Penataan Terumbu Karang Pada Ekosistem Akuarium Buatan

persiapan 1024x576 1

Cobalah bersnorkeling di Batutiga, Tepekong, Bali. Di kedalaman 20 m, pesona ekosistem akuarium dengan beragam terumbu karang akuarium bercorak warna-warni seperti karang tanduk hijau, karang jahe, dan karang pencakap merah akan menohok mata.

Belum lagi liukan koral lunak seperti Xenia sp dan Dendronephytha sp akibat terpaan arus. Semua tampak begitu mempesona. Dengan menata, keindahan itu dapat dipindahkan ke akuarium.

Menata ekosistem akuarium terumbu karang di akuarium laut bak pelukis saat mulai menggoreskan cat di kanvas. Ketika itu segala inspirasi di benak ditumpahkan hingga lahir sebuah karya seni indah. “Menata terumbu karang akuarium itu perlu kepiawaian agar diperoleh hasil akhir terbaik seperti yang diinginkan,” ujar Jimmy Kuncoro Wardana, perancang akuarium laut di Surabaya.

Menurut ayah 1 putri itu, letak terumbu karang pada ekosistem akuarium buatan tidak boleh sembarangan. Prinsip asal terlihat penuh harus dibuang jauh-jauh. Maklum kesalahan pada awal penataan berbuntut panjang dan fatal.

Apalagi jika ekosistem di dalamnya sudah berjalan. “Bisa-bisa seluruh terumbu karang akuarium terbongkar lagi. Itu pemborosan dan ekosistem akuarium harus dibuat dari nol lagi,” kata Jimmy. Padahal untuk membuat ekosistem akuarium laut diperlukan waktu 3 bulan.

Apa itu Terumbu karang

Terumbu karang adalah habitat bawah laut yang dicirikan oleh karang yang membangun terumbu. Koloni polip karang diikat bersama oleh kalsium karbonat untuk membangun terumbu.

Terumbu karang terdiri dari koloni koral invertebrata bawah laut. Mereka mengekstrak kalsium karbonat dari air asin untuk membangun kerangka luar yang keras dan ulet yang menutupi tubuh mereka yang lunak dan seperti kantung, spesies karang yang membangun terumbu dikenal sebagai karang hermatypic, atau karang “keras”.

Sebagian besar terumbu karang terdiri dari karang berbatu, yang memiliki polip yang berkelompok.[1]

Karakteristik Terumbu karang

Terumbu karang merupakan mahluk hidup dan lahir dengan karakteristik sendiri. “Mereka perlu diperlakukan seperti di habitat asli,” ujar Thomas Sudirgo dari Aquarista, perancang akuarium laut di Jakarta Pusat.

Beberapa karakteristik itu antara lain kepekaan terhadap sinar, kekuatan terhadap arus, daya racun, dan predator. Batu hio, misalnya, ia peka sinar, sebab itu cocok diletakkan di tengah-tengah akuarium yang berarus sedang.

Mengapa terumbu karang itu penting untuk sebuah ekosistem?

Terumbu karang melindungi pantai dari badai dan erosi, serta menyediakan lapangan kerja dan kesempatan rekreasi bagi penduduk setempat. Mereka juga merupakan sumber obat dan makanan baru.[2]

Membangun ekosistem buatan dalam akuarium

Masukkanlah terumbu karang akuarium yang telah mengalami proses adaptasi terlebih dahulu. Jangan yang langsung diambil dari laut karena berisiko tinggi, mudah mati. Di kios-kios penjualan ekosistem akuarium dan perlengkapan akuarium laut biasanya tersedia.

Dengan begitu anggota filum Cnidaria itu dapat bertahan hidup lebih dari 6 bulan. Namun, sebaiknya belilah dari penjual yang Anda kenal lantaran sulit dibedakan antara karang yang sudah diadaptasikan dan yang belum.

Sisakan tempat lapang

Ekosistem Akuarium Buatan
Menurut Saii’ul, pendekor akuarium laut di Bali, bagian dasar akuarium dapat diberi pasir dan setumpuk karang palsu dari bahan semen, pasir, dan kapur. Tinggi tumpukan bisa mencapai 1/4 tinggi dari dasar ekosistem akuarium.

“Setelah itu terumbu karang akuarium seperti tanduk hijau, karang jahe, dan karang pencakap merah misalnya dapat disusun. Namun, sisakan tempat lapang di depan akuarium agar ikan mudah dilihat,” ujar Saiful.

bedding aquarium 1536x864 1

Mulai penyusunan dari bagian tengah

Nyaris semua terumbu karang akuarium perlu sinar matahari untuk fotosintesis. Posisi Karang akuarium perlu ditata dari tengah hingga ke dekat permukaan air. Penataan terumbu karang akuarium pada ekosistem akuarium buatan itu selain membuat jumlah terumbu karang yang ditaruh lebih banyak, mereka juga memperoleh cahaya lampu lebih merata untuk fotosintesis.

karang buatan 1536x864 1

Terumbu karang mempunyai Sifat Predator alami

Sebagian spesies terumbu karang diketahui bersifat predator. Jenis-jenis ini umumnya berwarna cemerlang, merah, kuning, dan jingga seperti seroja merah Dendronephthya sp, akar bahar Gorgorian, dan polip matahari Tubastrea sp. Mereka biasanya ditaruh di tempat berarus sedang agar mudah menjerat plankton. Untuk pemula jenis-jenis ini sebaiknya tidak dipilih karena sulit dipelihara

Beri suplemen aditif untuk menunjang ekosistem akuarium

Untuk mempertahankan kelangsungan hidup, setelah disusun terumbu karang akuarium perlu diberi tambahan suplemen seperti strontium dan iodium. Strontium dibutuhkan ekosistem akuarium agar koral berkerangka seperti kolang-kaling Plerogyra sinuosa, karang kuku Euphyllia ancora, karang otak Tracyphyllia hidup lebih lama.

Namun, jika isi karang akuarium dominan karang lunak seperti karang cabe, seroja merah Dendronephthya, payungan Sarcophyto, jamur-jamuran, sponge, polip, dan akar bahar gorgonian berikanlah iodid.

Polip tidak berkembang

Pada beberapa kasus, arus yang tidak sesuai bisa memberi pengaruh buruk terhadap terumbu karang berpolip seperti batu hio goniopora, babut Euphylliadivisa, dan polip matahari Tubastrea sp. Arus terlalu kuat atau lemah membuatpolip mereka tidak berkembang maksimal.

Arus sedang

Selama ini arus sedang paling banyak diaplikasikan dalam ekosistem akuarium laut karena mirip dengan kondisi sebenarnya. Jenis terumbu karang akuarium seperti pagoda Turbinaria sp dan babut Euphyllia divisa menyukai arus seperti ini.

filter air 1536x864 1

Ekosistem akuarium Penuh Karakter unik

Beberapa terumbu karang akuarium memiliki karakter unik seperti dapat bergeser. Sebab itu jangan heran ia selalu berpindah-pindah tempat seperti karang piring Heliofungia. Yang lain seperti anemon pantat merah Heteractis mangifera malah pelan-pelan bisa berjalan. Ada juga jenis seperti kumpulan butiran jagung, yakni anemon jagung Entacmea quadricolor.

Referensi

[1] published, Rachel Ross. “What Are Coral Reefs?” Livescience.Com, 24 Sept. 2018, https://www.livescience.com/40276-coral-reefs.html.

[2] Coral Reef Ecosystems | National Oceanic and Atmospheric Administration. https://www.noaa.gov/education/resource-collections/marine-life/coral-reef-ecosystems. Accessed 19 Feb. 2022.

(Sunandar Agus)