Anton-Nb
buah Mahkota dewa

Tanaman Herbal Penggempur Batu Ginjal

“Mbak, saya jangan di operasi ya,” ujar Ida Hidayah kepada suster sebuah rumah sakit di Bandung memelas. Ucapan lirih itu keluar dari mulut Ida panggilan Ida Hidayah ketika siuman dari pingsan selama 2 jam. Ibu 2 putra itu hilang kesadaran setelah diserang rasa nyeri dan panas yang mendera pinggang seusai buang air kecil. Itu kejadian setahun silam. Berkat ramuan mimba, alang-alang, dan mahkota dewa, rasa nyeri dan panas itu berangsur lenyap.
Wajah kelahiran Tasikmalaya 54 tahun silam itu menyeringai menahan sakit. Wajahnya pucat pasi dan badan terasa lemas. Ida sering tertatih-tatih menuju peraduan setelah berurine. Mata ibu rumah tangga di bilangan Cisitu, Bandung, itu susah terpejam sampai azan Subuh berkumandang. Menunggu rasa bengkak, nyeri, dan panas di pinggang reda.
Begitulah Ida Hidayah sejak awal 2018. Pingsan selama 2 jam pada pertengahan Febuari 2020 itu puncak penderitaanya. “Seperti mau mati rasanya. Perawat bilang badan saya sempat biru-biru,” ujarnya. Sebenarnya gejala itu acap kali muncul sejak 7 tahun lalu. Namun, daya serangannya tidak sehebat setahun silam.

Gejala Awal Mirip maag

Gambar dewa 930x960 Tanaman Herbal Penggempur Batu Ginjal
Mimba, memperlancar darah

Nyeri di pinggang mulai dirasakan saat turut sang suami tugas di Jakarta. Suatu ketika tiba-tiba nyeri dan pegal menyerang pinggang. Ia segera mendatangi sebuah rumah sakit swasta di Bekasi. Setelah menjalani rontgen dan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, ibu yang baru menunaikan ibadah haji setahun lalu itu didiagnosis terkena maag. Gejala itu ditunjukkan rasa mual dan lemas. Sejak itu obat-obatan maag menjadi santapan rutin, hingga rasa sakit hilang.
Gejala sama muncul lagi saat mengikuti tugas suami yang bekerja sebagai pegawai negeri ke Bandung 4 tahun lalu. Nyeri, panas, disertai rasa bengkak di pinggang. Ketika itu serangannya tak tentu, kadang timbul, lain kali hilang. Bahkan pernah selama 3 bulan Ida tak merasakan sakit. “Mungkin karena kecapaian saja,” tutur bungsu dari 4 bersaudara itu. Pemeriksaan ke rumah sakit pun dihentikan.
Namun, ia mesti ke rumah sakit pada Desember 2018 gara-gara polip di endometrium. Saat itu sebulan lamanya terjadi perdarahan. Istri pegawai di Departemen Pertanian itu menjalani rawat inap selama 8 hari di Rumah Sakit Advent Bandung.

Batu Ginjal Mulai Terdeteksi

Sepulang opname, kesehatannya mulai membaik. Sayang, nyeri, panas, dan pegal di pinggang muncul lagi. Bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin. Merasa tak tahan, Ida mendatangi dokter keluarga, Krisnadi, di jalan Tubagus Ismail.
Sang dokter menduga Ida mengidap batu ginjal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan ginjal kanan-kiri dan empedu ditemukan 7 batu berukuran 0,2 mm sampai 0,7 mm.
Menurut dr Zainal Gani, herbalis di Malang Jawa Timur, batu ginjal terjadi karena ketidakseimbangan pengolahan zat makanan. Akibatnya garam mineral dalam air seni mengendap membentuk kristal, batu ginjal.
Penyebab lain, kurang minum, dapat berakibat tingginya konsentrasi zat-zat pembentuk batu, misalnya kalsium oksalat, fosfat, dan magnesium. “Batu ginjal sendiri ada bermacam-macam,” ujar Gani.
Beberapa kasus yang paling sering terjadi adalah batu kalsium oksalat, batu asam urat, dan batu infeksi. Yang paling mudah diatasi dengan herbal ialah batu kalsium oksalat.
Proses pembentukan batu ginjal dapat dipercepat karena infeksi dan sumbatan di saluran seni. Selain menimbulkan hematuria kencing berwarna merah kelainan itu menimbulkan rasa nyeri dan pegal di pinggang. Bila batu itu turun ke ureter, penderita dapat mengalami nyeri hebat yang disebut kolik.
Jika berukuran kecil batu dapat di hancurkan dengan bantuan obat-obatan. Namun, jika besar perlu menjalani operasi seperti tembak laser atau litotripsi gelombang kejut.

Tiga tanaman Herbal Berkhasiat

Atas saran seorang kerabat, dokter ahli ginjal yang berpraktek di Rumah Sakit Borromeus dan Advent didatangi. Dokter menyarankan untuk melakukan tembak laser agar batu segera hilang. Saran itu didukung oleh suami dan anak-anaknya. “Saya tetap ngga mau operasi, takut,” ujar Ida.
Rasa takut pula yang membawa alumnus Ilmu Pendidikan dan Kesejahteraan Keluarga, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Bandung, berburu pengobatan alternatif. Atas kerabat pula, ia pun mendatangi Sarah S Kriswanti, herbalis di Gegerkalong, Bandung. Sarah memberi 3 jenis tanaman herbal sebagai obat yang terdiri dari daun mimba, akar alang-alang, dan mahkota dewa untuk dikonsumsi seminggu.
Sekali meracik, 15 g alang-alang, 4 sampai 5 lembar daun mimba, dan 2 sampai 3 g mahkota dewa. Ramuan direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas memakai wadah tanah liat. Air rebusan diminum 2 kali sehari. Pengobatan berlangsung selama 3 bulan. Ia pantang makanan berlemak, gorengan, dan minuman bersoda. Yang dianjurkan mengkonsumsi sayur, buah, dan banyak minum air putih.
“Sehari setelah minum ramuan itu maunya kencing terus,” ujar Ida mengenang. Nyeri berkurang dan mualnya mulai hilang. Tiga bulan menjalani terapi, Ida kembali mengecek ke laboratorium. Hasilnya cukup mengejutkan, ginjalnya mulai tampak bersih. Meski demikian masih terdapat sedikit bayang-bayang. “Mungkin batunya masih tersisa ,” imbuhnya.
Petugas laboratorium yang tahu kondisi awal Ida keheranan. “Ibu makan apa sih,” ujar Ida menirukan petugas laboratorium itu. Untuk memastikan penyakit itu hilang, ia memborong ramuan yang sudah terbungkus dalam kantong-kantong kecil dalam jumlah banyak. Ia yakin dengan mengkonsumsi ramuan itu batu ginjalnya hilang. Harapannya, bulan depan bayang-bayang di ginjal itu sudah lenyap.

ALang Alang si peluruh Batu ginjal

Gambar alang 772x960 Tanaman Herbal Penggempur Batu Ginjal
Gulma Kebun berkhasiat obat

Gulma apa yang paling ditakuti pekebun? Alang-alang salah satu di antaranya. Imperata cylindrical sulit dibasmi. Hari ini dibakar, bulan depan tumbuh lebih banyak. Hanya pemakaian herbisida yang mempan memberangus.
Gulma itu sulit diberantas lantaran akarnya dalam menghunjam ke bumi, mencapai 1 m. Ketika daun dipangkas atau terbakar, rimpang tetap selamat. Saat mendapat air, muncul tunas lagi bahkan semakin lebat karena bercabang-cabang.
Bagi penderita disfungsi ginjal, alang-alang menjadi penyelamat. Akar lumrah dijadikan obat ginjal. Masyarakat dayak di Kalimantan Barat mencampur 1 genggam akar alang-alang, 1 potong rimpang kunyit seukuran jempol orang dewasa, 10 lembar sambiloto, dan 1 genggam pegagan. Semua bahan direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa setengah. Setelah dingin, disaring, lalu diminum 3 kali sehari. Bila rajin meminum selama 2 sampai 3 bulan, batu ginjal luruh.
Menurut dr Zaenal Gani, herbalis di Malang, Jawa Timur, alang-alang juga dipakai pengobat tradisional di Cina untuk mengatasi gangguan ginjal. Alang-alang dianggap mempunyai garis penghubung dengan ginjal. Karena itu pengobat di negeri Tirai Bambu selalu menggunakan se mang ken atau si miang kin untuk mengobati ginjal. Alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya itu menganjurkan untuk memadukan dengan tanaman gempur batu, keji beling, tempuyung, dan kumis kucing agar daya kerja lebih kuat.
Akar anggota famili Poaceae itu mengandung asam kersik, penyebab rasa manis dan pahit. Kandungan lain logam alkali; seperti kalium, natrium, dan kalsium. Alang-alang juga bersifat diuretik yang memperlancar berurine sekaligus meluruhkan batu

Most popular

Most discussed