Tomat Olahan Redam Kanker Prostat

Manfaat inilah yang diusung salah satu produsen saus tomat dalam iklan di media cetak. Berbeda dari yang biasa, iklan itu tak menonjolkan produk. Yang disuguhkan justru berbagai penelitian mengenai tomat dan pengaruhnya terhadap risiko serangan …

Manfaat inilah yang diusung salah satu produsen saus tomat dalam iklan di media cetak. Berbeda dari yang biasa, iklan itu tak menonjolkan produk. Yang disuguhkan justru berbagai penelitian mengenai tomat dan pengaruhnya terhadap risiko serangan kanker.

“Dari aspek gizinya tomat memang baik bagi kesehatan,” tutur Nurfi Afriansyah, SKM ahli peneliti madya pada Pusat Penelitian Pengembangan Gizi (Puslibang Gizi) Bogor. Kandungan lemak dan kalori tomat rendah dan bebas kolesterol, la juga sumber serat dan protein yang baik serta kaya provitamin A dan C. Satu tomat berukuran sedang menyediakan hampir setengah kebutuhan harian vitamin C untuk orang dewasa.

Table of Contents

Bukti medis

Lycopene merupakan provitamin A yang menonjol pada tomat. Inilah yang disinyalir mampu menekan risiko kanker. Penelitian di Harvard University, Massachuset, AS pada konsumsi 46 jenis buah, sayuran, dan olahannya menunjukkan hanya 4 produk yang secara signifikan diasosiasikan dengan risiko kanker prostat lebih rendah. Mereka adalah tomat, saus tomat, jus tomat, dan saus pizza yang merupakan sumber lycopene.

Penelitian lain dilakukan oleh Omer Kucuk.MD, onkologis pada Barbara Ann Karmanos Cancer Institute di Detroit, AS. Penelitian itu melibatkan 30 pria penderita kanker prostat yang dijadwalkan akan dioperasi.

Tiga minggu sebelum operasi, pasien secara acak diberi perlakuan 15 mg kapsul lycopene dari ekstrak tomat mumi 2 kali per hari. Hasilnya kanker tidak menyebar pada organ sekitar, tingkat serum PSA (prostate spesific antigen, pendeteksi kanker prostat) pun menurun[1].

Penyerapan lycopene oleh tubuh akan meningkat saat tomat diproses menjadi jus, saus, atau produk lain. Apalagi bila berbarengan dengan sejumlah kecil minyak. “Bentuk kimia lycopene dalam tomat terkonversi karena perubahan temperatur dalam proses pembuatan jus, saus, atau pasta.

lycopene extraction from tomato
lycopene from tomato

Konversi ini membuat tubuh lebih mudah menyerapnya,” kata Nurfi. Kandungan lycopene yang dapat diserap tubuh asal saus tomat 2 kali lebih banyak daripada tomat segar. Penelitian di University of Milan menyebutkan seseorang yang mengkonsumsi paling tidak satu jenis olahan tomat setiap hari memiliki peluang terjangkit kanker 50% lebih rendah daripada yang tidak.

Menyerang kalangan pria

Lycopene rupanya tak cuma berperan dalam menekan risiko kanker prostat[2]. Dr. David Yeung, Director of Corporate Nutrition, H.J. Heinz Company melaporkan orang yang mengkonsumsi tomat dan produk olahannya secara teratur cenderung “terbebas” dari penyakit jantung koroner.

Ini sejalan dengan penelitian di University of South Carolina. Risiko serangan jantung pada penderita dengan kadar lycopene tinggi dalam jaringan lemak lebih rendah dibanding sebaliknya.

Kabar baik bagi kaum pria datang dari Ali India Institute of Medical Sciences di New Delhi. Penelitian yang melibatkan 30 pria tak subur berusia 23 sampai 45 tahun menunjukkan tomat bisa meningkatkan kesuburan pria. (Evy Syariefa, dari berbagai sumber)

Bodyguard Terkuat Pelindung Tubuh

lycopene, bagian keluarga pigmen karotenoid pemberi warna buah dan , sayuran. Lycopene tidak diproduksi di dalam tubuh manusia. Namun, menurut Nurfi Afriansvah. SKM Deneliti nada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi (Puslitbang Gizi) Bogor, tubuh juga memproduksi lycopene dalam jumlah kecil 0,5 mmol/liter darah, la antioksidan paling kuat dalam keluarga karotenoid, dengan kemampuan 2 kali beta-karoten.

Antioksidan merupakan bodyguard dalam tubuh, la memiliki kemampuan untuk “menangkal” dan “memakan” zat beracun radikal bebas, termasuk di antaranya sel kanker. Racun ada dalam tubuh karena diproduksi secara alamiah dan akibat polusi udara yang dihirup, misal asap pembakaran dan rokok.

“Sebenarnya tubuh manusia mampu menghasilkan antioksidan, tapi jumlahnya terbatas. Jadi tetap membutuhkan antioksidan dari luar tubuh, antara lain masuk lewat makanan,” papar Nurfi. Sejauh ini belum ada rekomendasi jumlah antioksidan yang diperlukan tubuh. Namun jumlahnya cenderung meningkat.

Ini karena tubuh masyarakat modern lebih banyak mengandung oksida radikal bebas itu akibat polusi dan kualitas makanan yang buruk.

Selain tomat, sumber lycopene lain adalah semangka, jambu biji merah, atau pepaya. Tomat matang berwarna merah mengandung lebih banyak lycopene dibanding yang mengkal. (Evy Syariefa)

Referensi

[1] “Lycopene Beneficial in Prostate Cancer.” Cancer Network, https://www.cancernetwork.com/view/lycopene-beneficial-prostate-cancer. Accessed 22 Oct. 2021.

[2] Apa Itu Lycopene ? http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=860&Itemid=59. Accessed 22 Oct. 2021.

Tinggalkan komentar