Anton-Nb
Buah merah papua

Tanaman Obat Dari Belantara Papua

Menyebut buah merah yang tiga bulan terakhir menjadi buah bibir, ingatan langsung tertuju pada sosok buah panjang berwarna merah. Penampilan mirip cempedak. Padahal, selain buah itu setidaknya masih ada buah merah yang lain. Ada yang berkulit kuning dan cokelat, tetapi tetap disebut buah merah

Sari buah merah kini ramai diperbincangkan lantaran mampu mengatasi kanker, tumor, diabetes, asam urat, bahkan HTV/AIDS. Namun, orang tak banyak mengenal tanaman dan buah Pandanus conoideus itu. “Keluarga saya yang tinggal di Papua tak tahu buah merah,” kata salah satu pembaca.

Buah berbentuk memanjang mirip gada pemukul itu tanaman endemik Papua. Ia tersebar luas di hampir seluruh wilayah Pulau Cenderawasih itu, terutama di kawasan hutan sekunder pada kondisi tanah lembap. Paling banyak dijumpai di sekitar Pegunungan Arfak di Irianjaya Barat dan kawasan Puncakjaya di Provinsi Papua. Namun, “Hanya penduduk asal wilayah dataran tinggi Puncakjaya yang mengenal dan menanam buah itu,” papar Ir La Achmadi MMT, kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayapura.

Mereka yang pernah berkunjung ke Wamena, Puncakjaya, mungkin mengetahuinya. Sebab, masyarakat setempat sering terlihat memanggul buah bertotol mirip kulit cempedak itu sewaktu dibawa pulang ke rumah sehabis panen, maupun untuk dijual ke pasar.

“Dari sosok buah, masyarakat mengenal 4 jenis buah merah,” papar Ir Anna Saway, kasubdin Bina Program Dinas Pertanian Kabupaten Jayapura. Masing-masing varietas buah merah panjang, buah merah pendek, buah merah cokelat, dan buah kuning. Semuanya masih termasuk dalam satu spesies, Pandanus conoideus.

pendek 264x300 Tanaman Obat Dari Belantara Papua
Merah pendek

Menurut Drs I Made Budi, peneliti dari semua varietas, buah merah panjang paling banyak dikonsumsi. “Sebagai bahan baku obat, varietas itu pula yang paling bagus,” paparnya. Selain buah lebih besar,kandungan senyawa kimia juga lebih baik. Oleh karena itulah varietas merah panjang yang banyak dikembangkan.

Berikut deskripsi setiap varietas buah merah

  1. Varietas Merah panjang
  2. Buah dengan nama daerah sait, mongka memyeri, atau barkum itu ukurannya paling besar dibanding buah merah lain. Panjang mencapai 102 cm, diameter 20 cm, lingkar buah 35 sampai 40 cm, dan bobot 4 sampai 7,5 kg.

    Buah muda berwarna merah bata. Setelah matang berubah menjadi merah cerah. Buah matang ditandai ada sebagian biji yang terlepas dari sinkarp. Buah dibungkus daun pelindung berbentuk memanjang. Tulang daun utama berduri hingga dari ujung sepanjang 8/10 bagian tulang daun.

    Pohon tinggi menjulang hingga 16 sampai 17 m, ditopang akar-akar tunjang berdiameter 6 sampai 7 cm sepanjang 2,5 sampai 3,7 m. Percabangan muncul pada ketinggian 5 sampai 8 m di atas permukaan tanah. Daun hijau tua, berbentuk lanset sungsang dengan pangkal merompong dan ujung meruncing. Daun tunggal, memeluk batang, dan berseling. Panjang daun 88 sampai 102 cm dan lebar 6 sampai 10 cm. Tepi daun berduri sepanjang 1 mm. Tulang daun utama di permukaan bawah berduri.

  3. Varietas Merah pendek
  4. Masyarakat menyebutnya jenis yahomna atau maler. Pohon dapat mencapai tinggi 15 m, ditopang akar tunjang setinggi 5 sampai 7 m. Batang tegak, berwarna cokelat dengan bercak putih, dan bercabang banyak mulai ketinggian 5 sampai 8 m. Daun berbentuk lanset sungsang dengan panjang mencapai 90 cm dan lebar 8 sampai 10 cm. Ujung daun meruncing, bagian pangkal memeluk batang. Tipe daun tunggal, letak berseling. Tepi daun berduri, permukaan licin.

    Buah silindris memanjang dengan ujung melancip. Panjang buah 35 sampai 40 cm dan berdiameter 5,5 sampai 11 cm. Buah terlindung daun berduri sepanjang ‘/ bagian tulang utama. Buah muda merah bata dan merah terang saat matang. Selain menjadi sumber minyak makan dan penambah rasa bagi masyarakat pedalaman, varietas ini juga menjadi sumber pewarna merah alami untuk olahan makanan.

  5. Varietas Merah cokelat
  6. Disebut merah cokelat lantaran buah muda berwarna cokelat dan menjadi merah kecokelatan ketika matang. Buah silindris dengan pangkal menjantung dan ujung tumpul. Panjang buah 27 sampai 33 cm, diameter 7 sampai 12 cm. Buah berbobot 3 sampai 4 kg itu terbungkus daun pelindung yang meruncing dengan duri berjejer di sepanjang 2/3 bagian tulang utama. Buah menghasilkan warna merah, dipakai sebagai pewarna makanan.

    Pohon bercabang banyak. Tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 15 m, ditopang akar-akar tunjang sepanjang 5 sampai 7 m. Daun oblanceolate alias lanset sungsang. Ujung daun meruncing dan bagian pangkal memeluk batang. Daun tunggal, tersusun berseling di bagian batang.

  7. Varietas Kuning
  8. Varietas yang disebut monsor oleh penduduk suku Arfak, Manokwari, itu tumbuh pada ketinggian 15 sampai 2.300 m dpi. Pohon tegak dan bercabang banyak. Tinggi mencapai 15 m, ditopang akar tunjang setinggi 4 sampai 6 m. Percabangan muncul pada ketinggian 7 sampai 8 m dari permukaan tanah.

    Buah berbentuk silindris dengan ujung tumpul. Panjang buah 35 sampai 42 cm, diameter 11 sampai 12 cm, dan berbobot 3 sampai 4 kg. Daun pelindung buah melancip dengan tulang utama berduri pada 1/3 bagian dari pangkal.

coklat 300x300 Tanaman Obat Dari Belantara Papua
Varietas merah cokelat untuk pewarna makanan

Buah berkulit hijau waktu muda dan kuning saat matang itu menjadi sumber pewarna kuning bagi masyarakat. (Fendy R Paimin)

Add comment

Most popular

Most discussed