Mengenal Capung Sang Predator Dengan Mata Faset Handal

mata capung

Capung ditemukan di lebih dari 5.000 spesies, dan bukti fosil menunjukkan bahwa mereka telah hidup ribuan sejak ribuan tahun yang lalu.

Capung adalah serangga predator penerbang terampil yang lebih suka berburu dan memakan mangsanya saat berada di udara. Capung Mempunyai tubuh yang panjang, ramping, dan berwarna-warni, dengan enam kaki, mata faset yang besar, dan dua pasang sayap transparan yang memungkinkan mereka terbang ke atas, ke bawah, ke depan, ke belakang, dan dari sisi ke sisi.

Capung mempunyai corak warna yang beragam dan kehadiran mereka mempunyai manfaat yang cukup besar dalam industri pertanian dalam mengendalikan populasi hama lain. makanan capung adalah nyamuk, rayap, agas, lalat, dan serangga terbang lainnya.

Siklus Hidup/Daur Hidup Capung

Penjelasan tentang daur hidup capung terangkum dalam bab ini, Semua spesies capung pada dasarnya melewati tiga tahap daur hidup capung.

Telur

Siklus hidup capung dimulai di dalam atau di dekat air. Setelah kawin, capung betina akan bertelur dengan posisi masih menempel pada capung jantan, Tugas capung jantan melindunginya dari pemangsa dan capung jantan lainnya.

Biasanya, telur disimpan ke langsung dalam kantong kantong air, dalam tanaman air, atau ke dalam tanah yang lembab di dekat perairan. Tergantung pada jenis dan spesiesnya, Telur capung akan menetas dalam waktu satu hingga lima minggu.

Selama siklus hidupnya, seekor capung betina dapat menghasilkan hingga ribuan telur, umumnya dalam beberapa kelompok selama beberapa hari atau minggu.

Nimfa (atau larva)

Setelah melewati masa inkubasi, Makhluk kecil dengan enam kaki, selubung sayap, rahang berengsel, dan mempunyai kemampuan untuk bernapas di bawah air akan muncul dari telur tersebut . Tahap ini merupakan fase terlama dalam daur hidup capung , oleh karena itu capung menghabiskan sebagian besar waktunya di air.

Dalam beberapa jam maka capung bermetamorfosis, larva capung akan berganti kulit, atau Molting. Capung akan berburu dan memangsa mangsa hidup sebanyak mungkin selama masih dalamtahap larva, termasuk larva serangga, cacing, siput, lintah, kecebong, dan ikan kecil.

Mereka juga akan berganti bulu sebanyak yang diperlukan untuk menyelesaikan ukuran penuh, hingga 14 kali dalam beberapa kasus. Tergantung pada spesies dan lingkungannya, perkembangan larva dapat berlangsung dari dua bulan hingga satu atau dua tahun.

Perkembangan dapat dipercepat atau diperlambat tergantung pada apakah telur diletakkan di perairan yang lebih dingin di mana makanan jarang atau di laut yang lebih hangat di mana makanan berlimpah, menghasilkan kemungkinan lebih dari satu generasi setiap tahun di beberapa daerah.

Dewasa

Kedewasaan capung dipicu oleh peristiwa penting yang dikenal sebagai Kemunculan. Capung, tidak seperti kupu-kupu, tidak mengalami tahap kepompong dan malah muncul sebagai orang dewasa setelah tahap ganti kulit terakhir di luar air.

Larva pada tahap terakhir mereka akan berkumpul di sekitar tepi air selama beberapa hari, bersiap untuk meranggas terakhir mereka dan belajar menghirup udara.

Panjang hari dan suhu adalah pemicu kejadian ini, yang dapat berbeda dari satu spesies ke spesies lainnya. Ketika larva capung siap, ia akan melakukan perjalanan untuk menemukan tanaman hijau di mana ia dapat bersiap untuk muncul sebagai orang dewasa.

Beberapa mungkin berkeliaran beberapa meter melintasi tanah kering untuk mencari tempat yang cocok dengan dukungan yang cukup untuk menjaga mereka tetap aman selama meranggas terakhir mereka hingga dewasa.

Mereka memulai proses kemunculannya dengan memindahkan cairan dalam tubuh mereka setelah mereka menemukan tempat yang tepat. Ini bukan tugas yang mudah, karena mengharuskan mereka dengan lembut mendorong tubuh mereka yang baru tumbuh keluar dari cangkang lama larva mereka, memberikan waktu yang cukup antara setiap segmen untuk tubuh baru untuk berkembang.

Butuh waktu lama bagi tubuh untuk mengering dan cukup kaku untuk terus maju. Prosedur ini dapat memakan waktu dari satu sampai tiga jam, dan meninggalkan cangkang bekas diri mereka yang dikenal sebagai exuvia.

Ordo

Odonata adalah kelompok serangga yang didalamnya termasuk capung. Mereka dibagi menjadi tiga subordo: capung “asli” (Anisoptera), damselflies (Zygoptera), dan subordo kecil ketiga, capung purba (Anisozygoptera), yang hanya berisi satu spesies Jepang dan satu Nepal.

Kadang kita bertanya Fungsi mata capung itu apa sih? Bagi papatong, sebutan oleh Suku Sunda, mata organ vital. Sepasang mata faset yang terdiri dari 30.000 ommatidia (kornea) itu mampu melihat objek di depan mata hingga sudut 360°.
mata capung jarum

Mata capung

Artinya dalam sekali pandang capung bisa melihat objek di depan, samping, dan belakang. Sebab setiap mata mikro mengarah pada titik berbeda. Mata faset menangkap pergerakan objek dengan mengidentifikasi warna dan bentuk objek.

Serangga terbang yang sudah ada sejak sebelum zaman dinosaurus itu juga memiliki mata oseli. Tiga buah mata oseli terletak di depan mata raksasanya sangat peka terhadap benda yang sedang bergerak dan mendekati capung.

Itu karena kemampuannya melihat dispersi cahaya polikromatik (cahaya putih, red) menjadi cahaya monokromatik alias merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ketika sebuah benda bergerak di depan capung, mata oseli menangkap intensitas cahaya dari benda itu.

Lalu informasi itu segera diteruskan ke mata fasetnya yang berbentuk segienam sehingga bentuk objek diketahui.

“Dengan mata faset dan mata oseli-nya capung dapat mengenali dan menyambar mangsa dengan cepat,” tutur Suputa SP MS, ahli serangga dari Universitas Gadjah Mada. Pun menghindar dari pemangsa seperti burung, capung lain, kadal, kodok, laba-laba, ikan berukuran besar, dan alap-alap capung.

Namun, karena proses identifikasi lewat cahaya pula capung kerap “salah melihat”. “Capung kerap tertipu oleh warna dan bentuk yang ia lihat,” kata Suputa.

Semua bentuk benda terlihat sama saja oleh mata faset. Untuk warna, kuning yang lebih banyak dilihat. Akibatnya capung kerap salah meletakkan telur di benda yang memantulkan warna kuning seperti halnya permukaan air. Contohnya bangunan.

Dosen Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, itu menyebutkan kinjeng, bahasa Jawa, predator tulen.

Manfaat Capung bagi lingkungan

Capung adalah pengendali serangga kecil yang menjadi vektor penyakit manusia, Contohnya nyamuk demam berdarah dengue dan malaria. Menurut Wahyu Sigit, direktur Indonesia Dragonfly Society, seekor capung bisa memangsa 50-100 ekor nyamuk sehari.

Kemampuan sebagai predator sudah terasah sejak masih dalam bentuk naiad-larva capung, berada di air. Naiad memangsa ikan kecil sehingga mencegah dominasi spesies tertentu.

Karena kiprahnya itu, capung juga berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem alam. Periset di Pusat Penelitian Biologi LIPI, Pudji Aswari, menyebutkan, seekor larva capung mampu memakan 45 jentik nyamuk setiap hari.

“Capung murni karnivora,” kata Sigit. Terkadang capung menjadi predator karena lapar dan untuk mempertahankan wilayahnya.

“Capung jantan memiliki daerah teritorial, la tidak mengizinkan capung jantan lain memasuki wilayahnya,” tutur Prof Intan Ahmad PhD dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung.

Selain mata, sayap menjadi “senjata” penting lain ketika capung berburu dan menghindari musuh. Capung termasuk serangga dengan kecepatan terbang tinggi: capung ordo Anisoptera bisa terbang dengan kecepatan 50 km per jam.
fakta mata capung

Kemampuan Terbang Aerodinamis

Kemampuan terbang dengan cepat, bergerak maju-mundur secara aerodinamis membelah angin itu karena ukuran sayap depan lebih panjang daripada sayap belakang. Lagipula sayap tipis dan didukung otot-otot kuat di sekitar sayap.

Pada capung jarum (damself), sayap menutup tatkala bertengger, pada capung biasa (dragonfly) sayap membuka. Posisi dua pasang sayap secara diagonal membuat capung bisa bermanuver dengan cepat.

Gerakan manuvernya tanpa cacat karena keberadaan sensor berupa rambut-rambut kecil di antara mata, di depan mata, dan di bagian depan kepala. “Sensor menunjukkan posisi terbang capung,” kata Suputa. Dengan begitu capung bisa menghindari tabrakan dalam seketika.

Keandalan mata dan sayap capung lantas menginspirasi manusia. Helikopter sikorsky salah satu teknologi meniru kecanggihan terbang capung. Helikopter itu didesain supaya bisa terbang bermanuver seperti capung.

Di Amerika Serikat, seorang desainer merancang bangunan berbentuk seperti sayap capung. Dinding bangunan terdiri atas ribuan bentuk segienam laksana mata faset capung.

Bangunan tembus pandang dengan 132 lantai itu nantinya ditujukan untuk area perkantoran, rumah tinggal, fasilitas umum, dan lokasi berkebun secara vertikal. Capung pun menginspirasi dunia.