Anton-Nb

Ramuan Herbal “Penambal” Ginjal Bocor

April 2020, lagi-lagi Taufik Akbar masuk rumah sakit. Dengan muka sebam dan perut buncit bocah 4 tahun itu untuk ke-4 kali dirawat. Di sana jarum suntik berisi obat pelancar urine sudah menanti. Tak ada keluhan keluar dari mulut mungilnya meski terkadang ia perlu diinhalasi. Gara-gara menderita nephrotic syndrome, paru-paru Taufik Akbar ikut terendam. Karena komplikasi itu 8 obat mesti ditelan. Berkat racikan mahkota dewa, pegagan, umbi dewa, dan temu mangga kini ia bebas beraktivitas.
Tak ada yang menduga liburan keluarga ke Pulau Bidadari, Jakarta Utara, pada Agustus 1999, jadi awal derita Taufik Akbar. Malam hari sepulang liburan 2 hari itu, mata Fikki begitu sapaan sayang keluarga terlihat sebam seperti habis menangis.
Sepatu sandal yang biasa mudah dikenakan pun mendadak sempit. Pergelangan kaki bocah kelahiran Jakarta 16 Mei 1996 itu membengkak. Trieste Hendri Kausala, sang ibu, menduga Fikki alergi makanan laut. Maklum selama liburan, sea food memang menu utama. “ Karena khawatir, segera saja Fikki diperiksa ke Rumah Sakit Tumbuh Kembang di Depok.
Menurut pemeriksaan dokter, putra semata wayangnya alergi. Berbekal obat pemberian sang dokter Fikki dibawa pulang.

Positif II

sakit Ramuan Herbal Penambal Ginjal Bocor
nephrotic syndrome

Namun, ada keraguan tersimpan di hati perempuan asli Yogyakarta itu. “Sejak masih di pulau, urine Fikki sedikit dan agak keruh,” tutur Trieste. Itu tak pernah terjadi sebelumnya. Demi menuntaskan rasa penasaran, keesokan ha~ i Fikki diperiksa ke dokter anak langganan.
Pemeriksaan awal dokter menduga Fikki mengalami gangguan ginjal. Untuk memastikan, bocah yang baru masuk taman bermain itu menjalani pemeriksaan urine. Hasil uji mempertegas dugaan dokter, ada gangguan pada ginjal.
Bak petir di siang bolong, berita itu jelas mengejutkan. “Tingkat kebocoran sudah positif II, mestinya penyakit ini sudah lama diderita,” ujar Trieste meniru ucapan dokter. Padahal selama kontrol bulanan gejala itu tak pernah terdeteksi. Trieste memang merasakan bobot Fikki beberapa minggu terakhir bertambah sehingga kelihatan gemuk.
Bayangan sang buah hati mesti menjalani cuci darah langsung hadir di benaknya. Untung saja itu tidak diperlukan. Namun, Fikki harus diopname. Selama 7 hari pertama dirawat kondisinya tak kunjung membaik. Kalau semula bengkak hanya di mata dan kaki, kini perut ikut membuncit. Malah bocah lelaki yang gemar menggambar itu kesulitan berurine.
Penderitaan Fikki berkurang setelah dokter memberikan lasit obat memperlancar pengeluaran cairan dari dalam tubuh. Bengkak-bengkak pun berangsur hilang. Sepuluh hari dirawat Fikki diperbolehkan pulang disertai sejumlah aturan dan diet ketat. Ia dilarang beraktivitas fisik yang membuat lelah dan berpantang makanan berbahan pengawet, pewarna buatan, dan garam.
Demi kesembuhan Trieste ketat mengawasi. Sepeda roda 3 kesayangan yang biasa dipakai berkeliling kompleks digantung di langit-langit gudang. Bepergian bahkan hanya bermain di luar rumah Fikki mesti digendong karena tak boleh capai. Diet garam dilakukan seluruh anggota famili demi menemani kesayangan keluarga itu.

Langganan rumah sakit

paru Ramuan Herbal Penambal Ginjal Bocor
Kini bisa bersepeda lagi

Tiga bulan berselang bengkak-bengkak hadir lagi. “Dokter memang bilang, kalau 3 bulan kejadian seperti sehabis liburan itu terulang, artinya Fikki positif mengalami ginjal bocor,” kenang Trieste. Penyakit itu dalam istilah kedokteran disebut nephrotic syndrome. Lagi-lagi bocah yang rajin mengaji itu dirawat di rumah sakit.
Di sana kondisi urine terus dipantau sampai tubuh normal kembali. Supaya tak terlalu banyak cairan terpendam di dalam tubuh, minum Fikki dijatah hanya segelas sehari. Daripada bergerak yang menyebabkan haus, ia mesti mendekam di kamar berpendingin.
Hari-hari berikutnya, opname di rumah sakit jadi agenda rutin 3 bulanan. Begitu dirawat ke-4 kali, dokter menyarankan Trieste membawa Fikki ke dokter ginjal khusus anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Apalagi hasil pemeriksaan urine menunjukkan nilai positif III, artinya tingkat kebocoran kian parah.
Lagi-lagi sulung 2 bersaudara itu mendapat kejutan. Dokter spesialis di rumah sakit milik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu merekomendasikan pemberian endoksan biasanya diberikan pada pasien penderita kanker.
“Menurut dokter itu untuk membatasi air seni dan menutup kebocoran,” papar Trieste. Namun, mantan pegawai perusahaan farmasi itu enggan menyetujui lantaran efek samping yang berat.
Demi mencari kesembuhan, pengobatan alternatif dilakukan. Mulai dengan jnengkonsumsi rambut jagung, terapi urine, sampai pengobatan dengan aliran listrik. Namun, derita sang anak kian memuncak. Fikki jadi susah berkemih tanpa obat peluruh urine.
Belakangan ia mengalami sesak napas. Menurut dokter, paru-paru bocah periang itu terendam karena terlalu banyak cairan dalam tubuh. Kalau sudah begitu ia mesti diinhalasi.

Ketergantungan

paru1 Ramuan Herbal Penambal Ginjal Bocor
Opname setian 3 bulan

Akhirnya Trieste kembali membawa sang buah hati ke RSCM. Pilihan mengobati dengan endoksan mau tak mau diambil. Setelah menjalani pengobatan kondisi Fikki berangsur baik. Ia boleh pulang dengan syarat kontrol rutin setiap bulan. Agar tak kembali anfal, Fikki dijejali 8 obat yang mesti diminum setiap hari. Itu terdiri atas antibiotik, obat ginjal, asma, dan darah tinggi kebocoran ginjal menyebabkan tekanan darah naik. Obat-obatan itu rutin diminum sejak Maret 2001.
Ketergantungan Fikki pada obat-obatan itu mengkhawatirkan Trieste. Salah satu yang efek samping sudah tampak, munculnya bulu-bulu halus di sekitar wajah dan punggung. Apalagi hasil pemeriksaan urine menunjukkan tingkat kebocoran tetap di positif I atau II.
Di awal 2002, perempuan yang pernah bercita-cita menjadi wartawan itu diperkenalkan dengan produk obat tradisional keluaran klinik milik Ning Harmanto, di Jakarta Utara. Racikan terdiri atas mahkota dewa, umbi dewa, pegagan, dan temu mangga diseduh bersama segelas susu. Semula tujuannya hanya untuk menjaga stamina. Pemberian sekali sehari.
Sebulan berselang hasilnya memuaskan. Batuk pilek yang kerap menyerang tak pernah datang lagi. Sebelumnya 2 penyakit itu “indikator” kondisi ginjal yang memburuk. “Kalau sudah batuk dan pilek, pasti positif II,” ujar Trieste.
Menurut Ning Harmanto, racikan obat tradisonal itu memperbaiki sel tubuh. Mahkota dewa memiliki efek diuretik sehingga bisa menggantikan obat peluruh seni. Sementara pegagan dan umbi dewa bersifat membuang racun. “Orang yang mengalami gangguan ginjal tubuhnya pasti keracunan, makanya harus dibuang. Apalagi dalam kasus Fikki. Dia mengkonsumsi obat kimia dalam jumlah banyak yang berefek samping jangka panjang,” tutur Ning. Temu mangga memperbaiki pencernaan.

Lepas obat kimia

Kondisi membaik itu terus berlanjut sampai bulan ke-2 konsumsi obat tradisional. Melihat hal itu, saijana Hukum alumnus sebuah perguruan tinggi di Jakarta itu memberanikan diri mengurangi jumlah obat kimia. Dari 8 menjadi 7. Dosis obat tradisional ditambah menjadi 2 sampai 3 kali sehari. Memang ada perasaan was-was kalau-kalau kondisi ginjal menjadi positif III. Toh hasil pemeriksaan rutin menunjukkan kondisi tetap seperti ketika meminum 8 obat. Pun waktu obat kimia terus dikurangi menjadi 6, 5, 4, sampai kini tidak sama sekali.
“Meski hasil lab tidak berubah tetap positif I atau II saya lebih tenang. Paling tidak risiko pengaruh negatif obat kimia bisa dihilangkan,” tutur Trieste. Kini kondisi Fikki terus membaik. Ia tetap lincah dan aktif dengan diet ketat makanan berpengawet atau pewarna tambahan.

Most popular

Most discussed