaya, sarang itu benar-benar berkhasiat, tetapi bagi yang tidak, juga tidak. Hanya bagi yang setengah-setengah saja, sarang itu kadang-kadang berkhasiat, dan tempo-tempo juga tidak.

Mitos Mampu Menyegarkan Tubuh

Sarang walet putih makin langka. Konsumen kemudian dihidangi sarang walet lain yang harganya lebih teijangkau. Sarang ini dimasak secara lain. Ada puluhan jenis masakan yang ditawarkan restoran-restoran Cina di kedua negeri di atas.

Sarang peretelan kecil-kecil dihidangkan sebagai masakan “gigi naga” bersama daging kepiting. Ada pula yang bahan sarangnya dibentuk menjadi bola-bola kecil seperti bitterbalen, tetapi dibungkus dengan jala lemak.

Disajikannya dengan brokoli sebagai hiasan sekaligus penetral lemak. Sajian lain berupa sup manis sebagai “pencuci mulut”, dihiasi bola-bola semangka.

Bahan ramuan itu jelas berkalori rendah. Konsumen menyantapnya bukan karena ingin memperoleh khasiat, melainkan ingin mendapat santapan penyegar bergengsi. Sarang itu antara lain buatan walet ras Aerodramus fuciphagus vestitus.

Tempat tinggalnya di rumah-rumah walet sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Putihnya sarang ada yang berubah merah, karena ludah walet bereaksi kimia dengan kapur dari semen pembuat dinding rumah walet.

Sarang merah yang mulus cerah dihargai lebih tinggi daripada sarang putih. Namun kalau merahnya pudar harganya anjlok. Waletnya juga masih sering berada di tepi laut.

Sebaiknya walet sarang hitam A. maximus membuat sarang hitam. Warnanya di peroleh karena terlalu banyak tercampur rontokan bulu hitam mereka. Dulu, walet dikenal sebagai Collocalia maxima. Mereka mendiami gua pegunungan kapur di daerah pedalaman yang jauh dari pantai.

Walet sarang lumut A. vanikorensis, membuat sarang dalam gua kapur daerah hutan pedalaman. Warna sarangnya putih kebiru-biruan karena tercampur moss (lumut). Sedangkan walet sapi Collocalia esculenta membuat sarang yang tercampur rumput kering.

Itu semua disajikan sebagai sup juga, setelah kotorannya dibersihkan. Khasiatnya sebagai obat pengawet muda dan seks tahan lama diragukan. Namun, karena dimakan sebagai sup, kalori yang dihasilkan masih cukup lumayan untuk mengembalikan vitalitas.

Tinggalkan komentar