Anton-Nb

Yang Langka: Diskus Mata Merah dan Totol

“Hah…diskus bermata merah?” ucap beberapa pengunjung Raiser Ikan Hias Cibinong keheranan. Wajar saja diskus itu sangat spesial, selain lingkar mata berwarna merah, biji mata juga merah pekat. Itulah goldenred albino, buah kesabaran dan ketelatenan peternak diskus di Hongkong.

Selama ini di kalangan mania diskus menghasilkan ikan bermata full merah sungguh sulit. Pantas kemunculan goldenred albino menggemparkan para mania diskus di Hongkong dan Indonesia. Dengan tubuh kuning keemasan ia tampil memukau. “Biji mata merah pekat anugerah terindah baginya,” ungkap Suwandi Surya, pengelola Raiser.

Menurut Achmad Raharjo, manajer umum Raiser Ikan Hias Cibinong, mata merah yang dimiliki goldenred albino bersifat permanen karena genetik. Ia diduga berasal dari induk golden yang disilangkan dengan diskus yang memiliki gen mata merah.

Untuk menjaga keistimewaan itu, para peternak Hongkong menerapkan perawatan khusus. Saat burayak sampai berukuran 5 cm, si cakram dijaga pada suhu air 28 sampai 30°C karena tubuhnya peka terhadap fluktuasi suhu dan lingkungan. Oleh karena itu, selama pemeliharaan akuarium perlu dilengkapi heater agar pertumbuhan tidak terganggu.

Golden mozaik 1024x576 Yang Langka: Diskus Mata Merah dan Totol
Goldenmozaik, siap saingi goldenruby

Pemberian pakan pun butuh perhatian. Pakan sebaiknya mengandung nutrisi lengkap agar warna mata tetap merah dan tidak mudah terserang berak putih (white faeces). Bloodworm dan bits bisa ditambahkan untuk melengkapi gizi diskus.

Golden mozaik

Satu lagi diskus yang kini mendapat sorotan: goldenmozaik. Diskus bertotol di sekujur tubuh itu mulai meramaikan pasaran sejak pertengahan 2004. Lee Koon Yen, peternak kawakan asal Pulau Penang, Malaysia menciptakan diskus itu dengan menyilangkan golden dan leopard.

Jerih payah kelahiran Malaysia 50 tahun silam itu selama 5 sampai 6 tahun memang tak sia-sia. Golden mozaik tampil apik. Corak dan warna tubuhnya mirip sang kakak golden ruby yang lebih dulu tenar. “Bedanya golden mozaik memiliki totol yang saling menyambung dengan totol lain di tubuh,” tutur Suwandi. Ia lebih istimewa karena tubuh bersih dari bar hitam yang biasa muncul jika menggunakan induk leopard.

Kelebihan itu semakin sempurna lantaran pada ukuran 5 cm, goldenmozaik sudah menampakkan totol penuh. “Goldenmozaik matang pada usia belia,” ujar Achmad Raharjo. Menurut Raharjo diskus yang didatangkan berbarengan dengan goldenruby itu merupakan generasi ke-7.

Kedua diskus terbaru itu masih berharga tinggi. Maklum, kemampuan hidup anakannya sangat rendah. Itu lantaran goldenred albino tergolong abnormal. Dari ratusan burayak yang dihasilkan dari sepasang induk, hanya belasan anak dengan kualitas tinggi yang mampu bertahan. Untuk goldenred albino ukuran 5 cm misalnya hobiis harus merogoh Rp2,5-juta sampai Rp3-juta per ekor; dewasa belasan juta rupiah.

Goldenmozaik yang berukuran 5 cm dihargai Rp2-juta sampai Rp2,5-juta per ekor. Sedangkan yang lebih besar, 12,5 cm dipatok Rp7-juta sampai Rp7,5-juta per ekor. Sesuatu yang indah untuk dinikmati memang mahal. Apalagi diskus-diskus yang tengah berseliweran di akuarium itu belum banyak dimiliki hobiis. (Sunandar Agus)

Sunandar Agus

Add comment

Most popular

Most discussed