Anton-Nb

Surga Maskoki Menghampar di Taman Kota

Belasan anak berdiri mengelilingi kolam berbentuk angka delapan. Sesekali terdengar jeritan ketika maskoki gagal ditangkap dengan serok di tangan kanan. Ada yang berlari mengejar maskoki di kejernihan air berkedalaman 30 cm. Yang lain cermat memelototi pergerakan kerabat ikan mas itu. Suatu pagi di penghujung Juni ketika musim panas menghampiri Guangzhou, Provinsi Guangdong, Cina Selatan, wajah mereka begitu ceria.
Begitulah atraksi rutin yang kerap terlihat di Taman Jinlin di pinggiran kota Guangzhou pada akhir pekan. Dengan membayar¥10 atau setara Rp 10.000 per anak, mereka leluasa menangkap 3 ekor ikan.
Biaya itu termasuk sewa peralatan, sekantung plastik air, dan pengisian oksigen. Permainan itu berlangsung sejak pertengahan 1990. Tempatnya dipilih 1 dari 3 kolam di pojok belakang taman.
Pesertanya dibatasi anak-anak berumur maksimal 10 tahun. Pengelola Taman Jinlin membuka acara itu sejak pukul 10.00 sampai 16.00. Di kolam seluas 25 m3 itu ditebar minimal 100 maskoki beragam jenis seperti red white oranda, kaliko oranda, dan ryukin. Rata-rata panjang tubuh 5 sampai 8 cm. Memang terlihat kecil, tapi soal kualitas menjadi garansi. Sebab, ikan-ikan itu hasil tangkaran farm-farm terkenal di Cina, Eropa, dan Jepang.
Memasuki musim dingin pada November sampai Januari permainan mancing tersebut ditiadakan. Maklum, saat itu suhu udara di kota seluas 7.960 km2 itu di bawah 10°C. Para pelancong mungil itu lebih suka berdiam di rumah.

Harmonis

park Surga Maskoki Menghampar di Taman Kota
Harmonisasi akuarium dan taman membuat orang betah berlama-lama

Hasil rancangan konsultan lokal itu memang menawarkan kenyamanan pada pengunjung sehingga betah berlama-lama di sana.
Patung dari fiberglas itu disangga tiang besi setinggi 2 m. Selepas pemeriksaan petugas karcis, terlihat 3 buah akuarium tembus pandang tipe trapesium bergelombang.
Sejauh mata memandang tampak pepohonan, topiari bulat si anak nakal, Durante repens, dan beberapa tanaman hias daun. Di sela-sela tanaman itu beijejer sejumlah akuarium kubus dan silinder. Masing-masing akuarium disangga oleh tiang semen berbentuk huruf T dan O berbata merah dan putih setinggi 30 sampai 60 cm. Tinggi semen itu disesuaikan dengan kontur taman yang menanjak. Rata-rata panjang setiap akuarium sekitar 2 m, ketebalan kaca 1,5 cm, dan berdiameter 50 cm.

Panda

aquarium Surga Maskoki Menghampar di Taman Kota
Akuarium silinder untuk leluhur maskoki

Akuarium silinder ditempati oleh para sesepuh maskoki anggota genus Cyprinus seperti golden carp dan red white carp. Akuarium kubus dan trapesium diisi Carassius auratus yang tengah tren seperti: red oranda, black oranda, red white oranda, panda, dan kaliko ryukin. Tak ketinggalan red cap oranda, pompom kalico hingga chocolate oranda red pompom.
Disana beragam jenis maskoki berkumpul menjadi satu. Uniknya sebuah akuarium dirancang khusus dengan lukisan kaca bergambar panda. Gambar kerabat beruang itu ikut diabadikan bersama-sama maskoki panda sebagai wujud penghormatan terhadap keduanya sebagai spesies langka asli Cina.
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ikan, pengelola taman setiap 3 hari sekali menguras akuarium dan memberi obat. Masing-masing akuarium yang beralaskan kelereng itu dihubungkan dengan sistem filter air secara pararel di koridor taman. Cukup menekan tombol, secara otomatis sebanyak 50% air diakuarium segera tersedot. Sebuah slang langsung dihubungkan untuk mengisi kembali akuarium dengan air baru. Hanya akuarium raksasa yang perlu dibersihkan secara manual.

Rekor dunia

jilin 3 Surga Maskoki Menghampar di Taman KotaUnsur pendidikan dan pengetahuan pun dimasukkan. Setiap akhir pekan diputar film sejarah danbudidaya maskoki. Di sana juga disediakan buah tangan berupa pemak-pemik maskoki seperti baju, gantungan kunci hingga perangko.
Sayang, minimnya informasi menyulitkan pelancong yang akan berkunjung. Taman seluas 1,5 hektar itu bagian dari Guangzhou Zoological Garden. Pelancong dari pusat kota, Jiangnan, dapat memanfaatkan bus nomor 221 jurusan Stasiun Haiyin. Bus itu menyusuri pusat kerajinan tangan di Jiefang Nanlu dan sentra lukisan di Zhongzan Lu sebelum melalui jalan arteri ke arah Dongfeng Doglu dan Xian lie Lu. Lokasi Guangzhou Zoological Garden tepat berada di sisi kanan jalan.
Pengunjung perlu merogoh kocek ¥ 100 setara Rp 100.000 per orang. Namun, harga itu sebanding dengan fasilitas yang ada. Selain bisa menikmati aneka binatang, pengunjung pun dapat menyambangi Ocean World yang berisi segala hewan laut mirip Sea World di Ancol, Jakarta Utara.
Agar tak kesasar menuju ke Taman Jinlin, ikuti papan penunjuk arah menuju Jinlin Courtside. Butuh waktu 20 menit berjalan melalui Ocean World tampak beberapa kandang mamalia besar, lalu berbelok ke arah kolam angsa seluas 0,5 ha. Lokasi taman Jinlin persis bersebelahan dengan kandang kuda nil Hippopotamus amphibius.
Taman Jinlin benar-benar surga maskoki. Guinness Book of World Records mencatat lebih dari 13.000 ekor berhasil ditangkarkan dari 100 jenis yang ada. Jenis itu termasuk dari Jepang dan Eropa. Beberapa jenis merupakan kesayangan para raja dinasti-dinasti di Cina kuno seperti swallowtail, reddish lionhead, dan kaliko. Bila Anda sempat pelesir ke Guangzhou, Taman Jinlin bisa menjadi salah satu tujuan wisata mengasyikan.

Sunandar Agus

Most popular

Most discussed