Anton-Nb
ramuan herbal sinshe

Ramuan Herbal di Balik Puisi

Wajar jika mendengar kanker kelenjar getah bening bulu kuduk Harsono langsung bergidik. Ia teringat masa-masa sulit melalui kesakitan dan berbagai pengobatan, 9 tahun silam. Sel-sel kanker nan ganas yang mendekam di kelenjar getah beningnya membuat nafsu makan hilang, lunglai, dan pucat. Rasa perih seperti ditusuk jarum menjalar ke seluruh tubuh. Berbagai pengobatan medis dilakukan, tetapi tak kunjung sembuh. Berpuluh-puluh pil ditelan untuk mengurangi rasa sakit. Namun, pil itu hanya bekerja selama beberapa jam saja. Setelah efek obat hilang ia kembali didera sakit.
Semangat Harsono tetap berkobar meski dokter menvonis usianya tersisa 3 bulan lagi. Dari rekannya ia disarankan berobat ke sinshe Mochammad Yusuf di Sukabumi. Oleh sang pengobat ia malah direkomendasikan untuk berobat ke Rumah Sakit Tradisional Provinsi Guangdong di Guangzhou, Cina. Kebetulan sinshe Yusuf panggilan akrab Mochammad Yusuf salah satu pengobat di sana. Alhasil setelah menjalani pengobatan selama 2 bulan Harsono kini pulih kembali.

Pengobatan Medis dan herbal

Harsono hanya 1 dari beberapa pasien yang berobat ke Cina. Berobat ke negeri Tirai Bambu jadi alternatif terakhir bagi pasien di Indonesia. Langkah tersebut ditempuh jika pengobatan medis dan herbal angkat tangan. Apalagi pasien kanker stadium lanjut terpaksa pasien harus berangkat.
Di Cina RS khusus kanker jumlahnya banyak. Jika di Indonesia yang ada hanya Dharmais, di Guangzhou saja yang seukuran Jakarta setidaknya ada 2 RS pemerintah dan swasta khusus kanker. Teknik pengobatan yang digunakan dokter di sana menggabungkan medis dengan traditional Chinese medicine (TCM). “Dengan terapi kombinasi itu bisa mengurangi ketahanan sel kanker dan meminimalisir efek pengobatan medis,” ujar dr Willie Japari MARS yang kerap berkunjung ke Cina. Bahkan ada beberapa sel kanker tertentu yang kebal terhadap obat tertentu bisa diatasi dengan obat tradisional.
Hal senada diungkapkan oleh sinshe Yusuf. Alat-alat medis dan bahan ramuan di sana sangat lengkap dan modern. Sehingga memudahkan pasien mendapatkan pengobatan terbaik. Saat diagnosis pasien tinggal duduk di kursi kemudian kamera diarahkan ke tubuhnya. Dengan alat itu jenis kanker dan kadar keganasan dapat dikenali.
Agar pasien tidak kesakitan dokter di Cina menggunakan “microwave” untuk radioterapi. Alat itu juga tidak meninggalkan bekas hitam pada kulit. Hasilnya pun langsung terlihat, benjolan kanker menciut dan terlepas dari induknya. “Alat-alat seperti itu tidak ada di Indonesia,” ujar sinshe Yusuf./Usai memjalani terapi medis, pengobatan dilanjutkan dengan terapi herbal.
Selama perawatan di RS Cina pasien dicekoki beragam jamu-jamuan. Ramuan herbal itu berfungi untuk melumpuhkan sel-sel kanker dan memulihkan kondisi pasien. Namun, di Cina herbal tak cuma jamu godogan. Ada yang dikemas secara mutakhir, misal dibuat menjadi obat infus, suntik, dan obat luar, salep. Dengan pengemasan modem ini penyerapan obat menjadi lebih efektif. Infus misalnya yang disuntikkan ke pembuluh arteri bisa langsung bekerja menumpas sel-sel kanker di dalam tubuh.

Berkembang pesat

Gambar medis 1024x658 Ramuan Herbal di Balik Puisi
Rumah sakit tradisional Provinsi Guangdong, Ghuangzhou

Pengobatan tradisonal di Cina mengalami kemajuan sangat pesat. Maklum, negara berpenduduk terbesar didunia itu intens melakukan penelitian-penelitian obat kanker berbahan herbal. Ambil contoh buah makasar Brucea javanica dimanfaatkan untuk obat kanker. Ya dan zi obat infus dari Brucea javanica digunakan sinshe Yusuf di Sukabumi untuk mengobati kanker paru, otak, dan pencernaan. Namun ia masih mengandalkan kiriman dari Cina. Padahal di Indonesia tanaman itu mudah dijumpai di pinggir-pinggir jalan.
“Itu bukan karena sok-sok-an. Buah makasar nama lain Brucea javanica asal Cina komposisinya sudah jelas, sedang di Indonesia tidak,” ujar sinshe Yusuf. Lokasi penanaman yang berbeda menyebabkan komposisi zat-zat yang terkandung di dalamnya pun berubah. Di Cina hampir semua tanaman herbal sudah diteliti komposisinya. Itu karena kebanyakan RS di sana dilengkapi laboratorium khusus untuk meneliti tanaman herbal.
Tak asal meracik ramuan, jamu-jamuan itu memiliki standar khusus. Itu sebabnya dokter medis di Cina harus menguasai cara meracik ramuan herbal. Sedang sinshe setara dokter di Cina harus mengikuti pendidikan selama 7 tahun, sama seperti dokter medis. Dengan begitu kedudukan TCM di Cina setara dengan medis.

Herbal tradisional dan puisi

Gambar apotek 559x768 Ramuan Herbal di Balik Puisi
pasar herbal tradisional

Pengobatan tradisional di Cina sudah diakui oleh masyarakat sejak 600 SM. Bagi mereka secangkir jamu godogan lebih mujarab ketimbang sebutir pil. Di kehidupan sehari-hari mereka kerap menyisipkan herbal itu dalam makanan, misalnya sup ayam dengan ginseng.
Konon lahirnya ramuan herbal itu bermula saat kaisar yang memerintah pada tahun 600 SM jatuh sakit. Tabib-tabib di seluruh Cina diminta untuk mengobati sang paduka. Hukuman mati dijatuhkan jika tabib gagal mengobati. Akhirnya ada tabib yang berhasil berkat racikannya.
Supaya ramuan itu tidak diketahui orang lain sang tabib menuliskan pada puisi. Secara turun-temurun puisi itu kemudian diwariskan kepada anak-cucu. Namun untuk memecahkan tabir ramuan tabib itu tidaklah mudah, butuh waktu tahunan. Setelah tabir terungkap ramuan oratorium, itu harus diuji dulu di lab baru diujicobakan kepada manusia.

Most popular

Most discussed