Anton-Nb
curcuma zedoaria

Temu Putih Si Penumpas Kanker

Kanker tahap nis 3 yang bersemayam di rahim Yayu Karjoso hilang tanpa bekas. Itu terjadi setelah ibu yang tengah mengandung itu rutin meminum tablet temu putih selama 5 minggu. Temu putih memang menjadi andalan para pengobat tradional untuk mengatasi kanker.
Hasil uji klinik menunjukkan pemberian campuran minyak asiri temu putih 1 % atau injeksi yang mengandung 0,5% kurkumol, efektif untuk pengobatan kanker leher rahim. Dari 165 kasus, 52 penderita di antaranya sembuh cepat, 25 kasus menunjukkan efek nyata, 41 perbaikan, dan 47 tidak ada reaksi apa-apa.
Peninjauan terhadap 343 kasus kanker leher rahim oleh Konperensi ke-4 Kelompok Koordinasi Pengobatan Tumor
Ganas dengan Temu Putih Nasional Hongkong juga menunjukkan penyembuhan segera terjadi pada 102 kasus, efek nyata 63 kasus, 75 kasus menunjukkan kemajuan, dan 103 kasus tidak berpengaruh. Mereka menyimpulkan temu putih efektif terhadap kanker leher rahim baru dengan tingkat keberhasilan 70%.

Zat Dan senyawa Penghambat Sel kanker

Zat yang terkandung pada rimpang temu putih berupa minyak asiri yang terdiri atas senyawa-senyawa seskuiterpena. Senyawa itu terdiri atas lebih 20 komponen kurzerenona, di antaranya zedoarona, kurdiona, epikurkumenol, kurzerena, pirokurkuzerena, kurkumol, isokur-kumenol, prokurkumenol, dehidro-kurdeona, zederona, dan sebagainya. Zat yang berperan menghambat pertumbuhan sel kanker (antineoplastik) adalah kurdion dan kurkumol.
Injeksi ekstrak 100% dari rimpang yang disuntikkan kepada mencit menghasilkan hambatan terhadap pertumbuhan sarcoma 180 (sejenis tumor ganas). Sedangkan jika menggunakan kristal kurkumol dan kurdonia dari minyak asiri menghasilkan hambatan tinggi terhadap pertumbuhan sarcoma 37, kanker leher rahim, dan kanker asites ehrlich. Fenomena ini
menunjukkan bahwa kurkumol menghambat metabolisme inti sel kanker pada mencit. Uji in vitro maupun in vivo menunjukkan berbagai konsentrasi injeksi minyak asiri rimpang temu putih merusak maupun menghambat pertumbuhan tumor. Pengamatan klinis setelah injeksi menunjukkan terjadi nekrosis partial pada jaringan kanker.
Reaksi yang sama terjadi pada tumor yang sesungguhnya. Sel tumor mengalami kemunduran dan tampak penambahan nyata jumlah sel-sel yang mengelilingi jaringan tumor. Selain itu terdapatnya lapisan limfosit dalam massa tumor dan teijadinya fagositosis terhadap sel-sel tumor.

Penggunaan Dengan cara oral lebih ampuh

Gambar putih 863x960 Temu Putih Si Penumpas KankerTemu putih yang berkhasiat itu cukup dikenal di masyarakat terutama pengguna obat tradisional. Namun karena penamaan yang berbeda di setiap daerah, sering orang keliru. Temu putih yang berkhasiat menumpas tumor adalah Curcuma zedoaria. Ia berbeda dengan kunir putih atau temu mangga Curcuma alba, walau sama-sama berkhasiat untuk menuntaskan kanker.
Temu putih merupakan tumbuhan tahunan dengan tinggi 0.5 – 0.8 m. Rimpang pokok berbentuk bulat telur dan rimpang anak silindrik memanjang serta terdapat umbi kecil bertangkai panjang. Daun tunggal bertangkai dan berpelepah besar dengan urat daun utama berwarna ungu.
Bunga silindrik, yang tumbuh dari rimpang di depan daun. Anak bunga berwarna kuning dilengkapi daun pelindung kehijauan dan keunguan di atasnya.
Bagian yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Rimpang yang berasa pahit itu dicuci bersih dan dirajang dengan ketebalan 1.5 cm. Kemudian dikeringkan pada alas yang berlubang-lubang di bawah sinar matahari.
Penggunaan rimpang temu putih selama ini dengan injeksi. Akibatnya masyarakat sukar untuk melakukan pengobatan sendiri. Sebetulnya ada cara lain yang lebih mudah, seperti melalui mulut atau oral.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan secara oral lebih cepat dan sempurna diserap saluran pencernaan. Lima menit setelah mencapai lambung zat antineoplastik masuk ke peredaran darah. Zat anti kanker itu mencapai kadar maksimum setelah 15 menit kemudian. Posisi itu bertahan di dalam peredaran darah selama satu jam.
Retno Murwanti dan Edy Me. (2002). UJI EFEK ANTIKANKER EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria Rosc.) DENGAN METODE NEWBORN MICE. Lembaga Penelitian.

Syukur, C. (2003). Temu putih tanaman obat antikanker. Jakarta: Penebar Swadaya.

Most popular

Most discussed