Suplemen dan Makanan Antikanker

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
senyawa antikanker
Brokoli dan kedelai mengandung senyawa antikanker

Enam tahun lamanya Murnihaty mem endam keluhannya itu. Alasannya sederhana: takut dirawat di rumahsakit. Lama-kelamaan rasa sakit di kepalanya makin tak terperi. Kantuk yang menghampiri tak jua berujung lelap. Maklum, setiap kali kepala dimiringkan ke kanan, rasa sakit itu semakin menjadi. “Sakitnya sampai ke ubun-ubun,” ujarnya.

Kegelisahan Murnihaty mengundang tanya sang suami. Setelah didesak, barulah ia berterus terang. Namun, bujukan sang suami agar segera memeriksakan diri ke dokter tak juga menggugurkan ketakutannya terhadap rumah sakit. Murnihaty tetap menolak.

Benjolan Misterius

Pada Mei 2019, Murnihaty mengunjungi kerabatnya yang berprofesi dokter di Bandung. Ia pun menceritakan rasa sakit yang kerap dideritanya itu. Ketika diperiksa, biang rasa sakit itu ternyata sebuah benjolan sebesar kacang merah. Kerabatnya itu menyarankan agar Murnihaty segera menjalani operasi untuk membedah benjolan.

Saran dokter tak juga menggugah Murnihaty untuk segera memeriksakan diri. “Saya takut dioperasi,” ujar perempuan 51 tahun itu. Ia lebih memilih pengobatan alternatif. Namun, upayanya itu tak membuahkan hasil. Berbagai pengobatan ternyata tak sanggup menghentikan pertumbuhan benjolan itu.

Pada Juni 2019, salah seorang kerabat Murnihaty menyarankan agar ia menjalani detoksifikasi (pembuangan racun, red) dengan mengkonsumsi 3 jenis suplemen. Ketiga suplemen itu dikonsumsi secara bertahap. Suplemen pertama berupa serbuk yang terbuat dari ramuan aneka jenis sayuran seperti brokoli, wortel, bayam, dan kedelai.

Makanan kesehatan itu juga mengandung buah-buahan seperti jeruk, apel, nanas, stroberi, yang dikombinasikan dengan aneka herbal seperti lingzhi, echinacea, barley grass, dan teh hijau. Suplemen itu dikonsumsi sekali sehari berdosis 1 sendok takar hingga 6 pekan.

Selanjutnya, Murnihaty mengkonsumsi suplemen yang menggabungkan khasiat spirulina dan klorela dalam 1 tablet. Suplemen berbahan alga itu dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 5 tablet. Suplemen lain yang dikonsumsi berbahan kacang kedelai, biji wijen, gandum, kulit beras, teh hijau, jeruk yuzu, hatumogi, dan jamur kouji.

Bahan-bahan itu diolah sehingga menghasilkan senyawa yang menyerupai enzim superoksid dismutase (SOD), salah satu antioksidan kuat penangkal radikal bebas dalam tubuh. Suplemen berupa serbuk itu mula-mula dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 sachet isi 3 g. Sepuluh hari berselang, dosis ditambah menjadi 3 kali sehari masing-masing 2 sachet.

Lima hari kemudian, dari benjolan itu keluar benda padat seukuran gabah. Sepekan berikutnya keluar cairan dan potongan-potongan lemak. Setelah itu tiba-tiba keluar benda padat seukuran buar lengkeng.

Kejadian itu tentu saja membuai Murnihaty terkejut. Rasa penasarannya kali ini mendorong ibu 3 anak itu untuk memeriksakan diri ke dokter. Ia membawa benda-benda yang keluar dari kepalanya itu agar diperiksa dokter. Hasil pemeriksaa-menunjukkan, butiran serupa daging sebesar lengkeng itu ternyata kista.

Sejak peristiwa itu Murnihaty seakar tak henti mengucap syukur. Kista yang bersarang di kepala akhirnya sirna tanpa perlu berbaring di meja operasi yang ditakutinya. Luka yang menganga pun perlahan menutup dan mengering. Suplemen yang dikonsumsi ternyata mengantarkannya menuju kesembuhan

Kombinasi Suplemen

Kista sebesar lengkeng
Kista sebesar lengkeng keluar dari kepala Murnihaty

Lalu, bagaimana duduk perkara ketiga suplemen itu membawa kesembuhan? Aneka sayuran seperti brokoli, wortel, bayam, dan kedelai merupakan salah satu sumber gizi terbaik bagi kesehatan. Brokoli, misalnya, kaya vitamin, mineral, dan betakaroten.

Selain itu, senyawa sulforaphane pada brokoli berfaedah menghambat efek berkelanjutan dari kanker.
Suatu penelitian menyebutkan konsumsi 200 g brokoli muda setiap hari dapat mengurangi stres oksidatif dan radikal bebas penyebab pembengkakan jaringan, hipertensi, stroke, dan alzheimer.

Kista salah satu akibat gempuran radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel jaringan tak terkendali (tumor). Keampuhan itu juga berkat senyawa glukorafanin pada brokoli muda yang berkadar 20—50 kali lebih tinggi ketimbang brokoli tua.

Faedah lain juga berkat sumbangsih kedelai yang mengandung senyawa antikanker. Senyawa inhibitor protease kedelai disebut juga inhibitor bowman birk ampuh melumpuhkan berbagai jenis kanker. Daya bunuh kanker itu dibantu serat kasar kedelai yang berkadar cukup tinggi yaitu 2 g serat/100 g kedelai.

Khasiat sayuran itu berpadu dengan faedah herbal seperti echinacea. Herbal asal Amerika Utara
itu mengandung senyawa echinacein, echinolon, echinacosid, polisakarida larut air, alkilamid, dan flavonoid. Senyawa itu berfaedah merangsang fagositosit sehingga sistem kekebalan tubuh terdongkrak.

Beragam faedah itulah yang mendorong Prof Dr Robert I-San Lin PhD, CNS, FICN, pakar fitofarmaka University of California Los Angeles, Amerika Serikat, menggabungkan aneka jenis sayuran, buah-buahan, dan herbal berkhasiat menjadi sebuah suplemen lengkap. Kombinasi berbagai bahan itu tak hanya berfaedah mempercepat kesembuhan. Suplemen itu juga mencegah timbulnya penyakit dengan cara membuang racun berupa radikal bebas dan bahan beracun lainnya dari dalam tubuh.

Kombinasi spirulina dan chlorella

Kombinasi spirulina dan chlorella turut andil bagi kesembuhan Murnihaty. Selain aneka vitamin dan mineral, kedua jenis alga itu juga menyumbang senyawa pikosianin yang berkhasiat antikanker. Senyawa polisakarida pada kedua alga berfaedah sebagai aktivator makrofag sehingga kekebalan tubuh melonjak.

Senyawa itu juga mampu meningkatkan kadar mRNA dari interleukin turner-1(3 dan faktor- a nekrosis tumor sehingga tumor urung ’ berkembang dan akhirnya mati.

Kesembuhan juga berasal dari superoksid dismutase (SOD). Menurut Dr Ir M Ahkam Subroto, MAppSc, peneliti utama Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI, sifat antioksidan seperti SOD memang tidak langsung mematikan sel kanker.

SOD memperbaiki metabolisme tubuh sehingga tercipta lingkungan yang tidak nyaman bagi pertumbuhan tumor maupun kanker. Akibatnya, pertumbuhan kedua penyakit itu terhenti dan akhirnya mati.

Faedah memadukan aneka jenis suplemen itu juga dirasakan Elvi Yilda (32 tahun), warga Padang, Sumatra Barat. Pendarahan akibat mioma yang bersarang di dalam rahim akhirnya luruh berkat gabungan khasiat klorela, spirulina, dan suplemen yang mengandung senyawa mirip enzim SOD.

Kesembuhan Elvi berawal pada suatu pagi, Juli 2019. Segumpal daging sebesar telur itik tiba-tiba keluar dari rahim setelah rutin mengkonsumsi kedua suplemen itu.

Peristiwa sama terjadi pada sore hari. Sejak itulah pendarahan yang selama setahun ia alami terhenti. Dinding rahim yang semula mengalami penebalan kini kembali normal. Perpaduan kedua suplemen itu akhirnya berujung kesembuhan.